Pustaka
Kumpulan artikel kategori Pustaka
Menangkal Argumen Salah Kaprah soal Hadits Jihad
Konteks haditsnya terkait Khalid bin Walid dalam perang Khats’am yang tetap membunuh mereka yang sudah menyerah. Nabi SAW menghukum pasukan Khalid dengan denda. Sabda Nabi SAW soal "berlepas diri", sebenarnya dimaksudkan agar pasukan Khalid tidak tinggal di wilayah konflik. Pemaknaan IS terbalik, mereka mengajak umat Muslim untuk hijrah ke negara konflik.
Menikmati Kemurnian Islam (di) Indonesia
Tindakan akulturasi tersebut bukan lantas dibuat sekehendak penciptanya. Sang kreator, para wali songo utamanya wali janget tinelon (wali tiga serangkai, dalam hal ini Sunan Kalijaga, Sunan Bonang, Sunan Giri) telah melakukan kajian terhadap teks agama dan kondisi sosial sehingga hasil inovasi dan kreasi tidak berbenturan dengan kedua hal tersebut.
Membendung Khilafah, Menutup Keran Radikalisme
Selain persoalan ekonomi, pendidikan, teknologi, kesehatan, dan lain-lain, persoalan paham keagamaan di negara demokrasi menjadi tantangan Indonesia ke depannya. Apalagi propaganda kelompok-kelompok radikal telah memanfaatkan segala bidang terebut untuk tujuan indoktrinasi mereka.
Asing di Bumi, Terkenal di Langit
Menurut Syekh Abu Hafsh an-Naisaburi, Malamatiyyah dimaknai sebagai sebuah kaum yang selalu mencela dan melawan nafsunya, menghabiskan hidupnya untuk Allah, selalu menjaga waktu dan rahasianya serta tidak pernah menampakkan kepada manusia kecuali yang buruk-buruk sembari menyimpan kebaikannya secara rapat-rapat di dalam dada dan hanya semata hidupnya untuk menggapai ridha dan derajat mulia di sisi Allah. (hlm. v).
Keunikan, Kesakralan dan Keasingan "jo"
keadilan, keharmonisan dan sikap saling menghargai antara suami dan istri akan lebih kokoh ketika dibangun di atas pondasi kesetaraan sebagaimana terkandung dalam makna kata "Jo" atau "Bojo". Kesetaraan antara sesama manusia sesungguhnya telah lama diserukan di dalam Al-Qur'an, surah Al-Hujurat, ayat 13.
Kumpulan Khutbah Nasehat Hidup dari KH M. Ma’ruf Irsyad
Buku khutbah ini berisikan nasehat-nasehat serta ilmu tentang bagaimana seseorang menjadi hamba Allah subhanahu wa ta'ala, baik sebagai pribadi atau sebagai bagian dari mahluk sosial.
Kitab Karangan Mufti Batavia Sayyid Usman bin Yahya
Kitab “Manhajul Istiqâmah” ditulis dalam bahasa Melayu dialek Betawi (Batavia) beraksara Arab (Jawi). Kitab ini berisi kajian tentang tuntunan menjalankan agama Islam dengan lempang sebagaimana yang diwariskan oleh Nabi Muhammad, para sahabat, tabi’in, dan ulama-ulama terdahulu
Memoar Tokoh NU yang Terlupakan
Tongkat estafet diwariskan dari masa ke masa dengan semangat yang sama. Ketokohan silih berganti dengan berbagai corak. Muncullah tokoh-tokoh yang memiliki perjalanan hidup mengagumkan. Dari kalangan pesantren hingga organisatoris.
Menengok Toleransi Beragama di Masa Majapahit
Dalam novel tersebut, terdapat cuplikan perisitiwa yang menunjukkan bagaimana kuatnya saling menghormati dan menghargai pada masa Majapahit. Pengarang menceritakan mahapatih Gajah Mada dalam perjalanannya saat menuju tanah perdikan mengalami berbagai peristiwa. Salah satunya yaitu peristiwa yang terjadi di Perkampungan Pamadan. Kampung Pamadan merupakan sebuah desa yang harus dilalui ketika akan menuju tempat Madakaripura tersebut.
Membangun Generasi Entrepreneurship
Yang menarik dalam buku ini, yaitu kreativitas yang menjadi embrio manusia-manusia entrepreneurship menurut HAR Tilaar tidak di-hegemoni dalam satu bidang tertentu, misal bisnis dan perdagangan. Dewasa ini, orang-orang mengidentikkan entrepreneurship hanya kepada kelompok yang mampu dan berhasil dari aspek bisnis dan dagang.
Kitab Nadham ‘Sejarah Besar NU’ Karya KH Abdul Halim Leuwimunding
Puisi Arab ini ditulis secara runut, ringkas, dan kaya akan data serta informasi. Karena itu, keberadaan kitab ini menjadi sangat penting sebagai salah satu sumber utama sejarah besar NU yang langsung ditulis oleh salah satu pendirinya.