Keutamaan Diam dan Menjaga Lisan menurut Islam
NU Online ยท Ahad, 24 Desember 2023 | 06:00 WIB
Ahmad Hanan
Kontributor
Sebagian orang mungkin ada yang mengira bahwa orang yang banyak bicara itu adalah orang hebat karena punya banyak pengetahuan dan pengalaman. Namun dalam ajaran Islam, diam dan menjaga lisan dinilai lebih baik karena memiliki sejumlah keutamaan.
Sebagaimana yang disampaikan oleh Imam as-SyafiโI dalam kitab al-Jawahir al-Lu`lu`iyyah fi Syarhi al-arbaโin an-Nawawiyyah karangan al-Imam al-Allamah as-Syaikh Muhammad bin Abdillah al-Jardany, disebutkan bahwa salah satu faedah menjadi orang yang sedikit bicara atau tidak banyak omong adalah bisa menambah kecerdasan akal.
ููุงู ุงูุดุงูุนู โ ุฑุถู ุงููู ุชุนุงูู ุนูู โ: ุซูุงุซุฉ ุชุฒูุฏ ูู ุงูุนูู: ู ุฌุงูุณุฉ ุงูุนูู ุงุกุ ูู ุฌุงูุณุฉ ุงูุตุงูุญููุ ูุชุฑู ุงูููุงู ููู ุง ูุง ูุนูู.
Artinya: โImam as-Syafiโi โ Radhiyallahu Taโala โanhu โ berkata: Ada tiga hal yang bisa menambah kecerdasan seseorang: Pertama adalah berkumpul atau duduk bersama ulama, kedua adalah berkumpul dengan orang-orang saleh, dan ketiga adalah meninggalkan pembicaraan yang tidak berartiโ (al-Syekh Muhammad bin Abdillah al-Jardani, al-Jawahir al-Lu`luiyyah fi Syarhi al-arbaโin an-Nawawiyyah, [Beirut: Darul Kutub al-Ilmiyah, 1442], halamanย 147)
Lebih lanjut, dalam keterangan yang sama, disebutkan bahwa siapa pun yang menginginkan agar diberikan hati yang bersinar, hendaknyaย ia meninggalkan pembicaraan yang sia-sia atau tidak berarti.
ููุงู ุฃูุถุง: ู ู ุฃุฑุงุฏ ุฃู ูููููุฑ ุงููู ููุจูุ ูููุชุฑู ุงูููุงู ููู ุง ูุง ูุนููู.
Artinya: โBeliau (Imam Syafiโi Radhiyallahu โanhu) juga berkata: Barangsiapa yang menginginkan agar Allah subhanahu wa taโala menyinari hatinya, maka hendaknya ia berhenti membicarakan hal yang bukan urusannyaโ (al-Syekh Muhammad bin Abdillah al-Jardani, al-Jawahir al-Lu`luiyyah...ย halamanย 147)
Baca Juga
Urgensi Menjaga Ucapan dan Tulisan
Bahkan, Sayyidina Umar bin Khattab yang merupakan khalifah kedua di masaย Khulafaur Rasyidin juga berpesan agar kita menjadi orang yang hemat dalam berbicara, dalam hal ini adalah tidak ikut campur terhadap apa yang bukan menjadi urusan kita.
ููุนุธ ุนู ุฑ ุจู ุงูุฎุทุงุจ โ ุฑุถู ุงููู ุชุนุงูู ุนูู โ ุฑุฌููุงุ ููุงู ูู: ูุง ุชุชููู ููู ุง ูุง ูุนููู ูุงุนุชุฒู ุนุฏููุ ูุงุญุฐุฑ ุตุฏููู ุงูุฃู ูู โ ููุง ุฃู ูู ุฅูุง ู ู ูุฎุดู ุงููู โ ููุง ุชู ุด โ ู ุน ุงููุงุฌุฑ ูุนููู ู ู ูุฌูุฑูุ ููุง ุชุทูุนู ุนูู ุณุฑูุ ููุง ุชุดุงูุฑ ูู ุฃู ูุฑู ุฅูุง ุงูุฐูู ูุฎุดูู ุงููู โ ุนุฒ ูุฌู โย
Artinya: โSayyidina Umar bin al-Khattab Radhiyallahu โanhu menasihati seorang laki-laki dan berkata kepadanya: Janganlah engkau berbicara terhadap apa yang bukan urusanmu, menjauhlah dari musuhmu, waspadalah terhadap temanmu yang dapat dipercaya โ sebab tidak ada orang yang dapat dipercaya kecuali orang yang bertakwa kepada Allah, jangan bergaul dengan orang yang bermaksiat karena untuk berhati-hati dari maksiatnya, janganlah kamu membocorkan rahasiamu kepadanya, jangan jangan berdiskusi tentang urusanmu kecuali kepada orang-orang yang bertakwa kepada Allah azza wajallaโ (al-Syekh Muhammad bin Abdillah al-Jardani, al-Jawahir al-Lu`luiyyah..., halamanย 146)
Di dalam haditsnya, Rasulullah shallallahu โalaihi wasallam juga berpesan kepada umat Islam agar bisa menjadi orang yang lebih memilih untuk diam jika tidak bisa berkata yang baik. Hal ini sebagaimana yang tercantum dalam hadits kelima belas dari kitab al-Arbaโin an-Nawawiyyah karangan al-Imam Abi Zakariya Yahya bin Syaraf an-Nawawi atau lebih dikenal dengan sebutan Imam Nawawi.
ุนู ุฃุจู ูุฑูุฑุฉ ุฑุถู ุงููู ุนููุ ุฃู ุฑุณูู ุงููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู ูุงู: ู ู ูุงู ูุคู ู ุจุงููู ูุงูููู ุงูุขุฎุฑ ููููู ุฎูุฑุง ุฃู ููุตู ุช ... (ุฑูุงู ุงูุจุฎุงุฑู ูู ุณูู
Artinya: โDari Abi Hurairah Radhiyallahu โanhu: Rasulullah shallallahu โalaihi wasallam bersabda: Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaknya ia berkata yang baik atau memilih untuk diam ..โ (HR al-Bukhari dan Muslim)
Dari petikan hadits tersebut, pesan dari Rasulullah sudah sangatlah jelas, yaitu memerintahkan kepada umatnya agar bisa menjadi orang yang hemat bicara jika tidak bisa berkata yang baik. Terlebih lagi, apa yang disampaikan oleh Rasulullah dalam hadits tersebut diawali dengan kalimat "man kana yu'minu billahi wal yaumil akhir". Hal iniย mengisyaratkan bahwa jika seseorang mengaku sebagai orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, tentunya ia akan melaksanakan ajaran yang ada dalam hadits tersebut.
Mengenai ini, Imam al-Ghazali pernah berpesan agar bisa menjaga lisan sehingga tidak sampai merusak urusan kita.ย
ููุงู ุงูุบุฒุงูู - ุฑุญู ู ุงููู ุชุนุงูู-: ูุง ุชุจุณุทู ูุณุงููุ ูููุณุฏู ุนููู ุดุฃูู
Artinya: โImam Al-Ghazali rahimahullahu taโala berkata: Jangan membesar-besarkan lisanmu, jangan sampai mereka merusak urusanmuโ (al-Syekh Muhammad bin Abdillah al-Jardani, al-Jawahir al-Lu`luiyyah..., halaman 168)
Terlebih lagi Rasulullah bersabda:
ุนููู ุจุทูููู ุงูุตููู ุชูุ ูุฅูููู ู ุทุฑูุฏุฉู ููุดูููุทุงููุ ูุนููู ูู ุนูู ุฃู ุฑู ุฏููููู.
Artinya: "Hendaklah engkau lebih banyak diam, sebab diam dapat menyingkirkan setan dan menolongmu terhadap urusan agamamu." (HR Ahmad)
Untuk itu, sudah seyogyanya kita berusaha untuk menjaga lisan agar diri kita bisa mendapatkan kebaikan, serta bisa termasuk ke dalam golongan orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir karena menjaga lisan kita. Wallahu aโlam.
Ahmad Hanan, Alumni Madrasah Tasywiquth Thullab Salafiyah (TBS) Kudus dan Pesantren MUS-YQ Kudus.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Keutamaan Silaturahmi dan Saling Memaafkan
2
Jalur Banda Aceh-Medan Macet Panjang, Ansor Imbau Pemudik Utamakan Keselamatan
3
Khutbah Jumat: Berbagi Tanpa Pamer, Peduli Tanpa Sekat
4
Prabowo Klaim Pemulihan Aceh Hampir 100 Persen, NU Aceh Tamiang: 70 Persen Warga Masih Mengungsi
5
DPR Ingatkan Mutu Pendidikan di Tengah Wacana PJJ untuk Efisiensi Energi
6
Iran Pasca-Larijani: Menuju Perang tanpa Akhir?
Terkini
Lihat Semua