Nasional

ASN Kemenekraf Meninggal saat Latsarmil Komcad, YLBHI Soroti Kebijakan Pemerintah

Senin, 28 September 2026 | 14:30 WIB

ASN Kemenekraf Meninggal saat Latsarmil Komcad, YLBHI Soroti Kebijakan Pemerintah

Peserta Latsarmil Komcad. (Foto: dok ist)

Jakarta, NU Online

Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Muhammad Isnur menyoroti kebijakan penyelenggaraan Latihan Dasar Militer Komponen Cadangan (Latsarmil Komcad) ASN Kementerian/Lembaga Gelombang II Tahun 2026 setelah seorang peserta, Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) Vanreko Varkas Bagaskara (28), meninggal dunia.


Isnur menilai persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan proses pelatihan, tetapi juga mencakup rekrutmen peserta hingga status hukum ASN setelah ditetapkan sebagai Komcad.


“Kami tidak dapat menerima jika peristiwa ini ditutup sebagai persoalan medis semata,” kata Isnur kepada NU Online, Senin (28/9/2026).


Menurut Isnur, kematian Vanreko menjadi persoalan serius terkait kewajiban negara dalam menjamin hak atas hidup sebagaimana diatur dalam Pasal 28A dan Pasal 28I UUD 1945 serta Pasal 9 UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.


“Selama latsarmil, peserta berada di bawah kendali penuh negara. Negara yang menentukan kapan mereka berlatih, seberapa berat beban yang dipikul, kapan boleh beristirahat, dan kapan dirujuk ke rumah sakit,” jelasnya.


Isnur mengatakan kondisi yang dapat memicu heatstroke semestinya dapat dicegah melalui pengaturan jam latihan, pembatasan beban, pemantauan kesehatan, dan rujukan medis secara dini.


“Karena itu, negaralah yang wajib membuktikan bahwa seluruh langkah pencegahan telah dijalankan, dan tidak cukup berlindung di balik diagnosis,” tegasnya.


YLBHI Minta Kronologi Dibuka

Isnur meminta Kementerian Pertahanan (Kemenhan) membuka kepada publik kronologi lengkap peristiwa tersebut, termasuk rekam medis Vanreko sejak awal latihan, kondisi cuaca dan beban latihan, serta protokol pencegahan heatstroke yang diterapkan selama pelatihan.


YLBHI juga mendesak Presiden menghentikan pelibatan ASN dan CPNS dalam Latsarmil Komcad. Menurut Isnur, program tersebut perlu dihentikan sementara dan diikuti investigasi independen yang hasilnya diumumkan kepada publik.


Selain itu, Isnur meminta Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin menunda penetapan Komcad Gelombang II yang dijadwalkan pada 7 Oktober 2026.


Ia juga menekankan pentingnya memastikan prinsip kesukarelaan dalam keikutsertaan peserta.


“Kesukarelaan setiap peserta diverifikasi satu per satu, serta memberi kesempatan kepada peserta untuk mundur tanpa sanksi apa pun,” katanya.


Vanreko Kolaps saat Gladi Penutupan

Vanreko Varkas Bagaskara merupakan peserta Latsarmil Komcad ASN Kementerian/Lembaga Gelombang II Tahun 2026.


Menurut keterangan Kepala Rumah Sakit Angkatan Udara (RSAU) dr. Esnawan Antariksa, Kolonel Kes dr. Iman Fathurrohman, Vanreko mengalami gangguan kesehatan pada Jumat (25/9/2026) sekitar pukul 09.30 WIB setelah menyelesaikan sesi pertama gladi penutupan Latsarmil di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.


Saat hendak mengikuti sesi berikutnya, Vanreko mengeluhkan pandangan gelap dan pusing sebelum akhirnya kehilangan kesadaran. Tim kesehatan yang berada di lokasi kemudian memberikan pertolongan pertama.


Pemeriksaan awal menunjukkan Vanreko mengalami hipotensi dan peningkatan suhu tubuh yang mengindikasikan heatstroke yang berkaitan dengan paparan cuaca dan kelelahan. Ia kemudian dibawa ke RSAU dr. Esnawan Antariksa untuk mendapatkan perawatan.


Kondisinya sempat membaik dan stabil pada Jumat malam. Namun, pada Sabtu (26/9/2026) sekitar pukul 04.30 WIB, kondisinya kembali menurun dan mengalami kejang berulang.


Vanreko kemudian dirujuk ke RSPAD Gatot Soebroto untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut dan menjalani perawatan intensif. Ia dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu (26/9/2026).