Nasional MUKTAMAR KE-35 NU

Rumah Nyai Sinta Nuriyah Didatangi Pendemo, Ingatkan Pentingnya Ruang Aspirasi Warga

NU Online  ยท  Jumat, 28 Agustus 2026 | 14:45 WIB

Rumah Nyai Sinta Nuriyah Didatangi Pendemo, Ingatkan Pentingnya Ruang Aspirasi Warga

Nyai Hj Sinta Nuriyah Wahid (kanan) pada Mubes Warga NU 2026 di Halaman MA Salafiyah Syafi'iyah Seblak, Diwek, Jombang pada Jumat (28/8/2026) siang. (Foto: NU Online/Achmad Subakti)

Jombang, NU Onlineย 
Istri Presidenย Ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Nyai Hj Sinta Nuriyah Wahid, menceritakan rumahnya sempat didatangi sekelompok demonstran. Kedatangan para demonstran tersebut berkaitan dengan sejumlah persoalan yang hendak mereka sampaikan.

 

Ia menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Musyawarah Besar (Mubes) Warga NU 2026 di Halaman MA Salafiyah Syafi'iyah Seblak, Diwek, Jombang pada Jumat (28/8/2026) siang.

 

Menurutnya, peristiwa itu menjadi gambaran bahwa masyarakat masih membutuhkan ruang untuk menyampaikan aspirasi.

 

โ€œBayangkan, kemarin malam rumah saya didatangi oleh sekelompok demonstran untuk menuntut masalah-masalah yang mereka hadapi,โ€ ujarnya dalam forum tersebut.

 

Ia mengaku tidak asing dengan aksi demonstrasi. Ia bahkan mengenang keterlibatannya dalam aksi demonstrasi pada 1998. Saat itu, ia turut menyuarakan persoalan kebutuhan masyarakat, salah satunya terkait harga suu bayi.

 

โ€œSaya dulu juga seorang demonstran. Tahun 1998, saya menjadi demonstran. Memilih ikut bergerak untuk meminta susu bayi harganya diturunkan,โ€ katanya.

 

Menurutnya, keterlibatan dalam menyuarakan persoalan masyarakat tidak hanya dilakukan oleh laki-laki. Ia melihat perempuan juga memiliki peran penting dalam menyampaikan aspirasi serta memperjuangkan kepentingan masyarakat.

 

โ€œDan tidak hanya itu, tidak hanya laki-laki, tapi perempuan juga ada di situ,โ€ tuturnya.

 

Ia menilai, keberadaan ruang untuk menyampaikan aspirasi menjadi bagian penting dalam kehidupan berbangsa. Menurutnya, masyarakat perlu mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi kepada pihak yang memiliki kewenangan.

 

Dalam konteks Nahdlatul Ulama (NU), ia berharap, Mubes Warga NU 2026 dapat menjadi momentum untuk membicarakan berbagai persoalan secara terbuka, termasuk tantangan yang dihadapi masyarakat dan bangsa.

 

โ€œKewajiban dari NU adalah ada Mubes atau Muktamar nanti untuk membicarakan masalah-masalah yang seperti ini, untuk dibicarakan dengan sangat intens, dengan sangat baik, agar kita bisa membangun bangsa dan negara dengan sebaik-baiknya,โ€ jelasnya.

 

Ia juga mengingatkan bahwa kebijakan seorang pemimpin semestinya berorientasi pada kemaslahatan rakyat. Karena itu, menurutnya, hubungan antara pemimpin dan masyarakat harus dibangun dengan saling memahami dan tetap berpijak pada keadilan.

 

"Saya berharap forum warga NU dapat ikut memberikan sumbangsih pemikiran bagi perjalanan bangsa, sehingga aspirasi masyarakat tidak berhenti sebagai keluhan, tetapi dapat menjadi bahan perjuangan untuk menghadirkan kehidupan berbangsa yang lebih baik," pungkasnya.

 

Kontributor: Achmad Subakti