Hukum Akad Nikah tanpa Jabat Tangan karena Jaga Jarak Fisik Darurat Virus
NU Online ยท Sabtu, 4 April 2020 | 07:45 WIB
Apakah akad nikah yang dilakukan tanpa berjabat tangan yang dilakukan antara wali dan mempelai pria hukumnya sah? (Ilustrasi: hiveminer.com)
Ahmad Muntaha AM
Kolumnis
Apakah akad nikah yang dilakukan tanpa berjabat tangan antara wali dan mempelai pria hukumnya sah? Sebab tradisi yang berlaku selama ini, umumnya akad nikah dilakukan dengan jabat tangan keduanya.
Dalam Islam, jabat tangan atau salaman merupakan perbuatan yang sangat disunnahkan (sunnah muakkadah) bahkan disepakati kesunnahannya untuk dilakukan di setiap pertemuan, sejalan dengan petunjuk Nabi Muhammad SAW:
ู ูุง ู ููู ู ูุณูููู ููููู ููููุชูููููุงูู ููููุชูุตูุงููุญูุงููุ ุฅูููุง ุบูููุฑู ููููู ูุง ููุจููู ุฃููู ููููุชูุฑูููุง. ( ุญู ุฏ ุช ู) ูุงูุถูุงุก ุนู ุงูุจุฑุงุก
Artinya, โTidaklah dua orang Muslim berjumpa kemudian saling berjabat tangan melainkan keduanya mendapatkan ampunan dari Allah SWT sebelum mereka berpisah.โ (HR Imam Ahmad, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah). Al-Hafizh Dhiyauddin Muhammad bin Abdul Wahid Al-Maqdisi meriwayatkannya dari Al-Barraโ. Hadits hasan). (Abu al-Fadhl Ahmad bin Ali bin Hajar Al-โAsqalani, Fathul Bari bi Syarhi Shahihil Bukhari, [Beirut: Darul Maโrifah: 1379 H], juz XI, halaman 55).
Selain itu bersalaman juga dapat menumbuhkan mahabbah atau rasa cinta dan menjadi kesempurnaan penghormatan ucapan salam.
ุงูููู ูุตูุงููุญูุฉู ุงููุฃูุฎูุฐู ุจูุงููููุฏ ูููููู ู ูู ููุง ูููููุฏู ุงููู ูุญูุจููุฉู
Artinya ย โMushafahah adalah berjabat tangan dan hal itu termasuk perbutan yang dapat melahirkan rasa cinta.โ (Badruddinย Al-โAini, โUmdatul Qari Syarh Shahihil Bukhari, [Bairut: Dar al-Kutub al-โIlmiyyah, 1421 H/2001 M], juz XXII, halaman 392).
ู ููู ุชูู ูุงู ู ุงูุชููุญููููุฉู ุงููุฃูุฎูุฐู ุจูุงูููุฏ) ุฃููู ุฅูุฐูุง ูููููู ุงููู ูุณูููู ู ุงููู ูุณูููู ู ููุณููููู ู ุนููููููู ููู ููู ุชูู ูุงู ู ุงูุณููููุงู ู ุฃููู ููุถูุนู ููุฏููู ููู ููุฏููู ููููุตูุงููุญููู ููุฅูููู ุงููู ูุตูุงููุญูุฉู ุณููููุฉู ู ูุคููููุฏูุฉู
Artinya โMaksud sabda Nabi Muhammad SAW โDi antara kesempurnaan penghormatan kepada orang lain adalah berjabat tanganโ, adalah ketika seorang muslim bertemu muslim lain lalu mengucapkan salam kepadanya, maka di antara kesempurnaan salamnya adalah dengan meletakkan tangannya kepada muslim yang dijumpainya lalu berjabat tangan. Sebab berjabat tangan hukumnya sunnah muakkadah.โ (Muhammad Abdurraufย Al-Munawi, Faidhul Qadi Syarh al-Jamiโis Shagir min Ahaditsil Basyirin Nadzir, [Beirut: Dar al-Kutub al-โIlmiyyah, 1415 H/1994 M], ed. Ahmad Abdissalam, juz IV, halaman 15).
Namun kalau yang dipertanyakan adalah apakah akad nikah yang dilakukan tanpa berjabat tangan yang dilakukan antara wali dan mempelai pria hukumnya sah, maka jawabannya adalah tetap sah. Sebab jabat tangan antara keduanya tidak termasuk dari rukun dan syarat nikah yang menjadi standar keabsahan akad nikah.ย
ููุตููู ููู ุฃูุฑูููุงูู ุงููููููุงูุญ ููุบูููุฑูููุง ย (ุฃูุฑูููุงูููู) ุฎูู ูุณูุฉู (ุฒูููุฌู ููุฒูููุฌุฉู ููููููููู ููุดูุงููุฏูุงูู ููุตููุบูุฉู. ูุดูุฑููุทู ูููููุง) ุฃููู ููู ุตููุบูุชููู (ู ูุง) ุดูุฑููุทู (ููู) ุตููุบูุฉู (ุงููุจูููุนู) ููููุฏู ู ูุฑูู ุจูููุงูููู ููู ููููู ุนูุฏูู ู ุงูุชููุนูููููู ููุงูุชููุฃููููุชู.
Artinya โPasal tentang Rukun nikah dan selainnnya. Rukun nikah ada lima (5), yaitu calon suami, calon istri, wali, dua saksi dan shighat. Dalam shigat nikah disyaratkan hal-hal yang disyaratkan dalam shighat akad jual beli, dan penjelasannya sudah lewat.โ Di antaranya tanpa menggantungkan akad pada sesuatu yang lain (taโliq) dan tanpa pembatasan waktu (taโqit).โ (Abu Yahya Zakariya al-Anshari, Fathul Wahhab bi Syarhi Manhajit Thullab pada Hasyiyatus Syekh Sulaiman Al-Jamal, [Beirut, Darul Fikr: tth.], juz IV, halaman 133).
Kemudian mengapa berjabat tangan menjadi tradisi yang sangat erat dalam pelaksanaan akad nikah, sehingga umumnya orang sampai mengasumsikan sebagai bagian dari syarat rukunnya?
Menurut penulis bisa jadi hal itu karena sirr Ilahi atas masyruโiyyah bersalaman. Di antaranya menjadi simbol baiat dalam Islam sebagaimana penjelasan Al-Hakim At-Tirmidzi (w. 360 H) ketika menjelaskan berbagai rahasianya:
ููุฃูู ููุง ุงููู ูุตูุงููุญูุฉู ูููู ุงููุฃูุฎูุฐู ุจูุงููููุฏูู ูููููู ููุงููุจูููุนูุฉู ููุฃูููู ู ููู ุดูุฑูุงุฆูุทู ุงููุฅูุณูููุงู ู ุงููุฃูุฎููููุฉู ููุงูู ุงูููู ุชูุนูุงููู: ุฅููููู ูุง ุงููู ูุคูู ูููููู ุฅูุฎูููุฉู ... (ุงูุญุฌุฑุงุช: 10) ููุงู: ููุงููู ูุคูู ูููููู ููุงููู ูุคูู ูููุงุชู ุจูุนูุถูููู ู ุฃูููููููุงุกู ุจูุนูุถู ... (ุงูุชูุจุฉ: 71). ุดูุฑููุทู ุงูููู ุชูุนูุงููู ูููู ูุง ุจูููููููู ู ุงููุฃูุฎููููุฉู ููุงููููููุงููุฉู ููุฅูุฐูุง ูููููููู ููุตูุงููุญููู ููุฃูููููู ููุจูุงููุนููู ุนูููู ููุงุชููููู ุงููุฎูุตูููุชููููู. ููููู ููููู ู ูุฑููุฉู ููููููู ููุฌูุฏููุฏู ุจูููุนูุชููู ููููุฌูุฏููุฏู ุงูููู ุชูุนูุงููู ููููู ูุง ุซูููุงุจูุง
Artinya โAdapun mushafahah yaitu berjabat tangan, maka posisinya seperti baiat, sebab di antara syarat Islam adalah persaudaraan. Allah Taโala berfirman: โNiscaya orang-orang beriman itu bersaudara โฆโ QS. al-Hujurat: 10). Allah juga berfirman: โOrang-orang mukmin laki-laki dan orang-orang mukmin perempuan, sebagian mereka menjadi penolong sebagian yang lain โฆโ (QS. at-Taubah: 71). Allah mensyaratkan persaudaraan dan saling menolong. Maka ketika seorang muslim bertemu dengan muslim lain lalu bersalaman, seolah-olah ia berbaiat dalam dua hal tersebut. Maka dalam setiap kali bertemu ia memperbarui baiatnya, dan Allah Taโala memberi pahala baru kepada mereka berdua.โ (Abu Abdillah Al-Hakim At-Tirmidzi, Nawadirul Ushul fi Ahaditsir Rasul, [Beirut, Darul Jil: 1992 M], juz III, halaman 13).ย
Bila disepakati bahwa berjabat tangan merupakan simbol baiat, maka bukankah akad nikah yang mempertemukan dua insan juga merupakan โbaiat kecilโ yang menjadi bagian dari upaya melanjutkan kehidupan manusia di dunia dan memerlukan kesepakatan antara dua pihak yang terlibat bersama? Di sinilah jabat tangan menjadi simbol keseriusan dalam baiat akad pernikahan.
Walhasil, berjabat tangan antara wali dan calon suami bukan merupakan syarat rukun akad nikah yang menentukan keabsahannya. Dengan demikian, meski secara dasarnya mempunyai sirr Ilahi yang sangat luas, namun jabat tangan antara wali dan calon suami dalam situasi pandemi Sars-Cov-2 seperti sekarang, yang menuntut kedisiplinan ketat physical distancing, sah bahkan lebih baik untuk sementara waktu tidak dilakukan, demi kemaslahatan bersama memutus mata rantai penyebaran virus corona. Wallahu aโlam.
Ustadz Ahmad Muntaha AM, Founder Aswaja Muda
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Kemarau Panjang, Saatnya Muhasabah dan Ikhtiar
2
Kemenag Buka Program Persiapan Studi ke Luar Negeri, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
3
Ngaji Al-Hikam, Kiai Miftach Ungkap Makna Keramat dalam Perjalanan Spiritual
4
Khutbah Jumat: Jangan Biarkan Rakyat Berjuang Sendiri Saat Bencana
5
Baca Doa Ini untuk Jaga Kesehatan Mental
6
Banjir Landa Sejumlah Pemukiman di 7 Kecamatan Abdya, Warga Diminta Tetap Waspada
Terkini
Lihat Semua