Nasional

Menjaga Kesehatan Hewan Peliharaan melalui Vaksinasi Rabies

NU Online  ยท  Rabu, 7 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Menjaga Kesehatan Hewan Peliharaan melalui Vaksinasi Rabies

Seorang petugas sedang menyuntikkan vaksin rabies kepada kucing di Kantor Kelurahan Tebet Timur, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (6/10/2026). (Foto: NU Online/Suwitno)

Jakarta, NU Online

Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (Sudin KPKP) Jakarta Selatan menggelar vaksinasi rabies gratis bagi hewan penular rabies (HPR) di Kantor Kelurahan Tebet Timur, Jakarta Selatan, Selasa (6/10/2026).


Kepala Satuan Pelaksana KPKP Kecamatan Tebet Irma Malini mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program vaksinasi rabies gratis pemerintah untuk menjaga kesehatan hewan sekaligus mendukung upaya mempertahankan Jakarta sebagai wilayah bebas rabies.


โ€œPada hari ini kegiatan vaksin sudah dilaksanakan dengan total hewan yang tervaksin yaitu 90 ekor, terdiri dari 81 ekor kucing dan sembilan ekor anjing,โ€ ujar Irma.


Vaksinasi untuk HPR Sehat

Irma menjelaskan, pelaksanaan vaksinasi diawali dengan penyebaran informasi melalui flyer yang disampaikan pihak kelurahan kepada masyarakat. Warga kemudian membawa hewan peliharaannya ke lokasi vaksinasi pada pukul 09.00โ€“12.00 WIB.


Saat pendaftaran, pemilik hewan diminta memberikan data berupa nama, alamat, dan nomor telepon. Petugas juga mencatat nama, usia, dan warna hewan sebagai bagian dari pendataan serta penerbitan sertifikat vaksinasi.


Menurut Irma, tidak semua hewan dapat langsung menerima vaksinasi. Hewan yang divaksin harus berusia minimal empat bulan, dalam kondisi sehat, serta tidak sedang bunting atau menyusui.


โ€œDalam kondisi sakit tidak boleh, apalagi flu atau pilek. Jadi hewan harus dalam keadaan sehat,โ€ jelasnya.


Petugas juga memeriksa kondisi umum hewan sebelum vaksinasi, antara lain kondisi tubuh, suhu badan, dan pencernaan. Hewan yang menunjukkan gejala sakit akan ditunda vaksinasinya hingga kondisinya dinyatakan sehat.


Irma berharap vaksinasi rabies dapat menjangkau seluruh HPR di wilayah Kecamatan Tebet. Ia juga mengingatkan masyarakat agar melakukan vaksinasi rabies secara rutin setahun sekali serta menjaga kesehatan hewan melalui pemeriksaan berkala.


โ€œDiharapkan semoga hewan-hewan HPR, hewan penular rabies dapat semua tervaksinasi rabies dengan pengulangan satu tahun sekali,โ€ katanya.


Membantu Pemilik Kucing

Pemilik kucing, Iriana Susandi, menyambut baik program vaksinasi rabies gratis tersebut. Menurutnya, program itu sangat membantu masyarakat, terutama para pemerhati dan penyayang kucing jalanan.


โ€œSaya senang ada vaksinasi untuk para kucing. Saya banyak membawa kucing stray karena biasanya tidak ada yang memberikan vaksinasi,โ€ kata Iriana.


Ia menilai vaksinasi penting agar kucing tetap sehat dan tidak menjadi sumber penularan penyakit, baik kepada hewan lain maupun manusia.


Iriana berharap program vaksinasi juga dapat dilengkapi dengan pemberian obat kutu dan obat cacing, terutama bagi kucing liar.


Selain vaksinasi, ia mengapresiasi program sterilisasi yang dilakukan pemerintah karena membantu mengendalikan populasi kucing liar. Ia berharap sterilisasi, khususnya terhadap kucing betina, dapat diperluas.


โ€œKe depannya saya berharap lebih banyak lagi sterilisasi untuk kucing betina. Kemudian pada saat vaksin, ditambah obat kutu dan obat cacing, jadi mereka lebih sehat,โ€ ujarnya.


Pemeriksaan Rutin Penting

Dokter hewan Aditya Nugraha mengatakan pemeriksaan kesehatan hewan perlu dilakukan secara rutin. Menurutnya, penyakit yang sering ditemukan pada kucing antara lain flu dan sejumlah penyakit akibat virus, seperti feline infectious peritonitis (FIP) dan panleukopenia.


Selain menangani penyakit, petugas medis hewan juga melakukan sejumlah tindakan, seperti penjahitan luka dan sterilisasi pada kucing maupun anjing.


Aditya menegaskan, menjaga kesehatan hewan juga berkaitan dengan kesehatan manusia. Vaksinasi rabies, misalnya, tidak hanya memberikan perlindungan bagi hewan, tetapi juga membantu melindungi manusia dari risiko penularan penyakit tersebut.


Ia menyarankan pemilik hewan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Pemeriksaan sederhana dapat dilakukan setiap bulan, sedangkan pemeriksaan yang lebih lengkap, seperti cek darah, dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan hewan.


โ€œKalau bisa hewannya sering-sering dibawa ke dokter hewan. Jangan sekali-kali membeli obat-obatan di luar tanpa resep dokter. Lebih baik periksa dulu baru diobati,โ€ kata Aditya.


Menurutnya, pemeriksaan oleh dokter hewan penting agar hewan mendapatkan penanganan dan obat yang tepat sesuai dengan kondisi penyakitnya.


Aditya juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan kondisi kesehatan hewan. Beberapa kasus yang pernah ditangani antara lain kucing yang mengalami luka parah akibat tertabrak, kesulitan buang air kecil, hingga pyometra atau infeksi rahim yang dapat mengancam nyawa jika tidak segera ditangani.


โ€œJadi lebih baik periksa dulu baru diobati, sehingga penanganannya tepat dan pemberiannya juga tepat,โ€ pungkasnya.