Wisuda III Ma’had Aly Mudi Samalanga Kukuhkan 260 Kader Ulama Berbasis Turats
Ahad, 28 Juni 2026 | 16:00 WIB
Wisuda Ma'had Aly Mudi Mesjid Raya Samalang, Aceh, Selasa (23/6/2026) (Foto; Dok. Humas Ma'had Aly Mudi)
Bireuen, NU Online
Ma’had Aly Mudi Mesjid Raya Samalanga menggelar Sidang Senat Terbuka Wisuda III Marhalah Ula dan Marhalah Tsaniyah di kompleks Dayah Mudi Mesjid Raya Samalanga, Kabupaten Bireuen, Aceh.
Tgk Hendri, guru senior sekaligus Kepala Bagian Pengajian Dayah Mudi Samalanga, mengatakan bahwa wisuda tersebut mengukuhkan 260 mahasantri pada Selasa (23/6/2026). Mereka terdiri atas 205 lulusan Marhalah Ula dan 55 lulusan Marhalah Tsaniyah dari takhasus Fiqh wa Ushuluh.
“Kegiatan yang mengusung tema Fiqh Tangguh, Ushul Tumbuh, Umat Utuh tersebut berlangsung khidmat,” ujarnya kepada NU Online, Jumat (26/6/2026).
Wisuda tersebut turut dihadiri Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Abu Syaikh H Hasanoel Bashry HG atau yang akrab disapa Abu Mudi. Ia juga merupakan Mudir ‘Am Dayah Mudi Mesjid Raya Samalanga.
Selain itu, turut hadir Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, anggota Majelis Masyayikh, para guru, masyayikh, wali mahasantri, alumni, serta tamu undangan dari berbagai kalangan. Para undangan tersebut terdiri atas unsur ulama, pemerintahan, pimpinan lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, dan berbagai unsur lainnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan masuknya para wisudawan dan anggota senat ke lokasi acara. Sidang senat terbuka kemudian dibuka oleh Mudir Ma’had Aly Mudi Tgk H Zahrul Mubarrak, yang akrab disapa Abi Mudi.
Dalam sambutannya, Abi Mudi menegaskan bahwa Ma’had Aly Mudi akan terus memperkuat pendidikan tinggi keagamaan Islam berbasis pesantren serta kajian kitab-kitab turats. Menurutnya, penguasaan khazanah keilmuan Islam klasik merupakan fondasi penting dalam melahirkan ulama yang mampu menjawab berbagai persoalan umat.
“Ma’had Aly Mudi berkomitmen untuk terus memperkuat pendidikan tinggi berbasis turats dan mengembangkan keilmuan Islam yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Abi Mudi.
Ia mengatakan bahwa penguasaan fikih dan usul fikih harus berjalan beriringan dengan kemampuan membaca perkembangan sosial. Dengan demikian, lulusan Ma’had Aly tidak hanya memiliki kedalaman ilmu agama, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat.
Dalam laporan akademik yang disampaikan pada kegiatan tersebut, disebutkan bahwa 205 lulusan Marhalah Ula berasal dari tiga angkatan, sedangkan lulusan Marhalah Tsaniyah berjumlah 55 orang.
Anggota Majelis Masyayikh, Tgk H Faisal Aly, yang akrab disapa Abu Sibreh, menyampaikan dukungan terhadap rencana pengembangan Marhalah Tsalisah di Ma’had Aly MUDI.
Menurut Abu Sibreh, pengembangan jenjang Marhalah Tsalisah penting dilakukan untuk memperkuat proses kaderisasi ulama secara berkelanjutan.
“Kami dari Majelis Masyayikh siap mendukung berbagai upaya pengembangan Marhalah Tsalisah demi memperkuat kualitas kaderisasi ulama di Ma’had Aly Mudi,” ujar Abu Sibreh.
Ia menilai bahwa keberadaan Ma’had Aly memiliki peran strategis dalam menjaga kesinambungan tradisi keilmuan pesantren, khususnya dalam bidang fikih dan usul fikih.