Ansor-Banser Pidie Jaya Gerak Cepat Membantu Penanganan Kebakaran
Rabu, 5 Agustus 2026 | 08:30 WIB
Sisa-sisa kebakaran di di Gampong Blang Kuta Barat, Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Selasa (4/8/2026). (Foto; Ansor Pidie Jaya)
Pidie Jaya, NU Online
Gerakan Pemuda Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten Pidie Jaya bergerak cepat membantu penanganan kebakaran yang melanda Dayah Istiqamatuddin Rauzatul Jannah di Gampong Blang Kuta Barat, Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Selasa (4/8/2026).
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 12.13 WIB itu menghanguskan satu unit rumah, dua balai pengajian, empat bilik pengajian, satu unit genset, tiga sepeda motor, serta sejumlah kitab pengajian.
Beruntung, sekitar 50 santri yang sedang mengikuti kegiatan belajar di sekolah selamat sehingga tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.
Sesaat setelah menerima informasi, personel Ansor dan Banser Pidie Jaya turun ke lokasi untuk membantu proses evakuasi, mengamankan barang-barang yang masih dapat diselamatkan, serta membantu petugas pemadam kebakaran dan masyarakat membersihkan area yang terdampak.
Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Aceh, Azwar A. Gani, menyampaikan apresiasi atas respons cepat kader Ansor dan Banser Pidie Jaya dalam membantu korban kebakaran.
"Kami mengapresiasi gerak cepat sahabat-sahabat Ansor dan Banser Pidie Jaya yang langsung hadir di lokasi musibah. Inilah semangat Ansor, selalu hadir di tengah masyarakat ketika terjadi bencana maupun musibah kemanusiaan," ujarnya.
Menurut Azwar, kehadiran Ansor dan Banser merupakan bagian dari khidmat organisasi kepada umat dan bangsa. Ia berharap semangat kepedulian sosial tersebut terus dipertahankan sehingga keberadaan Ansor benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
"Kami juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga besar Dayah Istiqamatuddin Rauzatul Jannah. Semoga Allah swt memberikan ketabahan kepada pimpinan dayah, dewan guru, santri, dan seluruh masyarakat yang terdampak. Kami berharap proses pemulihan dapat segera dilakukan agar kegiatan belajar mengajar kembali berjalan," katanya.
Sementara itu, mantan Ketua GP Ansor Pidie Jaya, Tgk. Masrur, mengatakan musibah tersebut menjadi duka bersama bagi masyarakat Pidie Jaya, khususnya keluarga besar Nahdlatul Ulama.
"Dayah merupakan pusat pendidikan agama dan pembinaan akhlak generasi muda. Karena itu, musibah ini menjadi tanggung jawab moral kita bersama untuk saling membantu agar aktivitas pendidikan dapat kembali berlangsung," ujarnya.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, alumni dayah, pemerintah, dan para dermawan untuk bersama-sama meringankan beban yang dialami pihak dayah.
"Kita berharap lahir semangat gotong royong untuk membangun kembali fasilitas yang terbakar. Insyaallah dengan kebersamaan, musibah ini dapat dilalui dan para santri bisa kembali belajar dengan nyaman," tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Dugaan sementara, api berasal dari korsleting atau arus pendek instalasi listrik. Sementara itu, proses pendataan kerugian material masih terus dilakukan oleh instansi terkait.