Humor tidak dilarang dalam Islam. Beberapa kali Baginda Nabi Muhammad SAW tampak menikmati atau bahkan melakukan kegiatan yang berbau humor. Di antaranya pernah suatu ketika Rasulullah SAW kedatangan seorang wanita yang sudah tua renta.
Wanita ini mendatangi Nabi Muhammad SAW seraya memohon untuk didoakan supaya masuk surga.
โYa Rasulullah, kami mohon agar kau berkenan mendoakan kami supaya Allah memasukkan kami ke surga-Nya.โ
Rasul kemudian menjawab, โMbah, di surga itu tidak ada nenek-nenek tua renta seperti Anda ini.โ
Mendengar penjelasan Rasul, sang nenek kaget. Hatinya kalut. Ia lalu berpaling dari Nabi, kemudian berjalan pulang dengan isakan tangis penuh deraian air mata yang mengalir melewati kedua pipi keriputnya.
Rasul melihat kejadian itu. Baru kemudian setelah berjalan beberapa langkah, Nabi kemudian bersabda kepada sahabat supaya menyampaikan kepada wanita yang dimaksud โTolong sampaikan kepadanya. Dia tidak akan masuk surga sedang ia dalam keadaan masih tua renta. Sebab sebagaimana firman Allahย
ุฅููููุง ุฃูููุดูุฃูููุงููููู ุฅูููุดูุงุกู - ููุฌูุนูููููุงููููู ุฃูุจูููุงุฑูุง
Artinya, โKami menciptakan bidadari secara langsung. Saya jadikan mereka perawan-perawan.โ (Surat Al-Waqiah ayat 35-36).โ
Kisah yang diambil dari tulisan Ali Al-Qรขri dalam Mirqรขtul Mafรขtรฎh Syarah Misykรขtul Mashรขbih di atas menunjukkan bahwa Rasul terkadang juga iseng melontarkan humor dengan tanpa ada bohong di dalamnya.
Selain itu, Rasul juga memberikan pemahaman bagi kita, di surga tidak ada orang tua sama sekali. Dalam arti, jika ada orang tua yang mendapatkan balasan surga, sebelum ia sampai masuk, akan dijadikan muda dan perawan terlebih dahulu oleh Allah SWT baru kemudian dimasukkan surga. Wallahu aโlam.
(Ustadz Ahmad Mundzir)