Optimisme dan Solidaritas Sosial di Balik Tradisi Rebo Wekasan
NU Online · Kamis, 6 Agustus 2026 | 17:00 WIB
Achmad Risky Arwani Maulidi
Kontributor
Jakarta, NU Online
Salah satu fenomena sosial-keagamaan di Indonesia adalah Rebo Wekasan. Pada hari Rabu terakhir bulan Safar ini, umat Islam Indonesia melakukan berbagai ritual seperti shalat sunnah 4 rakaat, membaca doa khusus, silaturahmi hingga bersedekah.
Baca Juga
Penjelasan Mengenai Rebo Wekasan
Sebagian kaum muslimin beranggapan bahwa hari tersebut membawa sial. Pandangan ini disebut merujuk kepada kesaksian sebagian ulama tasawuf melihat turunnya musibah sehingga mereka yang meyakini lantas melakukan berbagai ritual untuk menangkalnya.
Menanggapi arus anggapan tersebut, Peneliti Aswaja NU Center Jember, Abdul Wahab Ahmad dalam Rebo Wekasan, Hari Untung Bukan Buntung menilai bahwa Rebo Wekasan mendatangkan berkah dibanding membawa musibah. Karena, menurutnya, datang atau tidaknya musibah bergantung prasangka seorang hamba.
Baca Juga
Amalan dan Doa Rebo Wekasan
Pernyataan tersebut, ia alamatkan pada hadits qudsi riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim. Ia juga melihat bahwa pandangannya memiliki landasan aqidah yang kuat, di antaranya dikabulkannya doa Nabi Muhammad pada hari Rabu yang kemudian diikuti oleh sahabatnya ketika mempunyai hajat tertentu.
Baca Juga
Hukum Shalat Rebo Wekasan dalam Islam
“Justru hari Rabu adalah hari di mana doa Nabi dikabulkan setelah sebelumnya berdoa mulai senin di masjid al-Fath. Akhirnya, Sahabat Jabir bin Abdullah apabila mempunyai perkara penting beliau berdoa di hari Rabu di antara shalat Dhuhur dan Ashar,” terang Abdul dikutip Kamis (6/8/2026).
Adalah al-Hafidz as-Syakhawi, seorang ulama yang mengatakan bahwa hari Rabu mendatangkan keberkahan, berdasar perkataan orang-orang saleh yang ditemuinya. Meski bukan hadits, lanjut Abdul, pemaknaan ini banyak diikuti para kiai di pesantren.
Ia menyarankan agar seorang Muslim memilih pesan yang memuat hal-hal positif yang dapat menguatkan optimisme. Pasalnya, hal tersebut dianjurkan Nabi Muhammad daripada tathayyur (mengikuti tanda sial) dan tasya’um (meyakini sesuatu membawa sial).
“Beliau mengajarkan umat Islam untuk ber-tafa’ul, yakni memberi kata-kata positif yang diharapkan terwujud,” kata Wakil Sekretaris PCNU Jember itu, dilanjutkan dengan mengutip hadits tentang Muhammad yang menjelaskan tafa’ul.
Kemudian KH Maimoen Zubair ritual menuturkan bahwa Rebo Wekasan berkenaan dengan sakit yang dialami Nabi Muhammad pada hari Rabu terakhir bulan Safar. Keterangan ini dikutip dari Kitab Tarikh Muhammadur Rasulullah karya Ibnu Qayyim al-Jauziyah.
Nabi Muhammad saw sakit selama 12 hari berturut-turut kemudian wafat (arba’ul mustamir). Dalam kondisi seperti itu, Nabi Muhammad berpesan kepada Abu Bakar.
“Bersegeralah bersedekah, karena bala’ dan musibah tidak bisa mendahului amal sedekah. Terutama sedekah kepada anak yatim dan dlu’afa,” tulis Tris Wijaya di dalam artikel Tentang Tradisi Rebo Wekasan.
Ia pun memaknai fenomena Rebo Wekasan sebagai ekspresi kaum muslimin memperkuat ikatan sosial. Salah satunya terlihat dalam acara mengirim apem, makanan berbahan baku tepung beras, ke tetangga dan saudara.
“Tradisi rebo wekasan dengan mengirim apem sebagai simbol atas kesiapan dan kekuatan mental sosial dengan berbagi rasa kepeduliaan bersama (resiliensi sosial),” terang Pengajar di Pondok Pesantren Darul Fikr Arjawinangun, Cirebon itu.
Dengan demikian, menurutnya, fenomena Rebo Wekasan tidak berkaitan dengan ritual keagamaan belaka, melainkan peristiwa budaya yang berfungsi memperkuat sosial serta meneguhkan kesiapan menghadapi musibah atau bencana.
Terpopuler
1
Nasirun, Keluarganya, dan Tarekat
2
Melalui PBNU, YANMU Salurkan 11 Ambulans dan 1.000 Al-Quran untuk PWNU dan PCNU
3
Agresi Israel Tak Berhenti usai Kesepakatan Pelucutan Senjata, Jumlah Korban di Gaza Capai 73.356 Jiwa
4
Fariz Alnizar Dilantik sebagai Rektor Unusia Periode 2026–2030
5
Sejumlah Bakal Calon Ketua Umum PBNU Hadiri Peluncuran Buku Kiai Ma'ruf Amin
6
PBNU Pastikan Pesantren Tambakberas Siap Tampung 3.000 Lebih Peserta Muktamar Ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua