Kumpul di Kediri, para Kiai Sepuh Ingatkan Muktamirin: Jaga Marwah Jamiyah, Hindari Tekanan dan Pertikaian
NU Online ยท Rabu, 26 Agustus 2026 | 17:00 WIB
Forum silaturahim para kiai sepuh di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jatim, Rabu (26/08/2026). (Foto: NU Online/Saiful Amar)
Achmad Risky Arwani Maulidi
Kontributor
Kediri, NU Online
Para kiai sepuh mengingatkan seluruh peserta Muktamar NU (muktamirin) agar menjaga marwah dan kehormatan jamiyah Nahdlatul Ulama. Mereka juga menyerukan agar muktamirin menggunakan haknya secara bertanggung jawab serta menghindari berbagai bentuk tekanan, provokasi, dan pertikaian dalam proses Muktamar.
Pesan tersebut disampaikan setelah pertemuan para kiai sepuh di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, Rabu (26/8/2026) siang.
Dalam pantauan NU Online di lokasi, sejumlah kiai sepuh yang hadir dalam forum tersebut antara lain Mustasyar PBNU KH Maโruf Amin, KH Anwar Manshur dan KH Abdullah Kafabihi Mahrus (Lirboyo), KH โAthoillah Sholahuddin Anwar, KH Muโadz Thohir (Kajen), KH Abdullah Ubab Maimoen (Rembang), serta KH Muhibbul Aman Aly (Pasuruan).
Mustasyar PBNU KH Maโruf Amin mengatakan, tausiah yang disampaikan para kiai sepuh ditujukan kepada seluruh muktamirin tanpa terkecuali. Menurutnya, muktamirin memiliki tanggung jawab besar dalam menentukan kepemimpinan NU ke depan sehingga hak tersebut harus digunakan secara bijak.
โTausiah ini artinya untuk mengingatkan, pertama, kepada para muktamirin sebagai pemegang hak utama supaya dia menggunakan haknya dengan baik, jangan terintimidasi dengan terkena provokasi, memilih yang terbaik, baik AHWA maupun juga pengurus NU yang akan datang,โ tegas Kiai Maโruf.
Ia menekankan bahwa proses pemilihan pemimpin harus dilakukan dengan mempertimbangkan kemaslahatan jamโiyyah, bukan kepentingan pribadi maupun kelompok. Karena itu, muktamirin diminta memilih sosok yang dinilai paling mampu membawa NU ke arah yang lebih baik.
Kiai Maโrufย Aminย juga mengingatkan konsekuensi moral bagi seseorang yang sengaja memilih pemimpin yang tidak baik, sementara ia mengetahui terdapat calon yang lebih baik.
โJadi khianat kepada Nabi, khianat kepada pendiri (NU). Apalagi kalau memilihnya itu ada sesuatu, maka dosanya menjadi bertambah,โ jelasnya setelah mengutip sebuah hadits.
Menurutnya, pesan tersebut merupakan bagian dari upaya para kiai sepuh untuk menjaga agar proses Muktamar NU berlangsung sesuai dengan nilai-nilai keulamaan, akhlakul karimah, serta kepentingan jamโiyyah.
Forum yang berlangsung selama sekitar satu jam ini membuahkan tujuh poin tausiyah yang ditujukan kepada muktamirin dan Presiden Prabowo Subianto.
Berikut poin lengkap yang dibacakan KH Muhibbul Aman Aly.
- Nahdlatul Ulama adalah jam'iyyah diniyyah ijtima'iyah yang menjunjung tinggi adab dan akhlakul karimah serta memegang teguh khittah nahdliyyah. Jagalah keluhuran misi, merwah, dan kehormatan jamiyah. Jauhkan Muktamar dari segala tindakan yang tidak terpuji dan bertentangan dengan akhlakul karimah.ย
- Muktamar adalah forum permusawatan para kiai, ulama dan pemegang amal jamiyah. Bermusyawarahlah dengan akal sehat, hati yang jernih, dan akhlak yang mulia. Pilihlah pemimpin yang terbaik, jangan memilih pemimpin yang tidak baik. Utamakan kemaslahatan jamiyah, perkuat persatuan dan hindari pertikaian.
- Ahlul Halli wal 'Aqdi adalah maqam keulamaan. Jaga kehormatan dan martabatnya. Jangan nodai proses penentuan AHWA dengan transaksi, tekanan, rekayasa atau cara-cara yang tidak terpuji, yang mencederai kemuliaan para ulama.
- Muktamirin adalah pemegang kedaulatan dalamย Muktamar. Hormati hak dan kemerdekaannya. Jangan ada pengondisian, tekanan, manipulasi ataupun rekayasa yang mengurangi kebebasan muktamirin dalam menyampaikan pendapat dan menentukan pilihan.ย
- Kepada pemerintah, kekuatan politik dan seluruh pihak di luar jamiyah. Paraย ulamaย menyerukan agar menghormati kemandirian Nahdlatul Ulama dan kedaulatan muktamar. Hindari segala bentuk tekanan yang dapat dipersepsikan sebagai tekanan pengondisian atau intervensi terhadap proses dan keputusan muktamar.ย
- Paraย kiaiย sepuh menaruh kepercayaan kepada Presidenย Prabowoย Subianto untuk menjaga agar pemerintah tetap berdiri pada posisi menghormati kemandirian Nahdlatul ulama. Apabila terdapat pejabat menteri atau lainnya yang melakukan tindakan tidak patut yang dapat dinilai sebagai intervensi terhadap proses Muktamar, forum berharap kepada Presiden untuk mengambil tindakan yang tegas. Paraย kiaiย siap menghadapย Presiden untuk menyampaikan secara langsung informasi dan hal-hal yang menjadi keprihatinan kami demi menjaga kehormatan pemerintah, kemandirian Nahdlatul Ulama dan kedaulatan NU.
- Menyerukan kepada pihak-pihak yang mengacaukan prosesย Muktamar untuk segera menghentikan tindakannya karena orang yang baik adalah orang yang menyadari kesalahannya dan tidak melanjutkan tindakan yang tidak terpuji itu. โโโโโโโ
'Semoga Allah subhanahu wa ta'ala senantiasa menjaga, melindungi dan membimbing Nahdlatul Ulama," pungkasย KH Muhibbul Aman Aly.
Terpopuler
1
Para Kiai Sepuh Sarankan Presiden Prabowo Tindak Tegas Pejabat yang Ikut Campur Muktamar Ke-35 NU
2
Muktamar Ke-35 NU Dibuka Kamis 27 Agustus Pukul 15.00 WIB oleh Presiden Prabowo
3
Anjuran Merayakan Maulid Nabi Muhammad dan Dalil-Dalilnya
4
Terima Kunjungan Gus Yahya, Kiai Kafabih Lirboyo Sampaikan Pesantren Harus Turun Tangan agar NU Lebih Baik
5
Kumpul di Kediri, para Kiai Sepuh Ingatkan Muktamirin: Jaga Marwah Jamiyah, Hindari Tekanan dan Pertikaian
6
Khutbah Jumat: Bulan Maulid, Kembali Membaca Sirah Nabawiyah untuk Diteladani
Terkini
Lihat Semua