Safar Jadi Nama Bulan Kedua Hijriah karena 3 Hal
NU Online · Senin, 13 Juli 2026 | 21:00 WIB
Jakarta, NU Online
Umat Islam saat ini tengah memasuki akhir bulan Muharram 1448 H dan akan memasuki bulan Safar 1448 H dalam beberapa hari ke depan. Dalam bahasa Arab, kata Safar memiliki makna kosong atau sepi.
Makna tersebut sejalan dengan suasana yang terjadi pada bulan tersebut di perkampungan Arab. Sebab, kosong yang dimaksud adalah sepinya perkampungan Arab saat datang bulan tersebut. Hal ini sebagaimana dijelaskan Imam Ibnu Katsir (wafat 774 H).
“Di balik penamaan bulan Safar tidak lepas dari keadaan orang Arab tempo dulu pada bulan ini. Safar yang memiliki arti “sepi” atau “sunyi” sesuai keadaan masyarakat Arab yang selalu sepi pada bulan Safar,” tulis Ustadz Sunnatullah, Pengajar di Pondok Pesantren Al-Hikmah Darussalam Bangkalan, dalam tulisannya di NU Online berjudul Bulan Safar: Latar Belakang Nama dan Mitos Kesialan di Dalamnya yang dikutip pada Ahad (13/7/2026).
Pasalnya, lanjut Ustadz Sunnatulah, orang-orang keluar meninggalkan rumah untuk perang dan bepergian di bulan Safar tersebut sebagaimana dijelaskan Imam Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya.
Ibnu Manzhur (wafat 771 H) juga, terang Ustadz Sunnatulah, menyebut penamaan Safar dilatari perkampungan Arab kosong. Hal itu juga atas faktor kebiasaan mereka memerangi setiap kabilah yang datang.
Selain alasan tersebut, kosong di bulan tersebut bukan saja perkampungannya, tetapi juga kabilah-kabilah tersebut harus pergi tanpa bekal (kosong). Sebab, mereka meninggalkan bekal tersebut akibat rasa takut pada serangan orang Arab.
Di samping itu, alasan lain penamaan Safar juga dilatari pengosongan lahan mereka pada bulan setelah Muharram dalam kalender Qamariah itu. Sebab, orang Arab memiliki kebiasaan memanen semua tanaman yang mereka tanam. Penjelasan demikian ini sebagaimana termaktub dalam kitab Lisanul ‘Arab karya Muhammad al-Anshari.
Terpopuler
1
Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar Resmi Buka Bahtsul Masail Pra-Muktamar Ke-35 NU
2
Sambut Muktamar ke-35 NU, MA IPNU Gelar Diskusi Panel Undang Bakal Calon Ketum PBNU
3
Antisipasi Sengketa, PBNU Tuntaskan SK Muktamar
4
Inovasi Penguatan Budaya Keselamatan Pasien, RSI NU Demak Juara II Nasional Pertemuan Ilmiah 2026
5
Karhutla Terus Berulang, 6 Provinsi Terdampak dan Puluhan Hektare Lahan Hangus
6
Kepemimpinan NU Dituntut Mampu Satukan dan Kuatkan Peran Masyarakat Sipil
Terkini
Lihat Semua