Nasional

Prabowo Janjikan Masalah Sampah Selesai dalam 3 Tahun

NU Online  ยท  Senin, 13 April 2026 | 21:00 WIB

Prabowo Janjikan Masalah Sampah Selesai dalam 3 Tahun

Presiden Prabowo Subianto saat rapat kerja Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026). (Foto: tangkapan layar youtube Sekretariat Presiden)

Jakarta, NU Online

Presiden Prabowo Subianto menjanjikan bahwa persoalan sampah di Indonesia dapat diselesaikan dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Ia mengatakan bahwa teknologi pengelolaan sampah saat ini sudah cukup memadai dan terjangkau.


โ€œKita punya teknologi sekarang, teknologi untuk membersihkan sampah, buatan kita sendiri, tidak terlalu mahal,โ€ ujar Prabowo saat rapat kerja pemerintah anggota Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026).


Prabowo mengatakan bahwa persoalan sampah dapat diatasi melalui optimalisasi peran perguruan tinggi dan inovasi lokal tanpa harus bergantung pada teknologi impor.


โ€œDalam waktu dua tiga tahun, sampah seluruh Indonesia akan kita selesaikan. Tidak ada bagian Indonesia yang bau oleh sampah,โ€ katanya.


Namun, pernyataan tersebut mendapat tanggapan kritis dari Juru Kampanye Zero Waste Greenpeace Indonesia, Ibar Akbar. Ia menilai target tersebut tidak realistis jika pemerintah tidak melakukan perubahan mendasar dalam sistem pengelolaan sampah, khususnya pada tahap hulu.


โ€œKalau bicara soal ambisi dua sampai tiga tahun akan selesai, ya bagi kita tidak akan selesai juga, kalau semisal, pemerintah pusat tidak fokus pada pemilahan. Artinya, masyarakat sudah milah, tapi masyarakat juga perlu didukung oleh inventaris dan regulasi. Sehingga ketika masyarakat sudah milah, itu juga terfasilitasi,โ€ ujarnya saat dihubungi NU Online, Senin (13/4/2026).


Ibar juga menyoroti pentingnya pengurangan produksi sampah dari sumbernya. โ€œKetika tidak ada pengurangan produksi plastik sekali pakai. Karena bagi kita, mandat dari Undang-Undang nomor 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah adalah pengurangan dari sumber. Pengurangan dari sumber adalah pengurangan produksinya,โ€ tegasnya.


Menurutnya, pendekatan yang hanya mengandalkan instan di hilir melalui teknologi seperti Waste to Energy justru berisiko memperparah masalah. โ€œKalau misal jalan yang ditemukan oleh Prabowo dengan Waste To Energy, ya itu sama aja bohong,โ€ katanya.


Ia menjelaskan bahwa teknologi tersebut membutuhkan pasokan sampah dalam jumlah besar agar tetap beroperasi, sehingga secara tidak langsung mendorong produksi sampah terus-menerus. Persoalan emisi berbahaya juga menjadi perhatian serius.


โ€œPastinya emisi tinggi banget kalau ngeluangin Waste To Energy, masalahnya adalah mau tidak operator itu terbuka untuk uji emisi?,โ€ ujarnya.


Ibar juga menilai belum adanya peta jalan yang jelas dari pemerintah menjadi indikator bahwa target tersebut sulit tercapai.


โ€œKalau mau dua sampai tiga tahun selesai, roadmapnya sampai apa? Tidak ada roadmapnya, tidak ada peta jalannya,โ€ katanya.