Update Korban Gempa NTT: 47 Meninggal Dunia, 2 Ribu Warga Mengungsi
Ahad, 16 Agustus 2026 | 07:00 WIB
Tangkapan layar Kepala BNPB Suharyanto dalam konferensi pers secara daring di Jakarta, Sabtu (15/8/2026)
Jakarta, NU Online
Korban gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bertambah. Hingga Sabtu (15/8/2026) malam, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 47 orang meninggal dunia, dua orang luka berat, dan 11 orang mengalami luka ringan.
Kepala BNPB Suharyanto menyampaikan bahwa sekitar 2.000 warga mengungsi secara mandiri akibat gempa yang mengguncang wilayah tersebut.
“Jadi korban terdampak yang pertama adalah korban jiwa sampai dengan pukul Sabtu (15/8/2026) malam saat ini terdata ada 47 jiwa yang meninggal dunia kemudian 2 jiwa luka berat, 11 luka ringan kurang lebih ada 2000 jiwa yang melaksanakan melungsi secara mandiri,” ujar Suharyanto dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (15/8/2026).
Ia menjabarkan bahwa kerusakan sementara yang tercatat yaitu 157 rumah rusak berat, 41 rumah rusak sedang, dan 148 rumah rusak ringan. Sementara, fasilitas pendidikan yang terdampak mencapai 87 unit, fasilitas kesehatan 18 unit, tempat ibadah lima unit, serta enam kantor.
“Pelabuhannya yang terdampak ada dua yaitu Pelabuhan Reo dan Pelabuhan Maumere, tetapi tentu saja ini adalah hari pertama terjadinya bencana datanya akan berkembang terus,” ucapnya.
Baca Juga
Doa ketika Terjadi Gempa Bumi
Suharyanto menyampaikan bahwa hingga kini, masih terdapat warga yang membutuhkan pertolongan, termasuk yang diduga terjebak di sejumlah bangunan. Tim gabungan Basarnas dan unsur penanganan bencana akan memprioritaskan pencarian serta penyelamatan korban.
“Nah ini menjadi sasaran awal dari tim penanganan bencana tim gabungan tadi dari Basarnas, segera akan melakukan percarian dan pertolongan kepada masyarakat yang terdampak tersebut,” katanya.
Ia mengatakan selain pencarian korban, pemerintah akan menyiapkan pemulihan jalur transportasi dan komunikasi yang terganggu akibat gempa. Beberapa ruas jalan dilaporkan tertutup longsor. BNPB juga menyiapkan perangkat komunikasi cadangan seperti Starlink.
Suharyanto mengatakan bahwa untuk mendukung evakuasi dan distribusi bantuan, BNPB telah menyiapkan dua helikopter dan satu pesawat. Kementerian Perhubungan juga menyiagakan sejumlah pesawat.
“Kita melaksanakan asesmen, pengumpulan keterangan baru kita bisa menginformasikan secara jelas dan rinci kepada masyarakat, kepada rekan-rekan media berapa kira-kira yang dibutuhkan logistik awal bagi masyarakat terdampak, logistik dasar makan, minum, air bersih, tenda tempat berlindung, genset dan lain sebagainya,” paparnya.
Sebagai Informasi, gempa M7,7 terjadi Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58.24 WIB, berpusat di laut sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer.