KHR As’ad Syamsul Arifin dan Peneguhan Pancasila
Pandangan Kiai As’ad yang ini menunjukkan bahwa ia tidak saja mendasari penerimaannya itu dengan perspektif keagamaan saja, tetapi juga sosial historis.
Kumpulan artikel kategori Pustaka
Pandangan Kiai As’ad yang ini menunjukkan bahwa ia tidak saja mendasari penerimaannya itu dengan perspektif keagamaan saja, tetapi juga sosial historis.
Mistifikasi kewalian hanya akan membuat generasi pasca-Gus Dur merasa jauh dari jeniusnya pemikiran Gus Dur, yang sebenarnya dapat dicapai oleh siapa pun tanpa perlu menjadi wali. Buku setebal 181 halaman ini akan mendekatkan kejeniusan itu.
Secara metodologis, Kitab at-Tafsir al-Maqashidi mengkaji ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits Nabawiyyah dengan menggunakan pendekatan maqashid asy-syari’ah secara tematik, sesuai dengan persoalan-persoalan kontemporer yang sering terjadi.
Penjelasan mengenai konsep cukuplah singkat dan hanya mendapat porsi 5 persen dari buku. Selebihnya mengetengahkan contoh-contoh kata sebagai praktik dari penerapan kaidah sharfiyyah. Di bagian akhir disajikan rangkuman wazan-wazan (pattrens) kata dalam bahasa Arab.
KH Syamsul Arifin dari Sukorejo, Situbondo, merupakan kiai pengasuh salah satu pesantren besar di wilayah timur Jawa Timur, tepatnya di Situbondo. Pesantren ini juga menorehkan penanda sejarah bagi Nahdlatul Ulama. Yakni ketika keputusan kembali ke Khittah NU 1926 diputuskan di pesantren ini melalui forum Muktamar ke 27 tahun 1984.
Di Pamekasan khususnya, ada sebuah kitab fiqih berbahasa Madura yang sampai sekarang masih populer di kalangan masyarakat sebagai kitab panduan ibadah dan mu’amalah. Ia dikenal dengan nama kitab Tarjuman, sebuah kitab beraksara Pegon dan menggunakan bahasa Madura. Kitab ini ditulis oleh KH Abdul Hamid bin Itsbat.
Nadhaman sendiri merupakan salah satu ciri khas di banyak masjid, tajug, dan pesantren yang dilantunkan menjelang shalat fardu sambil menunggu kehadiran jamaah, di samping budaya seni tembang dan pantun yang sudah lama beredar di masyarakat
Puisi-puisi tersebut pada praktiknya tidak saja ditulis, tetapi juga didendangkan. Bahkan Jajang menyebut hal ini penting. Pasalnya, orang Sunda dapat menyalurkan ekspresi estetis lokalnya atas Al-Qur’an melalui terjemahannya tersebut tanpa harus merasa menodai kesuciannya.
Manusia hidup di dunia tidak akan pernah terlepas dari berbagai musibah yang datang silih-berganti, musibah tersebut tentunya akan membuat hati kita berduka dan terluka. Allah Swt. tidak hanya memberikan kenikmatan secara kasap mata, tetapi juga memberikan cobaan-cobaan untuk menguji semua makhluk-Nya,
Satu garis besar yang dapat diambil dari 99 tokoh yang dibahas dalam buku tersebut adalah kegemaran mereka belajar dan membaca sejak kecilnya. Hal inilah yang menjadi salah satu kunci mereka tampil di bidangnya masing-masing dan berkiprah sejak usianya masih belia.
Dalam sebuah teori klasik yang dicetuskan oleh Aristoteles, politik dimaknai sebagai usaha yang ditempuh oleh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama. Terciptanya kebaikan ini merupakan tanggung jawab kita bersama.
Basis dakwah Islam dengan fondasi tradisi dan budaya terus didengungkan oleh salah seorang ulama muda Nahdlatul Ulama, KH Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq. Dalam setiap kesempatan ceramahnya, kiai berambut gondrong asal Yogyakarta ini terus berupaya membangun kesadaran beragama lewat khazanah kebudayaan yang dimiliki orang-orang Nusantara.