Khutbah

Khutbah Jumat: Makna dan Keutamaan Membaca Basmalah

Kamis, 9 April 2026 | 11:14 WIB

Khutbah Jumat: Makna dan Keutamaan Membaca Basmalah

Khutbah Jumat (freepik)

Setiap kali kita memulai aktivitas penting, terutama yang bersifat ibadah, sering kali kita diajarkan untuk membaca Basmala: “Bismillahirrahmanirrahim” (Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang). Tapi, tahukah kita bahwa basmalah bukan sekadar kalimat pembuka? 

 

Nah berikut teks khutbah Jumat berikut berjudul "Khutbah Jumat: Makna dan Keutamaan Membaca Basmalah,". Untuk mencetak naskah khutbah Jumat ini, silakan klik ikon print berwarna merah di atas atau bawah artikel ini (pada tampilan dekstop). Semoga bermanfaat.


Khutbah I


اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي أَنْزَلَ الْقُرْأَنَ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ، وَجَعَلَ فِيْ ذِكْرِهِ طُمَأْنِيْنَةً لِلْقُلُوْبِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، تَعْظِيْمًا لِشَأْنِهِ، وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، الْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ.


اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً وَسَلَامًا مُتَلَازِمَيْنِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ أَمَّا بَعْدُ, فَيَاأَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ


 

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt, 

 

Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada Allah swt yang telah memberikan kita kesempatan untuk bisa berjumpa di siang hari ini untuk melaksanakan rangkaian shalat Jumat bersama di masjid yang mulia ini.

 

Selanjutnya, tak lupa marilah kita haturkan pula shalawat beserta salam kepada Nabi Muhammad saw, juga kepada para keluarganya, sahabatnya, dan semoga melimpah kepada kita semua selaku umatnya. Amin ya Rabbal ‘alamin. 

 

Khatib juga mengajak pada jamaah sekalian sekaligus diri pribadi agar selalu meningkatkan takwa kepada Allah Swt dengan cara menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

 

Allah Ta'ala berfirman:

 


يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ


Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim. (QS. Ali-Imran: 102).

 

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt, 


Salah satu amalan sunnah bagi umat Islam adalah memulai setiap pekerjaan dengan mengucapkan basmalah. Basmalah, atau bismillah, berarti “dengan nama Allah”. Artinya, ketika seorang Muslim mengucapkannya sebelum melakukan sesuatu, ia memulai pekerjaan tersebut dengan menyandarkan niatnya pada Allah dan menyadari bahwa segala sesuatu adalah milik-Nya.

 

Allah melalui Nabi-Nya menjadikan basmalah sebagai etika bagi setiap Muslim dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Sebagaimana dijelaskan oleh Imam At-Thabari dalam Tafsir Jamiul Bayan ‘an Takwili ayil Qur’an, jilid I halaman 114, Allah mendidik Nabi Muhammad Saw dengan mengajarkan beliau untuk selalu menyebut nama Allah sebelum melakukan setiap pekerjaan.

 

Simak penjelasan Imam Thabari;

 

إِنَّ اللهَ تَعَالَى ذِكْرُهُ وَتَقَدَّسَتْ أَسْمَاؤُهُ أَدَّبَ نَبِيَّهُ مُحَمَّدًا صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِتَعْلِيْمِهِ تَقْدِيْمَ ذِكْرِ أَسْمَائِهِ الْحُسْنَى أَمَامَ جَمِيْعِ أَفْعَالِهِ، وَتَقَدَّمَ إِلِيْهِ فِيْ وَصْفِهِ بِهَا قَبْلَ جَمِيْعِ مُهِمَّاتِهِ، وَجَعَلَ مَا أَدَّبَهُ بِهِ مِنْ ذَلِكَ وَعَلَّمَهُ إِيَّاهُ مِنْهُ لِجَمِيْعِ خَلْقِهِ سُنَّةً يَسْتَنُّوْنَ بِهَا، وَسَبِيْلًا يتَّبِعُوْنَهُ عَلَيْهَا، فَبِهِ افْتِتَاحُ أَوَائِلِ مَنْطِقِهِمْ، وَصُدُوْرِ رَسَائِلِهِمْ وَكُتُبِهِمْ وَحَاجَاتِهِمْ


Artinya: “Allah Swt mendidik Nabi Muhammad Saw dengan mengajarkannya untuk selalu menyebut nama Allah sebelum melakukan semua pekerjaannya, mendahulukan menyebut sifat Allah sebelum semua kepentingannya. Allah juga menjadikan etika yang diajarkan kepada nabi-Nya untuk dilakukan pula oleh seluruh manusia sebagai sunnah yang diikuti. Dengan basmalah sebagai pembuka setiap ucapan, permulaan surat, buku maupun pembuka dalam kebutuhan manusia”.

 

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt, 

 

Menurut Prof. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah jilid I halaman 12, basmalah memiliki dua makna, yaitu memulai dan kekuasaan.

 

Makna yang pertama, memulai, berarti ketika seorang Muslim mengucapkan bismillah sebelum melakukan suatu pekerjaan, ia meniatkan dalam hatinya untuk memulai aktivitas itu dengan nama Allah. Harapannya, pekerjaan tersebut menjadi baik, pengucapnya terhindar dari godaan nafsu, tidak merugikan orang lain, dan bahkan membawa manfaat.

 

Makna yang kedua, kekuasaan, berarti saat mengucapkan basmalah, seorang Muslim meniatkan bahwa semua pekerjaan yang dilakukannya akan terlaksana dengan baik berkat kuasa dan pertolongan Allah Swt. Seolah-olah hatinya berkata: “Dengan kekuasaan dan pertolongan Allah, pekerjaan yang saya lakukan ini dapat berhasil.”

 

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt, 

 

Lebih dari itu, basmalah memiliki banyak keutamaan. Salah satunya adalah berperan sebagai pembuka bagi setiap perbuatan atau pekerjaan baik, seperti saat makan, minum, berbicara, atau melakukan kebaikan yang bermanfaat lainnya.

 

Bahkan, dalam sebuah riwayat dari Imam Ahmad bin Hanbal, disebutkan bahwa setiap ucapan atau pekerjaan yang bernilai baik, jika tidak diawali dengan menyebut nama Allah, maka nilainya menjadi kurang sempurna atau cacat. Dengan kata lain, basmalah bukan sekadar kata, tetapi kunci agar setiap amal kita mendapatkan keberkahan dari Allah.

 

Imam Ahmad bin Hanbal dalam Musnadnya berkata:

 

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " ‌كُلُّ ‌كَلَامٍ، أَوْ أَمْرٍ ذِي بَالٍ لَا يُفْتَحُ بِذِكْرِ اللهِ، فَهُوَ أَبْتَرُ أَوْ قَالَ: أَقْطَعُ

 

Artinya: “Dari Abi Hurairah berkata, Rasulullah Saw bersabda: “setiap ucapan atau perbuatan yang memiliki nilai baik yang tidak diawali dengan menyebut nama Allah maka perbuatan tersebut dianggap cacat”. (HR. Ahmad bin Hanbal). 

 

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt, 

 

Terkait hadits di atas, Syekh Nawawi Banten dalam Kasyifatus Saja hal 3 menjelaskan bahwa maksudnya ialah setiap pekerjaan mulia yang bernilai baik yang tidak diawali dengan membaca bismillah dinilai kurang sempurna meski secara kasat mata terlihat baik. 

 

Syekh Nawawi berkata:

 

وَمَعْنَى الْحَدِيْثِ: كُلُّ شَيْءٍ لَهُ شَرَفٌ وَعَظَمَةٌ أَوْ كُلُّ شَيْءٍ يُطْلَبُ أَوْ يُبَاحُ أَوْ كُلُّ شَيْءٍ لَهُ قَلْبٌ أَيْ يَمْلِكُ قَلْبًا لَا يُبْدَأُ بِسَبَبِ ذَلِكَ الشَّيْءِ بِبِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ فَهُوَ كَالْحَيَوَانِ الْمَقْطُوْعِ الذَّنَبِ أَوْ كَمَنْ قُطِعَتْ يَدَاهُ أَوْ كَمَنْ ذَهَبَتْ أَنَامِلُهُ أَوْ كَمَنْ بِهِ جُذَامٌ فِيْ نَقْصِهِ وَعَيْبِهِ شَرْعًا وَإِنْ تَمَّ حِسًّا

 

Artinya: “Makna hadits tersebut ialah setiap sesuatu yang bernilai mulia atau perbuatan yang dianjurkan atau diperbolehkan atau sesuatu yang memiliki hati di dalamnya yang tidak dimulai dengan membaca bismillah maka perbuatan tersebut seperti halnya hewan yang terpotong ekornya (cacat), atau seperti manusia yang terpotong tangannya atau seperti halnya seseorang yang memiliki penyakit kulit. Dalam artian kurang secara syariat meski terlihat sempurna secara kasat mata”. 


Demikian yang bisa khatib sampaikan. Kesimpulannya, sangat dianjurkan bagi umat Islam untuk membaca basmalah ketika memulai pekerjaan yang bernilai baik. Dengan harapan pekerjaan yang dilakukan tidak hanya sempurna secara fisik namun juga bernilai berkah di sisi Allah Swt.


بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَيَا فَوْزَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَيَا نَجَاةَ التَّائِبِيْنَ


Khutbah II 

 

إِنَّ الْحَمْدَ لِلهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ


أَمَّا بَعْدُ. فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى اِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِي الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ. وَعَنْ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ. وَالتَّابِعِبْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَتَابِعِهِمْ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ. 


اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. 


رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَر.ِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ  


 

------

Alwi Jamalulel Ubab, Penulis Tinggal di Indramayu