Nasional

Program Mudik Bareng NU Bantu Perantau yang 11 Tahun Tak Pulang Kampung

NU Online  ·  Ahad, 15 Maret 2026 | 15:30 WIB

Program Mudik Bareng NU Bantu Perantau yang 11 Tahun Tak Pulang Kampung

Para pemudik memadati halaman gedung PBNU untuk bersiap berangkat menuju tujuan masing-masing. (Foto: NU Online/Suwitno)

Jakarta, NU Online

Program Mudik Bareng Nahdlatul Ulama (NU) membantu para perantau mewujudkan keinginan pulang kampung saat Lebaran, termasuk bagi mereka yang telah bertahun-tahun tidak dapat kembali ke kampung halaman karena keterbatasan biaya.


Kerinduan untuk berkumpul dengan keluarga saat Hari Raya Idul Fitri menjadi harapan banyak perantau. Namun, tingginya biaya perjalanan sering kali menjadi kendala yang membuat sebagian dari mereka harus menunda mudik selama bertahun-tahun.


Sebagai organisasi kemasyarakatan dengan anggota terbesar di Indonesia, NU telah memfasilitasi program mudik gratis selama 15 tahun terakhir. Program ini menjadi salah satu upaya membantu masyarakat dengan keterbatasan ekonomi agar tetap dapat pulang kampung dan merayakan Lebaran bersama keluarga.


Salah satu peserta mudik, Haeruddin, mengungkapkan rasa syukurnya dapat mengikuti program tersebut. Pria berusia 43 tahun yang bekerja sebagai kuli bangunan di wilayah Jakarta Barat itu berangkat bersama istri dan kedua anaknya menuju Banyuwangi.


“Alhamdulillah ada bantuan ini, mudik gratis jadi bisa mudik bareng sama keluarga, karena kita sudah lama, hampir 11 tahun tidak mudik ke Banyuwangi,” ujarnya kepada NU Online di sela-sela menunggu keberangkatan bus di Gedung PBNU, Jakarta pada Ahad (15/3/2026).


Bagi Haeruddin, biaya perjalanan selama ini menjadi kendala utama. Pendapatannya sebagai kuli bangunan yang tidak menentu membuatnya kesulitan menyisihkan uang untuk pulang kampung.


“Karena ekonomi, saya kan kuli bangunan. Ya, kadang ada kerjaan, kadang enggak, jadi ngumpulin uangnya agak susah,” katanya.


Ia mengetahui informasi mengenai program mudik gratis tersebut melalui media sosial. Setelah melihat pengumuman di Instagram, ia kemudian mencoba mendaftar.


“Jadi coba-coba dari Instagram, ada mudik gratis dari NU, ya saya daftar, langsung datang,” ungkapnya.


Cerita serupa disampaikan Nur Nuzulla, pemudik dengan tujuan Lamongan yang berangkat bersama suami dan dua anaknya. Ia mengaku merasa terbantu dengan adanya program tersebut.


“Mudik bareng NU ini nyaman dan tenang. Kalau misalkan kita mau turun dimana itu bisa kita pilih, sesuai dengan lokasi terdekat dari desa kita,” ungkapnya.


Nur berharap program ini dapat terus dilanjutkan dan bahkan diperluas karena masih banyak masyarakat yang membutuhkan fasilitas mudik gratis.


“Harapannya (mudik bareng) NU lebih baik lagi, lebih simpel, dan lebih gercep (gerak cepat),” katanya. 


Pada 2026, PBNU memberangkatkan sekitar 1.390 pemudik menggunakan 30 armada bus. Program mudik ini digawangi oleh Lembaga Takmir Masjid PBNU, LAZISNU, serta Pagar Nusa. Pelepasan para pemudik dilakukan di halaman Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, pada Ahad (15/3/2026).