Di Haul Buntet Pesantren, Menko Zulhas Tegaskan Besarnya Jasa Kiai Abbas bagi NKRI
Sabtu, 1 Agustus 2026 | 18:00 WIB
Ziarah dan Tahlil Umum dalam rangka Haul Almarhumin Sesepuh dan Warga Pondok Buntet Pesantren di Makbaroh Gajah Ngambung, Buntet Pesantren, Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (1/8/2026). (Foto: dok istimewa)
Cirebon, NU Online
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan besarnya peran ulama dan santri dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Menurutnya, jasa para ulama, termasuk Kiai Abbas Buntet, menjadi bagian penting dalam sejarah perjuangan bangsa.
"Tanpa Kiai Abbas, tidak ada NKRI. Tanpa Kiai Abbas, kita mungkin tidak ada di sini. Begitu pula guru-guru kita, para kiai, dan para santri," ujar Zulkifli Hasan saat memberikan sambutan pada Ziarah dan Tahlil Umum dalam rangka Haul Almarhumin Sesepuh dan Warga Pondok Buntet Pesantren di Makbaroh Gajah Ngambung, Buntet Pesantren, Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (1/8/2026).
Dalam sambutannya, Zulkifli mengatakan pesantren senantiasa menjadi bagian penting dalam perjalanan bangsa, baik pada masa perjuangan kemerdekaan maupun dalam mengisi pembangunan nasional. Menurutnya, para kiai dan santri telah memberikan teladan dalam menjaga persatuan serta mengabdikan diri kepada negara.
"Kita selalu berharap Indonesia senantiasa dilindungi oleh para guru, para kiai, dan para pahlawan," tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Pengasuh Pesantren Jagasatru Ayip Hasanain menjelaskan bahwa ziarah merupakan amalan yang dianjurkan Rasulullah SAW, baik kepada orang yang masih hidup maupun yang telah wafat. Menurutnya, menziarahi orang-orang saleh, termasuk para masyayikh Buntet Pesantren, menjadi ikhtiar untuk meraih rida dan ampunan Allah SWT.
"Di dunia mereka mendapat rida Allah, bahkan setelah berada di alam barzakh pun tetap dinaungi rida Allah. Karena itu kita dianjurkan berziarah kepada mereka agar memperoleh keberkahan dari amal-amal kebaikan yang telah mereka lakukan semasa hidup," katanya.
Ayip menambahkan, ziarah bukan sekadar mendoakan mereka yang telah wafat, tetapi juga menjadi sarana mengambil keberkahan dari orang-orang bertakwa.
"Keberkahan itulah yang kita harapkan setiap berziarah ke muassis Buntet Pesantren. Semoga keberkahan itu kita bawa pulang dan dirasakan pula oleh keluarga," ujarnya.
Ribuan warga, santri, dan alumni Pondok Buntet Pesantren memadati kompleks pemakaman Gajah Ngambung untuk mengikuti rangkaian haul yang menjadi agenda tahunan pesantren tersebut. Tahlil akbar menjadi salah satu acara utama yang diikuti para jamaah.
Haul Almarhumin Sesepuh dan Warga Pondok Buntet Pesantren merupakan agenda tahunan untuk mengenang jasa para ulama, pengasuh, dan warga pesantren yang telah wafat. Selain menjadi ajang doa bersama, kegiatan tersebut juga menjadi momentum mempererat silaturahmi keluarga besar Pondok Buntet Pesantren dengan masyarakat.
Rangkaian haul mencapai puncaknya pada Sabtu (1/8/2026) malam. Acara dijadwalkan dihadiri Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah KH Ubaidullah Shodaqoh, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Mahrusiyah Lirboyo Kediri KH Reza Ahmad Zahid, serta Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Pipit Rismanto.
Kontributor: Farhat Kamal