NU Online
Keislaman
Advertisement Banner
600×80
Hikmah

Pesan Al-Qur'an: Pentingnya Mengampanyekan Optimisme Pasca Bencana Alam

NU Online·
Pesan Al-Qur'an: Pentingnya Mengampanyekan Optimisme Pasca Bencana Alam
Ilustrasi terdampak bencana. Sumber: Canva/NU Online.
Bagikan:

Pasca-bencana alam menimpa sejumlah daerah di Indonesia, selain seruan untuk membantu para korban dan masyarakat yang terdampak, mengampanyekan optimisme juga merupakan bagian dari langkah penting yang harus dilakukan. 

Rasa sedih kehilangan sanak famili, sahabat karib, teman sebaya, kehilangan tempat tinggal, tempat belajar, dan lainnya adalah titik terendah kehidupan seseorang. Bayangkan, jika biasanya kehilangan satu anggota keluarga saja sudah sangat sedih. Saat ini rasa sedih itu bercampur menjadi satu. 

Dengan alasan inilah, rasanya memberi bantuan materi saja tidak cukup. Harus diimbangi dengan memberi bantuan moral, dengan menaburkan rasa kesabaran dan optimisme menghadapi bencana alam ini. Allah SWT sudah memberi isyarat mengenai hal ini. Dia berfirman: 

فَاِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۙ اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۗ

Artinya: "Maka, sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah [94]:  5-6).

Ayat ini, menurut Imam Qurthubi, merupakan janji umum bagi seluruh umat Mukmin. Bahwa setiap kali seseorang menghadapi kesulitan atau musibah, Allah menyiapkan kelapangan dan kebahagiaan setelahnya. Ini bukan hanya sebuah janji, tetapi juga pesan mendalam agar kita tetap optimis dan teguh dalam menjalani kehidupan, terutama ketika bencana melanda. Imam Qurthubi menjelaskan:

فَهَذَا وَعْدٌ عَامٌّ لِجَمِيعِ الْمُؤْمِنِينَ، لَا يَخْرُجُ أَحَدٌ مِنْهُ، أَيْ إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ فِي الدُّنْيَا لِلْمُؤْمِنِينَ يُسْرًا فِي الْآخِرَةِ لَا مَحَالَةَ. وَرُبَّمَا اجْتَمَعَ يُسْرُ الدُّنْيَا وَيُسْرُ الْآخِرَةِ

Artinya: “(Ayat) ini merupakan janji umum bagi seluruh umat Mukmin. Bahwa tidak ada seorang Mukmin pun yang tertimpa kesulitan di dunia kecuali dia akan (pasti) mendapatkan kebahagiaan di akhirat, dan bahkan terkadang kebahagiaan itu pun juga diberikan di dunia dan akhirat,” (Imam Syamsuddin Al-Qurthubi, Tafsirul Qurthubi, [Mesir: Darul Kutub Al-Mishriyyan, 1964], jilid XX, hal. 108 ). 

Lebih lanjut, diksi ma'al-'usri (beserta kesulitan) dan yusran (kemudahan) dalam ayat di atas sama-sama diulang dua kali. Tapi, bedanya  ma'al-'usri memakai bentuk isim ma'rifat (jenis kata yang menunjukkan makna khusus) dan yusran memakai bentuk isim nakirah (jenis kata yang menunjukkan makna umum). 

Dalam kajian gramatikal Arab, hal tersebut berarti kesulitan tersebut satu jenis; hanya satu, sedangkan kemudahan dua jenis; dua kemudahan yang berbeda. (Syekh Nawawi Banten, Murah Labid li Kasyfi Ma'nal Qur‘anil Majid, [Beirut: Darul Kutub Ilmiyyah], jilid II, hal. 644).

Artinya, setiap satu kesulitan yang menimpa seseorang, ia dijanjikan mendapatkan dua kelapangan. Jika dalam bencana alam ini ia merasakan kesedihan, misalnya hanya rumahnya saja yang terdampak banjir dan keluarga selamat semua, maka ia akan disiapkan dua kelapangan. Begitu juga seterusnya. 

Ada juga yang mengartikan, seperti penafsiran Syekh Nawawi Banten, bahwa yang dimaksud dua kelapangan tersebut adalah kelapangan yang sangat agung, sebagaimana redaksi berikut: 

إن مع العسر يسرا عظيما ويسرا كاملا فتناول يسر الدارين

Artinya: “Sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan yang agung dan sempurna. Ia akan memperolehnya di dunia dan akhirat.” (Syekh Nawawi Banten, II/644). 

Sementara itu, Syekh Muhammad Amin, menjelaskan mengapa dalam diksi ma'al-'usri masih digandeng dengan lafal ma'a (beserta)? Jawabannya sebagaimana berikut:

وفي كلمة مع إشعار بغاية سرعة مجيء اليسر، كأنه مقارن للعسر

Artinya: “Diksi ma'a (dalam ayat) mengisyaratkan cepatnya datangnya kelapangan. Seakan-akan datangnya kelapangan itu bersamaan dengan kesulitan.” (Syekh Muhammad Amin, Nuzulu Kiramidh Dhifan fi Sahati Hada‘iqur Rauhi war Raihan, [Beirut: Daru Thauqin Najah, 2001], jilid XXXII, hal. 112). 

Selanjutnya, beliau menguraikan maksud dari ayat di atas, seperti uraian berikut:

فكأنه سبحانه قال : فإن مع العسر يسراً إن مع ذلك العسر يسراً آخر، قال الحسن: لما نزلت هذه الآية.. قال رسول الله: أبشروا فقد جاءكم اليسر، لن يغلب عسر يسرين

Artinya: “Seakan-akan Allah SWT berfirman: ‘Maka, sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya beserta kesulitan tersebut (kesulitan yang sama) ada kemudahan lain’. Imam Hasan Bashri berkata: ‘Saat ayat ini turun, Rasulullah SAW bersabda: bergembiralah kalian semua! Sungguh datang kepada kalian sebuah kelapangan. Satu kesulitan tidak akan pernah mengalahkan dua kemudahan.” (Syekh Muhammad Amin, XXXII/113). 

Oleh karena itu, kepada saudara-saudara kita yang sedang menghadapi musibah, semoga Allah senantiasa menguatkan dan meneguhkan hati. Jangan biarkan keputusasaan mengambil alih, sebab Allah sendiri telah menjanjikan bahwa setiap kesulitan akan disertai kemudahan. Yakinlah bahwa Allah sedang mempersiapkan jalan keluar dan kelapangan yang lebih baik. Dengan penuh kasih, Allah SWT berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اصْبِرُوْا وَصَابِرُوْا وَرَابِطُوْاۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu, kuatkanlah kesabaranmu, tetaplah bersiap siaga di perbatasan (negerimu), dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung." (QS. Ali 'Imran [3]: 200).

Pada akhirnya, bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana alam ini, pesan-pesan Al-Qur’an mengajarkan kita untuk berserah diri dan bersabar dalam menghadapi ujian, seraya menanti kelapangan yang telah dijanjikan bagi hamba-hamba-Nya yang sedang berada dalam kesulitan. Yakinlah bahwa di balik rasa kehilangan, keterpurukan, dan kesedihan yang mendalam, Allah SWT juga menyiapkan kemudahan, kelapangan, serta ganti yang lebih baik dan lebih sempurna.

Adapun bagi kita yang tidak terdampak, baik yang berada di dekat lokasi bencana maupun yang jauh, mari kita sampaikan kabar yang menenangkan kepada saudara-saudara kita yang sedang menghadapi ujian. Selain memberikan bantuan materi, dukungan moral sangat mereka butuhkan. Mari kita sebarkan semangat optimisme dan penguatan di berbagai ruang, termasuk di media sosial, sebagaimana spirit yang diisyaratkan oleh Al-Qur’an.

Semoga Allah SWT senantiasa melindungi kita semua, dan semoga saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah diberikan kekuatan, kesabaran, serta jalan keluar terbaik dari-Nya. Wallahu a'lam.

Ustadz Syifaul Qulub Amin, Alumnus PP Nurul Cholil Bangkalan dan Pegiat Literasi Keislaman.

Artikel Terkait