Prabowo Bilang sudah Mengerti Gaji Guru Rendah dan Lapangan Kerja Sedikit
NU Online ยท Selasa, 21 Juli 2026 | 11:00 WIB
Haekal Attar
Penulis
Jakarta, NU Online
Presiden Prabowo Subianto mengakui telah memahami masih banyak persoalan yang dihadapi masyarakat, seperti rendahnya gaji guru, terbatasnya lapangan kerja, serta masih tingginya angka kemiskinan ekstrem.
Presiden Prabowo menjelaskan bahwa persoalan-persoalan tersebut justru menjadi alasan utama pemerintah diberi mandat oleh rakyat untuk mencari solusi dan menyelesaikannya.
"Kita paham, ini semua masalah. Kita paham, kita mengerti. Justru ini karena kita dipilih, diberi mandat untuk kita selesaikan," kata Presiden Prabowo saat taklimat pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026).
Lebih lanjut, Presiden Prabowo mengatakan bahwa para pemimpin politik, teknokrat, budaya, dan masyarakat mendapat mandat dari rakyat untuk menghadapi serta menyelesaikan berbagai persoalan bangsa.ย
"Jadi, kita tidak boleh takut dengan masalah, kita tidak boleh takut dengan kesulitan, kita tidak boleh takut dengan kekurangan," jelasnya.
Selain itu, ia juga mengakui masih terdapat ketimpangan di tengah masyarakat. Presiden Prabowo mengatakan, setelah menjabat sebagai presiden, dirinya baru menyadari bahwa sejumlah persoalan yang dihadapi bangsa ternyata jauh lebih besar dari perkiraannya.
"Terus terang saja saya katakan di mana-mana. Saya sendiri sebagai presiden, sebagai yang diberi mandat bersama saudara wakil presiden, kita disumpah. Saya sendiri tidak menduga sesungguhnya betapa beberapa masalah itu sangat di luar perkiraan kita," jelasnya.
Presiden Prabowo menilai, telah terjadi distorsi dalam perekonomian nasional yang menyebabkan kekayaan Indonesia mengalir ke luar negeri dalam jumlah sangat besar setiap tahun. Menurutnya, kondisi tersebut terjadi akibat praktik-praktik seperti under invoicing dan pemalsuan laporan.
Prabowo Sebut Pembangunan Sejalan dengan SDGs
Presiden Prabowo menyebutkan bahwa arah pembangunan saat ini selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) yang dicanangkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).ย ย ย
โKita percaya kepada kekuatan kita sendiri. Kita percaya kepada hal-hal yang asasi, yang basic. Basic bukan menurut selera kita, basic menurut pakar-pakar dunia. Basic menurut PBB. Sustainable Development Goals,โ ujarnya.
Ia menegaskan, penghapusan kemiskinan dan kelaparan menjadi prioritas utama yang harus diperjuangkan negara. Menurutnya, sebagai anggota G20, Indonesia tidak boleh membiarkan rakyatnya hidup dalam kelaparan.ย ย ย
โSDG pertama adalah no poverty. Tidak ada kemiskinan. Zero hunger. Zero hunger. Tidak boleh ada orang Indonesia yang lapar,โ lanjutnya.
Presiden menekankan, berbagai agenda pembangunan yang dijalankan pemerintah juga mencakup kesehatan, pendidikan, kesetaraan gender, air bersih, energi bersih dan terjangkau, pekerjaan layak, pertumbuhan ekonomi, industri, inovasi, infrastruktur, serta pengurangan ketimpangan.
โSDG ketiga, good health and well being. Nomor empat, quality education. Lima, gender equality. Enam, clean water. Tujuh, affordable and clean energy. Decent work and economic growth. Industry, innovation, infrastructure, reduce inequalities. Saudara-saudara, ini yang kita sedang kerjakan,โ terangnya.
Terpopuler
1
Diskusi Kabla Muktamar Ke-35 di Unusia: Pengendali NU Kian Anonim, Perlu Menjaga Jarak dari Intervensi Negara
2
11 Kecamatan Banyumas Rawan Kekeringan, Ansor Minta Penanganan Tak Hanya Distribusi Air Bersih
3
Akui Dapat Banyak Kritik, Presiden Prabowo Heran MBG Disebut Pemborosan
4
Fachry Ali: Gus Dur Membuka Jalan Saya Melihat NU sebagai Objek Kajian Akademik
5
Halaqah Pra-Muktamar di Ciganjur Hasilkan Delapan Rekomendasi untuk Muktamar Ke-35 NU
6
Halaqah Pra-Muktamar di Ciganjur Himpun Rekomendasi untuk Muktamar Ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua