Nasional

Perempuan Dianjurkan 6 Amalan Ini di Hari Jumat

NU Online  ·  Kamis, 1 Oktober 2026 | 22:30 WIB

Perempuan Dianjurkan 6 Amalan Ini di Hari Jumat

Ilustrasi perempuan di hari Jumat. (Foto: NU Online)

Jakarta, NU Online 

Bagi umat Islam, Jumat merupakan hari yang istimewa. Sebagai hari yang spesial, umat Islam perlu mengisinya dengan sejumlah amalan tertentu berlipat ganda pahalanya. Jika laki-laki wajib melakukan shalat Jumat, perempuan juga bisa melaksanakan aktivitas lain yang tak kalah bermanfaatnya.


Setidaknya, ada enam anjuran amalan yang bisa dilakukan perempuan mengumpulkan amalan. Hal ini sebagaimana dilansir NU Online dalam artikel berjudul Enam Aktivitas Utama di Hari Jumat bagi Perempuan pada Kamis (1/10/2026).


1. Banyak bershalawat kepada Nabi Muhammad

Bukan hanya Jumat, amalan ini memang sangat baik dilaksanakan kapan saja. Namun, memperbanyaknya di hari Jumat ini sangatlah dianjurkan. Hal ini tidak terbatas pada orang tertentu, perempuan juga sangat dianjurkan untuk melaksanakannya. Hal ini sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Baihaqi berikut.


“Perbanyaklah shalawat kepadaku pada mal Jumat dan hari Jumat, barangsiapa yang bershalawat kepadaku satu kali maka Allah akan bershalawat kepadanya 10 kali,” (HR Al-Imam Al-Baihaqi dengan sanad yang baik)


Bahkan Syekh Zainuddin Abdul Aziz al-Malibariy menyatakan bahwa memperbanyak bershalawat kepada Nabi Muhammad saw pada hari Jumat lebih utama daripada memperbanyak berdzikir dan membaca Al-Qur’an yang tidak ada keterangan khusus dari Nabi Muhammad saw. Hal tersebut dijelaskan dalam kitab monumentalnya, Fath al-Muin bi Syarhi Qurratil Ain.


2. Baca surat Al-Kahfi 

Rasulullah saw menganjurkan umat Islam untuk membaca surat Al-Kahfi sebagaimana Hadits yang diriwayatkan Al-Hakim berikut.


“Barangsiapa yang membaca Surat Al-Kahfi pada hari Jumat maka akan ada cahaya yang menyinarinya diantara 2 Jumat."


3. Berdoa

Doa merupakan wujud penghambaan dan kepasrahan manusia kepada Tuhannya. Memanjatkan doa sebanyak-banyaknya sangat disunnahkan di hari Jumat. Sebab, ada satu masa yang dirahasiakan Allah swt di hari Jumat ini terkabulnya doa yang dipanjatkan bertepatan dengan waktu tersebut. Hal ini sebagaimana dijelaskan Syekh Jalaluddin Al-Mahalli dalam Syarah Minhaj At-Thalibin.

 
Hal serupa juga dijelaskan Syekh Sayyid Abdullah bin Alwi Al-Haddad sebagaimana dikutip Syekh Abu Bakr bin Syatha, bahwa di hari Jumat, terdapat waktu yang mulia. Jika doa dipanjatkan pada waktu tersebut, akan dikabulkan secara mutlak. Waktu tersebut disamarkan pada keseluruhan hari itu seperti halnya yang diungkapkan oleh Al-Imam Al-Ghazali dan selainnya.


4. Membaca Surat Yasin

Membaca Surat Yasin sangat dianjurkan berlandaskan hadits riwayat Abu Daud dari Al-Habr sebagai berikut.


“Barangsiapa membaca surat Yasin dan al-Shaffat di malam Jumat, Allah mengabulkan permintaannya.”


Al-Manawi menyebut sanad hadits itu terputus. Dengan demikian, hadits tersebut berstatus lemah. Meski demikian, hadits tersebut tetap bisa diamalkan sebab berkaitan dengan keutamaan amal (fadlail al-a’mal). 


5. Banyak berkebajikan

Salah satu keutamaan hari Jumat adalah dilipatgandakannya pahala kebaikan sepuluh kali lipat dari pada hari yang lain. Keutamaan ini tidak terkhusus untuk laki-laki, tetapi berlaku juga bagi perempuan.


Syekh Abu Bakr bin Syatha menjelaskan bahwa Ibnu Zanjawiyah dari Ibn al-Musayyab bin Rafi’, beliau berkata,"Barang siapa yang berbuat kebaikan pada hari Jumat maka akan dilipatgandakan sepuluh kali lipat dari hari yang lain, dan barang siapa berbuat kejelekan maka juga demikian (dilipatgandakan dosanya sepuluh kali lipat). Dan disamakan hari, yaitu malam, sebab tidak ada perbedaan sama sekali. Hal ini termaktub dalam kitab Hasyiyah I’anah At-Thalibin.


6. Mandi Jumat

Mandi di hari Jumat tidak hanya dianjurkan untuk laki-laki, tetapi juga bagi siapa pun yang menghadiri ibadah shalat Jumat, termasuk perempuan. Ditegaskan dalam hadits riwayat Ibnu Hibban dari Ibnu Umar sebagai berikut.


“Barangsiapa yang mendatangi shalat Jumat baik laki-laki maupun perempuan maka hendaklah mandi.”


Jika perempuan memilih shalat Dzuhur, baginya tidak dianjurkan untuk mandi Jumat. Meski demikian, Syekh Muhammad Nawawi Al-Bantani menyatakan sebaliknya, meskipun tidak melaksanakan shalat Jumat, mandi Jumat tetap disunnahkan bagi perempuan sebagaimana dijelaskan dalam kitab Nihayatuz Zain.