Nasional

Pleno PP Fatayat NU Tetapkan Dewi Winarti sebagai Plt Ketua Umum

NU Online  ·  Senin, 6 April 2026 | 18:00 WIB

Pleno PP Fatayat NU Tetapkan Dewi Winarti sebagai Plt Ketua Umum

Rapat Pleno PP Fatayat NU yang menetapkan Dewi Winarti sebagai Plt Ketum Fatayat NU. (Foto: dok. Fatayat NU)

Jakarta, NU Online

Pimpinan Pusat (PP) Fatayat Nahdlatul Ulama menetapkan Dewi Winarti sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum melalui rapat pleno yang digelar secara hybrid di Kantor PP Fatayat NU, Jakarta Pusat, Senin (6/4/2026). Dewi sebelumnya menjabat sebagai Ketua 1 Bidang Organisasi dan Pengkaderan PP Fatayat NU.


Penetapan ini menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan organisasi setelah Ketua Umum sebelumnya, Margaret Aliyatul Maimunah, wafat pada 1 Maret 2026.


Sekretaris Umum PP Fatayat NU Ela Siti Nuryamah menjelaskan bahwa rapat pleno merupakan mekanisme organisasi yang sah untuk memastikan estafet kepemimpinan tetap berjalan. Forum tersebut dilaksanakan dengan semangat kebersamaan dan tanggung jawab organisasi.


“Rapat pleno ini merupakan bagian dari amanat organisasi untuk memastikan keberlanjutan kepemimpinan. Estafet tidak boleh terhenti,” ujarnya.


Ela menuturkan, sebelum pleno digelar, pengurus harian telah melakukan rapat internal yang berlangsung dinamis. Berbagai masukan, pandangan, dan pertimbangan dibahas secara terbuka sebagai bagian dari proses pengambilan keputusan yang matang.


Ia menambahkan, dinamika dalam organisasi merupakan hal yang wajar dan justru menjadi indikator kesehatan organisasi. Menurutnya, kemampuan menemukan solusi atas berbagai situasi menjadi penanda kekuatan Fatayat NU sebagai organisasi besar.


“Organisasi ini bukan milik individu, tetapi amanah perjuangan para pendahulu yang harus kita jaga dan teruskan,” katanya.


Lebih lanjut, Ela menegaskan bahwa seluruh bidang dan lembaga di lingkungan PP Fatayat NU tetap harus menjalankan program sebagaimana mestinya. Transisi kepemimpinan, menurutnya, tidak boleh menghambat jalannya roda organisasi.


“Fatayat NU adalah organisasi besar yang harus dipertanggungjawabkan, tidak hanya kepada kader, tetapi juga kepada keluarga besar Nahdlatul Ulama,” tegasnya.


Sementara itu, Dewi Winarti menyatakan kesediaannya menerima amanah sebagai Plt Ketua Umum dengan penuh tanggung jawab. Ia mengakui bahwa keputusan tersebut lahir dari proses musyawarah yang dilandasi keikhlasan dan kebersamaan.


“Kami merasakan kehilangan, tetapi dari situ muncul keyakinan untuk melanjutkan amanah ini dengan lebih kuat,” ujarnya.


Dewi menegaskan bahwa kepemimpinan yang dijalankannya ke depan akan berlandaskan semangat kolektif kolegial. Ia mengajak seluruh pengurus untuk saling mendukung dan menguatkan dalam menjalankan tanggung jawab organisasi.


“Ini bukan tentang saya, tetapi tentang bagaimana kita bersama-sama melanjutkan amanah dan menjaga Fatayat NU,” katanya.


Ia juga menekankan pentingnya menghilangkan sekat di antara pengurus agar organisasi dapat berjalan solid. Menurutnya, kebersamaan menjadi kunci utama dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.


“Saya tidak ingin ada sekat di antara kita. Kita harus saling mendukung dan menguatkan,” lanjutnya.


Rapat pleno ini dipimpin langsung oleh Ketua Bidang Litbang dan Media PP Fatayat NU Ufi Ufiyah. Ia menegaskan bahwa forum tersebut membuka ruang seluas-luasnya bagi seluruh kader untuk menyampaikan gagasan dan masukan.


“Forum ini terbuka bagi seluruh sahabat, baik yang hadir langsung maupun daring, untuk memberikan pandangan dan gagasan,” ujarnya.


Ia menjelaskan, keputusan penetapan Plt Ketua Umum merupakan hasil musyawarah mufakat pengurus harian yang kemudian dibawa dan disepakati dalam forum pleno sebagai mekanisme tertinggi dalam pengambilan keputusan organisasi.


Ufi menambahkan, semangat kolektif kolegial menjadi prinsip utama dalam menjalankan kepemimpinan ke depan. Seluruh keputusan, kata dia, akan diambil secara bersama dengan mengedepankan transparansi dan akuntabilitas.


Lebih lanjut, ia memastikan kepemimpinan berjalan secara kolektif, transparan, dan bertanggung jawab.


“Kami berharap, hasil pleno ini dapat memperkuat konsolidasi internal sekaligus menjaga keberlanjutan program organisasi hingga akhir masa khidmat,” harap Ufi.