Sejumlah Dalil Anjuran Itikaf di 10 Hari Terakhir Ramadhan
Selasa, 10 Maret 2026 | 11:00 WIB
Jakarta, NU Online
Memasuki 10 hari terakhir Ramadhan 1447 H, umat Islam sangat dianjurkan untuk mengisinya dengan segenap ibadah, di antaranya itikaf, yaitu berdiam diri di masjid dan mengisinya dengan rangkaian ibadah.
Itikaf sebetulnya merupakan ibadah yang sudah dijalankan oleh Nabi Ibrahim as. Karenanya, Ustadz Alvin Nur Choironi menyebut bahwa ibadah itikaf merupakan salah satu syariat terdahulu (syar'u man qablana), sebagaimana dijelaskan Al-Bujairami dalam Hasyiyah ala Syarhil Minhaj yang dikutip dari artikel berjudul Ini Sejarah dan Waktu Kesunahan Itikaf pada Selasa (10/3/2025).
Baca Juga
Hukum Ibadah Itikaf
Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 125 merekam perintah itikaf di masjid itu kepada Nabi Ibrahim.
وَعَهِدْنَآ اِلٰٓى اِبْرٰهٖمَ وَاِسْمٰعِيْلَ اَنْ طَهِّرَا بَيْتِيَ لِلطَّاۤىِٕفِيْنَ وَالْعٰكِفِيْنَ وَالرُّكَّعِ السُّجُوْدِ
Artinya, “Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail, ‘Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang itikaf, yang rukuk, dan yang sujud.'"
Baca Juga
Waktu Ibadah Itikaf
Perintah itikaf itu tidak hanya termaktub dalam Al-Qur'an sebagaimana yang disebut di atas, tetapi juga terdapat dalam sejumlah hadits yang merekam aktivitas Rasulullah saw yang beritikaf di masjid pada 10 hari terakhir Ramadhan. Hal demikian diceritakan langsung oleh istrinya, Sayyidah Aisyah ra.
عن عائشة رضي الله عنها زوج النبي صلى الله عليه وسلم أن النبي صلى الله عليه وسلم كان يعتكف العشر الأواخر من رمضان حتى توفاه الله ثم اعتكف أزواجه من بعده
Artinya, “Dari Aisyah ra, istri Nabi Muhammad saw bahwa Nabi Muhammad saw beritikaf pada sepuluh terakhir bulan Ramadhan sampai beliau wafat. Kemudian para istrinya mengikuti itikaf pada waktu tersebut setelah wafatnya beliau.”
Bahkan, ada juga hadits yang merekam itikaf Nabi dimulai sejak 10 hari pertengahan, tidak hanya dari 10 hari terakhir. Hadits tersebut diriwayatkan dari Abu Said Al-Khudri oleh Imam Bukhari berikut.
عن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم كان يعتكف في العشر الأوسط من رمضان
Artinya, “Dari Abu Said Al-Khudri RA. bahwa Rasulullah saw itikaf pada sepuluh hari pertengahan bulan Ramadhan.”
Memperkuat hadits di atas, Abu Hurairah ra meriwayatkan hadits yang menunjukkan bahwa Nabi Muhammad saw pernah beritikaf selama 20 hari, yakni pada tahun kewafatannya.
عن أبي هريرة قال : - كان النبي صلى الله عليه و سلم يعتكف كل عام عشرة أيام . فلما كان العام الذي قبض فيه اعتكف عشرين يوما
Artinya, “Dari Abu Hurairah RA, bahwa Nabi Muhammad Saw beritikaf dalam satu tahun sepuluh hari. Pada tahun wafatnya, beliau beritikaf selama dua puluh hari.”