Menembus Pelosok Ende, Relawan NU Peduli Salurkan Bantuan untuk 168 KK yang Masih Bertahan di Tenda
Senin, 21 September 2026 | 09:00 WIB
Relawan NU Peduli salurkan bantuan di Dusun Nioniba, Kecamatan Maukaro, Desa Kebirangga, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT). (Foto: dok NU Peduli)
Jakarta, NU Online
Tenda-tenda pengungsian masih menjadi tempat tinggal bagi warga Dusun Nioniba, Desa Kebirangga, Kecamatan Maukaro, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Flores dan sekitarnya pada 15 Agustus 2026.
Meski kondisi berangsur membaik, sebagian warga belum berani kembali ke rumah. Rumah mereka masih berdiri, tetapi kerusakan pada bagian dalam bangunan membuat warga khawatir terjadi keruntuhan sehingga memilih bertahan di tenda pengungsian.
Sedikitnya 168 kepala keluarga masih berada di pengungsian. Kebutuhan sehari-hari warga pun belum sepenuhnya kembali normal.
Kondisi tersebut mendorong relawan memasuki wilayah pelosok untuk menyalurkan bantuan. Pada Jumat (19/9/2026), Rangga Satria bersama sejumlah relawan mendistribusikan 100 paket bantuan kepada warga terdampak.
Bantuan tersebut berasal dari Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) dan NU Peduli. Bantuan tidak hanya berupa sembako, tetapi juga makanan ringan, susu, popok bayi berbagai ukuran, dan perlengkapan tidur.
"Alhamdulillah anak-anak kondisinya baik. Hanya sementara hak-hak mereka belum bisa terpenuhi, seperti gizi yang baik, tempat sekolah yang layak dan baik," kata Rangga kepada NU Online, Senin (21/9/2026).
Anak-anak Butuh Tempat Belajar
Bagi warga yang masih tinggal di tenda, kebutuhan tidak berhenti pada makanan. Anak-anak juga membutuhkan ruang belajar yang aman dan layak.
Karena itu, terpal untuk mendukung kegiatan belajar siswa di luar sekolah menjadi salah satu kebutuhan yang kini dicari relawan.
Rangga yang merupakan alumni Pesantren Tambakberas Jombang itu mengatakan kebutuhan bayi dan balita juga menjadi perhatian. Popok dengan berbagai ukuran ikut disalurkan karena menjadi salah satu kebutuhan penting selama warga berada di pengungsian.
Namun, bantuan darurat yang sebelumnya tersedia di lokasi telah berakhir. Dapur umum yang selama ini dikelola Satuan Tugas Brimob Polri berhenti beroperasi pada 9 September 2026.
Relawan Jadi Penghubung Bantuan
Situasi tersebut mendorong Rangga dan para relawan mengambil peran sebagai penghubung bantuan. Mereka berupaya berkoordinasi dengan berbagai lembaga agar bantuan dapat menjangkau wilayah yang belum banyak tersentuh.
"Kami berusaha berkoordinasi dengan lembaga apapun untuk menyalurkan bantuan ke pelosok-pelosok yang belum tersentuh," ujar Rangga.
Rangga merupakan warga Kota Ende, Kabupaten Ende. Wilayah tempat tinggalnya tidak terdampak gempa. Namun, kondisi tersebut justru mendorongnya membantu warga di wilayah lain yang masih menghadapi situasi darurat.
Bersama relawan, ia menyusuri wilayah terdampak untuk melihat langsung kebutuhan warga. Selain memastikan bantuan tersalurkan, mereka juga mencari titik-titik yang belum banyak menerima bantuan.
Di Dusun Nioniba, perjuangan warga belum benar-benar selesai. Mereka masih menunggu kondisi rumah yang cukup aman untuk kembali ditempati. Anak-anak membutuhkan tempat belajar yang layak, sementara kebutuhan pangan dan perlengkapan bayi tetap harus dipenuhi.
Bagi para relawan, situasi tersebut menjadi pengingat bahwa setelah gempa berlalu, kehidupan warga tidak serta-merta kembali seperti semula.
Di balik tenda-tenda pengungsian, masih ada keluarga yang menunggu rumahnya aman untuk dihuni. Ada anak-anak yang harus belajar dengan keterbatasan, serta kebutuhan sehari-hari yang tetap harus dipenuhi ketika perhatian terhadap bencana mulai berkurang.
"Saat ini, sembako dan kebutuhan bayi balita dan terpal untuk belajar siswa di luar sekolah," pungkasnya.
Tim NU Peduli Gempa Flores juga membuka donasi untuk mempercepat distribusi bantuan logistik, evakuasi, layanan kesehatan, serta pendampingan masyarakat.
Penggalangan donasi dilakukan melalui situs NU Care atau NU Online Super App melalui fitur Galang Dana Korban Bencana.