Internasional

Konflik Yaman Memanas, Indonesia Desak Semua Pihak Utamakan Diplomasi

Senin, 12 Oktober 2026 | 16:00 WIB

Konflik Yaman Memanas, Indonesia Desak Semua Pihak Utamakan Diplomasi

Ilustrasi Yaman dan Arab Saudi. (Foto: Dok istimewa/BBC)

Jakarta, NU Online

Indonesia menyatakan keprihatinan atas meningkatnya konflik di Yaman dan serangan lintas batas, termasuk serangan yang menargetkan sejumlah bandara di Arab Saudi. Pemerintah Indonesia mendesak semua pihak menghentikan aksi saling serang dan mengutamakan dialog serta diplomasi untuk meredakan ketegangan.


Indonesia menyoroti dampak serangan terhadap warga sipil, operasional penerbangan sipil, dan keselamatan penerbangan. Pemerintah juga menyampaikan kekhawatiran atas meningkatnya jumlah korban sipil serta memburuknya situasi kemanusiaan di Yaman.


“Indonesia mengecam keras segala bentuk serangan terhadap warga sipil dan objek sipil serta menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dari dampak konflik bersenjata,” tulis Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melalui akun X, Senin (12/10/2026).


Indonesia turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan mendoakan kesembuhan bagi mereka yang terluka. Pemerintah meminta pihak-pihak yang terlibat dalam konflik menghentikan siklus serangan dan pembalasan serta menunjukkan pengendalian diri secara maksimal.


Indonesia juga menegaskan bahwa seluruh tindakan harus mematuhi hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional.


“Seluruh pihak terkait harus memprioritaskan dialog dan diplomasi untuk meredakan ketegangan dan mencapai penyelesaian damai atas konflik tersebut,” tulis Kemlu RI.


Serangan Bandara Saudi Perburuk Ketegangan

Seruan Indonesia muncul di tengah meningkatnya serangan terhadap infrastruktur sipil di Arab Saudi yang dikaitkan dengan konflik Yaman.


Dilansir Al Jazeera, serangan rudal menghantam Bandara Internasional King Khalid di Riyadh pada Sabtu (10/10/2026). Otoritas Arab Saudi melaporkan sedikitnya 12 orang meninggal dunia dan lebih dari 300 lainnya terluka. Kelompok Houthi di Yaman kemudian mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.


Serangan kembali terjadi pada Ahad (11/10/2026). Sebuah proyektil menghantam Terminal 4 Bandara Internasional King Khalid dan memicu kebakaran. Insiden tersebut menyebabkan satu warga negara Pakistan meninggal dunia dan 11 orang lainnya terluka. Serangkaian serangan itu turut mengganggu operasional penerbangan.


Utusan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Yaman, Hans Grundberg, juga mengecam serangan terhadap infrastruktur sipil di Arab Saudi. Ia memperingatkan bahwa eskalasi tersebut mengancam keamanan kawasan dan semakin mempersulit upaya perdamaian di Yaman.


“Serangan-serangan ini merupakan eskalasi yang sangat serius. Tindakan semacam itu menimbulkan ancaman serius terhadap keamanan regional, mempertahankan siklus kekerasan, dan semakin mempersulit upaya perdamaian untuk Yaman,” tutur Grundberg melalui akun X.