Nasional

Muktamar Ilmu Pengetahuan IV Dorong Lahirnya Gagasan Strategis untuk Bangsa

Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:00 WIB

Muktamar Ilmu Pengetahuan IV Dorong Lahirnya Gagasan Strategis untuk Bangsa

Pembukaan MIP IV, Jumat (26/6/2026) (Foto: Lakpesdam NU Jateng)

Kudus, NU Online

Muktamar Ilmu Pengetahuan (MIP) IV PWNU Jawa Tengah resmi dibuka di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus, Jumat (26/6/2026). Forum yang mempertemukan akademisi, peneliti, dan intelektual Nahdlatul Ulama ini diharapkan mampu melahirkan gagasan ilmiah yang berdampak nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.


Rektor UIN Sunan Kudus, Prof H Abdurrohman Kasdi  menegaskan bahwa MIP tidak boleh berhenti sebagai forum diskusi akademik semata.


"MIP IV diharapkan mampu merumuskan persoalan strategis bangsa, membangun kolaborasi lintas disiplin, melahirkan inovasi, serta menghasilkan rekomendasi kebijakan yang aplikatif," ungkapnya.


Mewakili Bupati Kudus, Sekretaris Daerah Kabupaten Kudus, Eko Djumartono menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan MIP IV di Kabupaten Kudus.


"Hasil-hasil pemikiran yang lahir dari forum ini agar dapat diimplementasikan menjadi kebijakan yang memberikan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat," katanya.


Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kabupaten Kudus juga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi peserta.


Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah, KH. Ghofar Rozin, menyebut MIP IV sebagai momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi pemikiran dan organisasi menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama.


Ia mengajak seluruh warga NU menjaga persatuan, memperkuat tradisi intelektual, serta mempertahankan kemandirian organisasi sebagai gerakan masyarakat sipil yang bebas dari berbagai bentuk hegemoni politik.


Pembukaan MIP IV ditutup dengan Khutbah Iftitah oleh KH. Shofwan Fauzi Al Sahrawi dari Syuriyah PWNU Jawa Tengah.


Dalam tausiyahnya, ia menegaskan bahwa MIP merupakan ikhtiar khas PWNU Jawa Tengah dalam membangun tradisi keilmuan yang berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.


"Konsistensi menjalankan prinsip-prinsip Aswaja akan memperkuat sinergi organisasi sehingga NU mampu terus memberikan kontribusi nyata bagi kehidupan berbangsa dan bernegara," kata Kiai Shofwan Fauzi.