Duta Besar RI untuk Iran Rolliansyah Soemirat menyalami WNI saat proses evakuasi tahap kedua pada Rabu (11/3/2026). (Foto: tangkapan layar Instagram @indonesiaintehran)
Jakarta, NU Online
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Teheran kembali memfasilitasi proses evakuasi bertahap bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Iran. Pada gelombang terbaru, sebanyak 34 WNI diberangkatkan dalam proses evakuasi Tahap II, Rabu (11/3/2026).
"Kami memastikan pendampingan penuh dari titik keberangkatan di gedung KBRI hingga rombongan mencapai titik aman di perbatasan untuk melanjutkan perjalanan ke negara tetangga," tulis akun Instagram milik KBRI Teheran, dikutip NU Online, Jumat (13/3/2026).
Duta Besar RI untuk Iran Rolliansyah Soemirat memberikan pengarahan langsung kepada para peserta evakuasi di gedung KBRI Teheran sebelum keberangkatan. Dalam arahannya, ia menekankan bahwa keselamatan WNI merupakan prioritas utama pemerintah di tengah perkembangan situasi di kawasan.
Berdasarkan informasi resmi dari KBRI Teheran, berikut alur proses evakuasi tersebut:
- Rombongan diberangkatkan menggunakan bus menuju titik perbatasan.
- KBRI memastikan pendampingan dari titik keberangkatan hingga mencapai titik aman di perbatasan untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke negara tetangga.
- Mengingat bertepatan dengan bulan Ramadan, rombongan sempat melaksanakan buka puasa bersama di tengah perjalanan menuju perbatasan sebelum meninggalkan wilayah Iran.
Evakuasi ini merupakan kelanjutan dari program perlindungan WNI yang telah dimulai sejak pekan lalu. Sebelumnya, pada Jumat (6/3/2026), KBRI Teheran telah berhasil melaksanakan Tahap I dengan mengevakuasi 32 orang WNI.
Hingga saat ini, KBRI Teheran terus menjalin koordinasi erat dengan perwakilan RI lainnya di kawasan guna memantau dinamika lapangan dan menyiapkan langkah-langkah perlindungan lanjutan bagi WNI yang masih bertahan.
Pihak KBRI juga mengimbau seluruh warga Indonesia di Iran untuk tetap waspada dan memantau kanal informasi resmi.
Bagi WNI yang mengalami kendala, KBRI telah menyediakan Hotline Darurat di nomor +98 902 466 2889.
Sementara itu, pada Senin (9/3/2025), Menteri Luar Negeri RI menerima para Duta Besar negara-negara Teluk dan Yordania di Jakarta untuk membahas perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang tengah mengalami eskalasi.
"Para Duta Besar dan Perwakilan Kedubes GCC menyampaikan perkembangan situasi keamanan di negara masing-masing serta pandangan negara-negara GCC terkait dinamika kawasan," demikian informasi dari web resmi Kementerian Luar Negeri RI, dikutip NU Online pada Jumat (13/3/2025).
Agenda tersebut merupakan inisiasi Duta Besar Bahrain, yang bertindak sebagai pemegang Presidensi Gulf Cooperation Council (GCC) saat ini. Forum tersebut dihadiri oleh para Duta Besar dari Arab Saudi, Oman, Yordania, dan Bahrain, serta melibatkan delegasi diplomatik dari Kuwait, Qatar, dan Perserikatan Emirat Arab.
Dalam pertemuan tersebut, Menteri Luar Negeri RI menekankan pentingnya aspek keamanan bagi warga negara Indonesia yang menetap di kawasan tersebut dan berharap pemerintah negara setempat dapat menjamin keselamatan mereka.
Tercatat bahwa populasi WNI yang saat ini berada di wilayah Yordania serta negara-negara anggota GCC mencapai angka 495 ribu jiwa.
Selain itu, Menlu RI juga menyampaikan bahwa Indonesia kembali memperkuat posisinya untuk mengambil peran konstruktif dalam menciptakan perdamaian. Hal ini termasuk kesiapan menjadi penengah yang netral guna mempermudah proses dialog, selama hal tersebut disetujui oleh seluruh pihak yang terlibat.
"Indonesia juga menekankan pentingnya penghormatan terhadap perlindungan negara, hukum internasional, serta perlindungan masyarakat sipil," tulis informasi dalam web.