Daerah

Ansor Aceh Timur Imbau Warga Tidak Panic Buying Jelang Idul Fitri, Stok Sembako Disebut Aman dan Harga Stabil

Jumat, 13 Maret 2026 | 21:00 WIB

Ansor Aceh Timur Imbau Warga Tidak Panic Buying Jelang Idul Fitri, Stok Sembako Disebut Aman dan Harga Stabil

Ilustrasi penjual bahan kebutuhan pokok. (Foto: NU Online/Suwitno)

Aceh Timur, NU Online

Ketua Gerakan Pemuda Ansor Aceh Timur, Cak Damar, mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying menjelang Hari Raya Idul Fitri.


Imbauan tersebut disampaikan mengingat Kabupaten Aceh Timur merupakan salah satu wilayah yang kerap terdampak banjir, termasuk banjir bandang pada akhir 2025. Karena itu, masyarakat diminta tetap bijak dalam memenuhi kebutuhan pokok.


Menurut Cak Damar, stok bahan pokok di Aceh Timur hingga saat ini masih aman dan harga di pasar relatif stabil. Ia menilai stabilitas tersebut perlu dijaga bersama agar masyarakat dapat menyambut Idul Fitri dengan tenang.


“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying. Belanjalah secukupnya sesuai kebutuhan agar stok tetap tersedia dan harga tidak mengalami lonjakan di pasaran,” ujar Cak Damar, Jumat (13/3/2026).


Ia juga mengingatkan para pedagang agar tetap menjaga stabilitas harga dan tidak memanfaatkan momentum Lebaran untuk menaikkan harga secara berlebihan. Menurutnya, sikap saling menjaga antara pedagang dan masyarakat sangat penting agar kondisi ekonomi tetap stabil.


Sementara itu, aktivitas perdagangan di Pasar Idi Rayeuk terlihat berjalan kondusif tanpa adanya gejolak harga yang signifikan. Kelancaran pasokan dari petani lokal disebut menjadi salah satu faktor yang menjaga daya beli masyarakat tetap stabil selama bulan Ramadhan.


Salah seorang pedagang di Toko Kelontong Zamzami Pasar Idi Rayeuk, Nauval, mengatakan harga kebutuhan pokok relatif stabil sejak awal Ramadhan hingga saat ini.


“Dari awal Ramadhan hingga sekarang harga bahan pokok masih stabil. Tidak ada barang yang mengalami lonjakan harga yang tinggi,” jelasnya.


Ia menambahkan bahwa stabilitas harga juga dipengaruhi oleh pasokan barang dari berbagai daerah sekitar seperti Pidie, Aceh Timur, dan Aceh Utara yang terus mengalir ke pasar.


“Untuk kebutuhan seperti cabai dan beras sebagian besar disuplai dari Pidie, Aceh Timur, dan Aceh Utara sehingga stok di pasar masih aman,” katanya.


Berdasarkan pantauan pedagang, harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Idi Rayeuk masih berada pada tingkat yang stabil. Beras premium ukuran 15 kilogram dijual sekitar Rp240.000 per sak, sementara beras biasa ukuran yang sama sekitar Rp220.000.


Untuk komoditas minyak goreng, minyak curah dijual sekitar Rp20.000 per kilogram, sedangkan minyak goreng kemasan satu liter berada di kisaran Rp23.000.


Sementara itu, harga bahan dapur lainnya juga relatif stabil. Gula pasir dijual Rp19.000 per kilogram, sedangkan tepung terigu berada di harga Rp27.000 per kilogram.


Untuk komoditas cabai, cabai merah dijual sekitar Rp30.000 per kilogram, cabai rawit Rp40.000 per kilogram, dan cabai hijau Rp20.000 per kilogram.


Harga bumbu dapur seperti bawang merah kecil berada di kisaran Rp40.000 per kilogram, bawang merah besar Rp25.000 per kilogram, dan bawang putih sekitar Rp35.000 per kilogram. Adapun komoditas sayuran seperti tomat dan wortel masih terjangkau di harga sekitar Rp9.000 per kilogram.


Meski kondisi pasar saat ini masih stabil, pedagang mengingatkan bahwa potensi kenaikan harga tetap bisa terjadi mendekati Hari Raya Idul Fitri apabila permintaan meningkat tajam sementara stok mulai berkurang.


“Hukum pasar memang begitu. Jika permintaan banyak sementara barang sedikit, harga pasti naik. Namun sampai saat ini stok di Aceh Timur masih berada pada level yang aman,” ujar Nauval.