BNPB Petakan Kesiapsiagaan Bahaya Tsunami di Pesisir Banten
Jumat, 11 September 2026 | 10:30 WIB
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan di Jakarta saat konferensi pers pada Kamis (10/9/2026). (BNPB)
Jakarta, NU Online
Ancaman tsunami di kawasan pesisir Banten menjadi perhatian menyusul aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih berstatus Level III (Siaga). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan assessment kesiapsiagaan untuk memastikan masyarakat dan pemerintah daerah tidak hanya memiliki perangkat peringatan dini, tetapi juga mampu merespons cepat ketika bencana terjadi.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan melakukan assessment di sejumlah wilayah pesisir Provinsi Banten yaitu Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon. Peninjauan juga mencakup kawasan yang pernah terdampak tsunami Selat Sunda 2018.
“Penilaian menggunakan indikator Tsunami Ready yang disesuaikan dengan karakteristik risiko dan kondisi kesiapsiagaan di masing-masing wilayah,” ujarnya di Jakarta, Kamis (10/9/2026).
Di Kabupaten Pandeglang, assessment dilakukan di kawasan Tanjung Lesung, Desa Sumberjaya, dan Desa Panimbangjaya. Di Tanjung Lesung, rambu evakuasi menuju titik aman di kawasan resort telah tersedia dan simulasi tsunami dilakukan secara berkala.
“Namun, perangkat diseminasi informasi berupa Warning Receiver System (WRS) Gen masih dalam proses perbaikan,” kata Berton.
Sementara, Desa Sumberjaya telah memiliki rambu evakuasi menuju dua lokasi evakuasi akhir, yakni Kampung Pasir Malang dan kawasan hunian tetap. Tower sirene peringatan dini tsunami di halaman Kantor Kecamatan Sumur dipastikan siap beroperasi.
“Di Desa Panimbangjaya, pemahaman masyarakat terhadap risiko tsunami dinilai cukup baik. SOP telah tersedia, tower sirene di halaman Kantor Kecamatan Panimbang dan peta jalur evakuasi di depan kantor desa berada dalam kondisi baik,” ucapnya.
Di Kabupaten Serang, lanjut Berton, kesiapsiagaan serupa ditemukan di Desa Salira, Desa Karang Suraga, dan Desa Anyar. Desa Salira memiliki peta bahaya, rambu dan jalur evakuasi menuju lima titik aman.
“SOP peringatan dini tsunami telah tersedia dan tower sirene di halaman kantor desa berada dalam kondisi baik,” katanya.
Di Kota Cilegon, asessmen dilakukan di Kelurahan Kubangsari. Ia menilai bahwa pemahaman masyarakat terhadap risiko tsunami cukup baik. Fasilitator kelurahan aktif menyampaikan perkembangan situasi melalui grup WhatsApp. SOP tersedia dan tower sirene di belakang kantor kelurahan dipastikan berfungsi normal.
Berton juga menyampaikan bahwa kondisi sebaran abu vulkanik di Banten berdasarkan pemantauan hingga Selasa (8/9/2026) sore sudah tidak teramati lagi. Hasil paper test juga menunjukkan tidak terdapat lagi sebaran abu di wilayah Banten.
“Pemantauan tetap dilakukan mengingat status Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga,” tegasnya.