LBM PBNU Gelar Madrasah Bahtsul Masail di Banjar
NU Online ยท Kamis, 9 April 2026 | 09:00 WIB
Wakil Sekretaris LBM PBNU KH Alhafiz Kurniawan, Wakil Ketua KH Imam Nakhei, Anggota Nyai Hj Atika Anwar, Sekretaris Nyai Hj Alai Nadjib, dan Nyai Izzah Farhatin Ilmi. (Foto: panitia)
Ahmad Mursyidi
Kontributor
Banjar, NU Online
Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) kembali menggelar madrasah bahtsul masail untuk ketiga kali. LBM PBNU dan PCNU Banjar memfasilitasi pengurus NU dan santri dalam pelatihan dan simulasi sidang bahtsul masail di Gedung PCNU Banjar, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Ahad-Senin (5-6/4/2026).
LBM PBNU dan PCNU Kabupaten Banjar memberikan pendampingan kepada sedikitnya 120 peserta yang berasal dari 20 kecamatan di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banjar Habib Ali Husein Alydrus mengatakan, โMadrasah bahtsul masail ini cukup menarik perhatian bahkan pengurus NU di luar Banjar dan Kalimantan Selatan.โ
Wakil Ketua LBM PBNU KH Imam Nakhei, dalam sambutannya, menyampaikan bahwa LBM PBNU berkomitmen terus mengawal tradisi ulama salaf yaitu tradisi mubahasah, tradisi munaqasah, dan tradisi muzakarah.
Hal itu diwujudkan di antaranya dengan pelaksanaan madrasah bahtsul masail di sejumlah daerah. "Kemarin yang pertama di Bengkulu, kedua di Sumatra, ketiga di Kalsel tepatnya di Kabupaten Banjar dan rencananya akan dilaksanakan dI NTB. PWNU Bali juga sudah meminta kita," kata Kiai Nakhei.
Forum madrasah bahstul masail LBM PBNU berisi pembekalan historis dan jenis forum bahtsul masail, ketentuan pengambilan keputusan keagamaan (thariqah istinbathul ahkam), kriteria rujukan (al-kutub al-muโtabarah), juga tata tertib sidang bahtsul masail di lingkungan NU.
Sekretaris LBM PBNU Nyai Hj Alaโi Najib mengatakan, bahtsul masail merupakan roh dari NU. Bahkan, bahtsul masail berusia lebih tua karena forum seperti sudah tumbuh di lingkungan ulama sebelum organisasi NU didirikan.
โSaya mengapresiasi betul kehadiran peserta perempuan pada kesempatan kali ini. Ini sangat penting karenanya dapat memperkaya perspektif pembahasan di forum nantinya,โ kata Nyai Hj Alaโi Najib.
Wakil Sekretaris H Alhafiz Kurniawan mengatakan, PBNU periode ini tengah berbenah termasuk dalam hal bahtsul masail melalui perkum organisasi tentang pengambilan keputusan sosial keagamaan. Di sana diatur soal tata tertib pengambilan keputusan, iโadatun nazhar (peninjauan kembali) atas putusan lama yang tidak lagi relevan berikut pertimbangannya.
โPerkum ini menjadi payung hukum jamโiyyah bagi mubahitsin di lingkungan PBNU terus ke PCNU, MWCNU. Ketentuan yang belum diatur di perkum ini akan diatur pada perbaikan perkum selanjutnya seperti soal penggunaan qaul rajih dan marjuh,โ kata H Alhafiz Kurniawan.
Adapun pengurus LBM PBNU yang hadir terdiri atas Wakil Ketua LBM PBNU KH Imam Nakhei, Sekretaris LBM PBNU Nyai Hj Alaโi Najib, Wakil Sekretaris LBM PBNU H Alhafiz Kurniawan, anggota LBM PBNU Nyai Hj Atika Anwar, dan anggota LBM PWNU DKI Jakarta Nyai Izzah Farhatin Ilmi.
โKita mempelajari fikrah nahdliyyah sebagai landasan kita melakukan dan mengambil putusan keagaman dalam forum bahtsul masail di lingkungan NU,โ kata Nyai Hj Atikah Anwar.
Nyai Izzah di forum ini menjelaskan ketentuan referensi bahtsul masail di lingkungan NU sesuai dengan putusan Munas NU. Madrasah bahtsul masail ini dilanjutkan dengan simulasi sidang bahsul masail yang membahas masalah yang terjadi di masayarakat setempat
Terpopuler
1
2.500 Alumni Ikuti Silatnas Iktasa di Istiqlal Jakarta, Teguhkan 3 Fungsi Utama Pesantren
2
Akademisi Soroti Gejala Pembusukan Demokrasi yang Kian Sistematis Sejak Era Jokowi ke Prabowo
3
Savic Ali Kritik Arah Kebijakan Pemerintah yang Sentralistik, Jauh dari Kepentingan Rakyat Kecil
4
Bahaya Tidur Berlebihan: 8 Dampak Buruk bagi Kesehatan Menurut Imam Munawi
5
Perundingan AS-Iran Gagal, Ketum PBNU dan Paus Leo XIV Ajak Seluruh Umat Wujudkan Perdamaian
6
YLBHI: HAM Diabaikan, Warga yang Kritik Pemerintah Tak terlindungi
Terkini
Lihat Semua