Daerah

Jamaah Haji Korban Banjir Aceh Terima Bantuan Kemanusiaan Kemenhaj

Rabu, 1 Juli 2026 | 09:00 WIB

Jamaah Haji Korban Banjir Aceh Terima Bantuan Kemanusiaan Kemenhaj

Wakil Menteri Haji Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak memberikan bantuan kemanusiaan kepada jamaah haji asal Pidie Jaya yang merupakan, korban banjir (Foto:Kemenhaj)

Banda Aceh, NU Online

Sebanyak 32 jamaah haji asal Aceh yang terdampak banjir menerima bantuan kemanusiaan dari Pemerintah Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Uni Emirat Arab melalui Zayed Foundation. Bantuan tersebut disalurkan kepada para jamaah yang mengalami kesulitan ekonomi akibat musibah banjir, termasuk empat jamaah asal Kabupaten Pidie Jaya yang baru kembali dari Tanah Suci.

 

Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Wakil Menteri Haji Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak. Program tersebut menjadi bentuk kepedulian pemerintah terhadap jamaah yang tetap berangkat menunaikan ibadah haji meskipun harus menghadapi cobaan berat akibat bencana alam yang melanda daerah mereka.


Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Aceh, Tgk H Faisal Ali atau yang akrab disapa Abu Sibreh, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah bersama Zayed Foundation kepada para jamaah haji korban banjir di Aceh.


Menurut Abu Sibreh, bantuan tersebut mencerminkan hadirnya negara dalam mendampingi masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan. Ia menilai kepedulian terhadap jamaah pascaibadah merupakan bagian dari pelayanan yang utuh, tidak hanya saat berada di Tanah Suci, tetapi juga ketika mereka kembali ke daerah asal.

 

"Kami mengapresiasi langkah Kementerian Haji Republik Indonesia bersama Zayed Foundation yang memberikan perhatian kepada jamaah haji Aceh yang terdampak banjir. Bantuan ini menjadi bukti bahwa negara hadir untuk meringankan beban masyarakat yang sedang diuji musibah," ujarnya.kepada NU Online, Rabu (1/7/2026). 

 

Abu Sibreh mengatakan, banjir yang melanda sejumlah kabupaten di Aceh beberapa waktu lalu menyebabkan banyak keluarga kehilangan harta benda dan mengalami kesulitan ekonomi. Dalam kondisi demikian, sebagian calon jamaah tetap bertekad menunaikan rukun Islam kelima meski harus berjuang keras memenuhi biaya perjalanan haji.

 

Ia menilai bantuan kemanusiaan tersebut diharapkan mampu mengurangi beban ekonomi para jamaah setelah kembali ke Tanah Air sehingga mereka dapat memulai kehidupan baru dengan lebih tenang.


Lebih lanjut, Abu Sibreh mengajak seluruh masyarakat untuk terus menguatkan budaya gotong royong dan kepedulian sosial terhadap korban bencana. Menurutnya, nilai saling membantu merupakan ajaran Islam yang harus terus dihidupkan, terlebih Aceh merupakan daerah yang kerap menghadapi bencana alam.

 

"Semangat tolong-menolong harus terus kita pelihara. Ketika saudara kita mendapatkan musibah, sudah menjadi kewajiban bersama untuk membantu sesuai kemampuan. Itulah ajaran Islam yang diwariskan para ulama kepada kita," katanya.

 

Ia juga berharap para penerima bantuan memperoleh keberkahan setelah menunaikan ibadah haji serta diberikan kekuatan untuk bangkit dari berbagai kesulitan yang mereka alami akibat bencana.

 

Program bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Uni Emirat Arab melalui Zayed Foundation. Penyalurannya dilakukan berdasarkan proses pendataan dan verifikasi terhadap jamaah yang memenuhi kriteria sebagai penerima manfaat.


Selain berasal dari Kabupaten Pidie Jaya, penerima bantuan juga berasal dari Aceh Tamiang, Kota Langsa, dan Kabupaten Aceh Utara. Melalui program ini, pemerintah berharap para jamaah dapat kembali menjalani kehidupan bersama keluarga dengan lebih tenang tanpa terbebani persoalan ekonomi akibat musibah, sekaligus menunjukkan bahwa pelayanan kepada jamaah haji juga diwujudkan dalam bentuk kepedulian kemanusiaan setelah mereka kembali ke tanah air.