Khutbah

Khutbah Jumat: Tragedi Andrie Yunus, Saat Martabat Manusia Diremehkan

Rabu, 18 Maret 2026 | 16:24 WIB

Khutbah Jumat: Tragedi Andrie Yunus, Saat Martabat Manusia Diremehkan

Andrie yunus

Tragedi yang menimpa saudara kita, Andrie Yunus, menjadi pengingat pahit tentang pentingnya menghormati martabat setiap manusia. Kekerasan, penyiksaan, dan penghilangan hak hidup bukan hanya tindakan yang salah secara hukum, tetapi juga sangat dikecam dalam Islam.

 

Khutbah Jumat dengan judul, “Khutbah Jumat: Tragedi Andrie Yunus, Saat Martabat Manusia Diremehkan”. Untuk mencetak naskah khutbah ini, silakan klik ikon print berwarna merah di atas atau di bawah artikel ini. Semoga bermanfaat.

 


Khutbah I


اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ كَرَّمَ بَنِي آدَمَ، وَجَعَلَ الاِعْتِدَاءَ عَلَى النُّفُوْسِ مِنْ أَعْظَمِ الْآثَامِ، وَحَرَّمَ سَفْكَ الدِّمَاءِ وَانْتِهَاكَ الْحُرُمَاتِ بَيْنَ الْأَنَامِ، لِيَبْقَى الْإِنْسَانُ مَصُونَ الْكَرَامَةِ بَيْنَ الْأَقْوَامِ، وَلَا يَتَحَوَّلَ الْمُجْتَمَعُ إِلَى مَيْدَانِ قَسْوَةٍ وَانْتِقَامِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ، أَمَّا بَعْدُ. فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ وَ قَدْ قَالَ: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُوْنُوْا قَوَّامِيْنَ لِلّٰهِ شُهَدَاۤءَ بِالْقِسْطِۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَاٰنُ قَوْمٍ عَلٰٓى اَلَّا تَعْدِلُوْا ۗاِعْدِلُوْاۗ هُوَ اَقْرَبُ لِلتَّقْوٰىۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ

 

Jamaah kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah,

 

Segala syukur, kita panjatkan atas segala nikmat yang Allah anugerahkan kepada kita semua. Berkat rahmat-Nya, Dia menjadikan bumi sebagai tempat tinggal yang aman, nyaman, dan tenteram bagi seluruh makhluk. Sehingga pada Jumat yang berkah ini pula, kita masih dengan bersahaja menjalankan ibadah.

 

Selanjutnya, shalawat dan salam, sepantasnya kita selalu haturkan kepada Nabi Muhammad SAW. Karena perjuangannya mendakwahkan Islam, kita bisa selamat di dunia dan akhirat. Begitu pula kepada para kerabat, sahabat, tabi'in dan ulama yang senantiasa menapaki langkah beliau, kita doakan, semoga Allah memberikan balasan terbaik untuk mereka.

 

Kemudian pada kesempatan yang mulia ini, khatib berwasiat untuk diri sendiri dan jamaah semuanya, mari kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah, dengan cara senantiasa berbuat kebaikan dan menegakkan kebenaran. Sebab Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Maidah ayat 8:

 

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُوْنُوْا قَوَّامِيْنَ لِلّٰهِ شُهَدَاۤءَ بِالْقِسْطِۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَاٰنُ قَوْمٍ عَلٰٓى اَلَّا تَعْدِلُوْا ۗاِعْدِلُوْاۗ هُوَ اَقْرَبُ لِلتَّقْوٰىۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ

 

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak (kebenaran) karena Allah (dan) saksi-saksi (yang bertindak) dengan adil. Janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlakulah adil karena (adil) itu lebih dekat pada takwa. Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”


Kita patut berduka atas peristiwa yang menimpa saudara kita, Andrie Yunus, aktivis hak asasi manusia dan Wakil Koordinator Bidang Eksternal di Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS). Ia menjadi korban kekerasan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Wajah dan tubuhnya disiram air keras, menyebabkan luka bakar serius, dan hingga kini ia masih dirawat di rumah sakit. 


Kita juga berduka atas nasib para aktivis lain yang sebelumnya gugur karena tindakan tidak manusiawi saat memperjuangkan kepentingan masyarakat. Mereka semua adalah pahlawan kemanusiaan yang harus dikenang dan dihormati.


Kejadian-kejadian seperti ini seharusnya membuka mata kita semua. Sebagai manusia yang memiliki akal sehat, kita mampu membedakan mana yang benar dan salah. Oleh karena itu, kita wajib mengecam keras segala bentuk kekerasan, penyiksaan, upaya membungkam suara, dan penghilangan nyawa. Karena setiap orang yang menyakiti atau membunuh sesama, seakan-akan ia menyakiti atau membunuh seluruh umat manusia.


Sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Maidah ayat 32, kita wajib menegakkan nilai kemanusiaan dan keadilan, serta melindungi hak hidup setiap orang. Tidak ada alasan yang dapat membenarkan kekerasan terhadap sesama. Allah berfirman;

 


مِنْ اَجْلِ ذٰلِكَ ۛ كَتَبْنَا عَلٰى بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ اَنَّهٗ مَنْ قَتَلَ نَفْسًاۢ بِغَيْرِ نَفْسٍ اَوْ فَسَادٍ فِى الْاَرْضِ فَكَاَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيْعًاۗ وَمَنْ اَحْيَاهَا فَكَاَنَّمَآ اَحْيَا النَّاسَ جَمِيْعًا ۗوَلَقَدْ جَاۤءَتْهُمْ رُسُلُنَا بِالْبَيِّنٰتِ ثُمَّ اِنَّ كَثِيْرًا مِّنْهُمْ بَعْدَ ذٰلِكَ فِى الْاَرْضِ لَمُسْرِفُوْنَ 


Artinya: “Oleh karena itu, Kami menetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil bahwa siapa yang membunuh seseorang bukan karena (orang yang dibunuh itu) telah membunuh orang lain atau karena telah berbuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh semua manusia. Sebaliknya, siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, dia seakan-akan telah memelihara kehidupan semua manusia. Sungguh, rasul-rasul Kami benar-benar telah datang kepada mereka dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas. Kemudian, sesungguhnya banyak di antara mereka setelah itu melampaui batas di bumi.”

 

Jamaah kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah,


Ayat tersebut menegaskan betapa tinggi nilai kehidupan dalam pandangan Islam. Allah SWT menyatakan bahwa membunuh satu jiwa tanpa alasan yang dibenarkan sama artinya dengan membunuh seluruh umat manusia.

 

Setiap nyawa memiliki kehormatan yang wajib dijaga. Pelanggaran terhadap satu nyawa berarti merusak prinsip yang melindungi keselamatan semua manusia. Oleh karena itu, larangan membunuh tanpa hak tidak hanya menyangkut satu korban, tetapi juga berkaitan dengan tegaknya tatanan kemanusiaan secara keseluruhan.

 

Menurut Imam Ibnu Katsir dalam Tafsirul Qur’anil Azhim, jilid 3, halaman 83, menjelaskan siapa pun yang membunuh satu jiwa tanpa alasan yang dibenarkan dan melakukannya tanpa sebab yang sah, seakan-akan ia telah membunuh seluruh manusia. Hal ini karena setiap nyawa sama berharganya dan tidak ada perbedaan antara satu dengan yang lain.

 

Sebaliknya, siapa yang menghormati kehidupan manusia, menahan diri dari membunuh, dan meyakini bahwa membunuh itu haram, maka seluruh manusia seakan-akan selamat darinya. Simak penjelasan berikut;

 

مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ سَبَبٍ مِنْ قِصَاصٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الْأَرْضِ، وَاسْتَحَلَّ قَتْلَهَا بِلَا سَبَبٍ وَلَا جِنَايَةٍ، فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا، لِأَنَّهُ لَا فَرْقَ عِنْدَهُ بَيْنَ نَفْسٍ وَنَفْسٍ، وَمَنْ أَحْيَاهَا، أَيْ حَرَّمَ قَتْلَهَا وَاعْتَقَدَ ذَلِكَ، فَقَدْ سَلِمَ النَّاسُ كُلُّهُمْ مِنْهُ بِهَذَا الِاعْتِبَارِ.

 

Artinya: “Barang siapa membunuh satu jiwa tanpa alasan yang dibenarkan, seperti qishash atau karena membuat kerusakan di bumi, dan ia menghalalkan pembunuhannya tanpa sebab dan tanpa kejahatan, maka seakan-akan ia telah membunuh seluruh manusia, karena menurutnya tidak ada perbedaan antara satu jiwa dengan jiwa yang lain. Dan barang siapa menghidupkannya (membiarkan manusia hidup), yakni menahan diri dari membunuhnya dan meyakini keharaman hal itu, maka seluruh manusia selamat darinya dalam pengertian tersebut.”

 

Jamaah kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah, 

 

Tindakan kekerasan dan  pembunuhan manusia, sebagaimana yang dijelaskan dalam QS. Al-Maidah ayat 32 ini, berkaitan erat dengan apa yang disebut sebagai dehumanisasi, yaitu ketika seseorang tidak lagi memandang orang lain sebagai manusia yang memiliki martabat dan hak untuk hidup, tetapi hanya sebagai objek yang boleh disingkirkan demi kepentingan tertentu. 

 

Dalam kondisi itulah, tindakan melukai, mengancam, bahkan menghilangkan nyawa dapat dianggap sebagai sesuatu yang wajar, padahal di situlah letak kerusakan besar yang oleh ayat tersebut diperingatkan, karena merendahkan satu manusia berarti meruntuhkan nilai kemanusiaan seluruhnya.

 

Jamaah kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah,

 

Allah SWT sangat menghormati martabat manusia. Bahkan Dia sendiri yang secara langsung menegaskan, sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-Isra ayat 70:

 

وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِيْٓ اٰدَمَ وَحَمَلْنٰهُمْ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنٰهُمْ مِّنَ الطَّيِّبٰتِ وَفَضَّلْنٰهُمْ عَلٰى كَثِيْرٍ مِّمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيْلًا ࣖ

 

Artinya: “Sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam dan Kami angkut mereka di darat dan di laut. Kami anugerahkan pula kepada mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka di atas banyak makhluk yang Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna.”

 

Oleh karena itu, mari kita bersatu padu untuk melawan segala bentuk kekerasan, pelecehan, penyiksaan dan upaya penghilangan nyawa terhadap manusia. Segala bentuk tindak kriminal terhadap manusia itu dikecam oleh Islam dan kita harus berpegang teguh padanya.

 


بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِلْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

 

Khutbah II


اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ عَلَى إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا اِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلَى رِضْوَانِهِ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا المُسْلِمُوْنَ اِتَّقُوْا اللّٰهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى


وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللّٰهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَّى بِمَلآئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعَالَى إِنَّ اللّٰهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.  اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيَآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلَآئِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّٰهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيِّ وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِيْ التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ


اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اَلأَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَالْاَمْوَاتِ. اَللّٰهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ الْمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ الْمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَأَعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَالْمِحَنَ وَسُوْءَ الْفِتَنِ وَالْمِحَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خَآصَّةً وَسَائِرِ الْبُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَآمَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَ اِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ. رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ


عِبَادَ اللّٰهِ ! إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِيْ الْقُرْبٰى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوْا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ وَ اللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ


----------------
Muhaimin Yasin, Alumnus Pondok Pesantren Ishlahul Muslimin Lombok Barat dan Pegiat Kajian Keislaman