Jatim

Wakil Ketua PWNU Jatim: Sanad Keilmuan Kekuatan Tradisi Pesantren

Selasa, 14 April 2026 | 09:00 WIB

Wakil Ketua PWNU Jatim: Sanad Keilmuan Kekuatan Tradisi Pesantren

Wakil PWNU Jawa Timur, KH M Balya Firjaun Barlaman. (Foto: NOJ/ISt)

Probolinggo, NU Online Jatim

Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH M Balya Firjaun Barlaman mengatakan, menjaga sanad keilmuan dalam tradisi pesantren merupakan hal penting.


Menurutnya, keilmuan Islam memiliki mata rantai yang jelas dan bersambung hingga kepada Rasulullah saw, sehingga harus dijaga keberlanjutannya.


"Sanad keilmuan adalah kekuatan pesantren. Dari sanad, ilmu menjadi berkah, terjaga kemurniannya, dan tidak terputus dari sumber aslinya,” katanya pada Dzikirul Haul Masyayikh dan Tasyakur Khotmil Qur’an Bil Hifdzi ke-2 yang digelar di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi’in Lil-Qur’an, Blado Wetan, Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (11/4/2026).


Ia menekankan kepada para santri penghafal Al-Qur’an agar terus istiqamah. Ia menyebut keistimewaan Al-Qur'an adalah tidak pernah menimbulkan rasa bosan bagi para pembacanya.


“Al-Qur’an diturunkan untuk dibaca. Dengan pembiasaan, seseorang akan mampu menghafalnya dengan sendirinya. Banyak ulama terdahulu hafal Al-Qur’an karena kedekatan mereka dengan mushaf,” jelasnya.


Dalam kesempatan itu, ia juga menekankan pentingnya membaca shalawat untuk Nabi. Sebab, keutamaan seseorang di sisi Rasulullah saw tidak diukur dari kekayaan, jabatan, maupun kehebatan semata, melainkan dari seberapa banyak ia bershalawat.


“Orang yang paling berhak mendapatkan syafaat Rasulullah saw adalah yang paling banyak bershalawat. Inilah bentuk keadilan Allah swt sekaligus keutamaan yang harus kita amalkan,” ujarnya 


Selengkapnya klik di sini.