Khutbah

Khutbah Jumat: Korupsi Sebagai Pengkhianatan Terhadap Kemerdekaan

NU Online  ·  Kamis, 13 Agustus 2026 | 04:28 WIB

Khutbah Jumat: Korupsi Sebagai Pengkhianatan Terhadap Kemerdekaan

Khutbah Jumat (Magnific)

Indonesia pada tahun ini genap berusia 81 tahun sebagai negara yang merdeka. Sebuah usia yang tentu tidak lagi muda. Namun, perjalanan panjang kemerdekaan itu masih diwarnai berbagai persoalan. Salah satunya adalah korupsi yang dilakukan oleh sebagian pejabat negara.

 


Teks khutbah Jumat berikut berjudul “Khutbah Jumat: Korupsi Sebagai Pengkhianatan Terhadap Kemerdekaan”. Untuk mencetak naskah khutbah Jumat ini, silakan klik ikon print berwarna merah di atas atau bawah artikel ini (pada tampilan dekstop). Semoga bermanfaat.

 


Khutbah I

 


الْحَمْدُ لِلهِ. الْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ أَمَرَ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ، وَنَهَى عَنِ الظُّلْمِ وَالْعُدْوَانِ، وَجَعَلَ الْأَمَانَةَ سَبِيلًا لِصَلَاحِ الْإِنْسَانِ وَعِمَارَةِ الْأَوْطَانِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ


اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً وَسَلَامًا مُتَلَازِمَيْنِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ أَمَّا بَعْدُ, فَيَاأَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اِتَّقُوا اللهَ
حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ: وَلَا تَأْكُلُوْٓا اَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُوْا بِهَآ اِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوْا فَرِيْقًا مِّنْ اَمْوَالِ النَّاسِ بِالْاِثْمِ وَاَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَࣖ

 

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt,


Alhamdulillahirabbil ‘alamin. Segala puji dan syukur hanya milik Allah swt semata. Satu-satunya Tuhan yang layak disembah yang tak henti-hentinya mencurahkan rahmat-Nya kepada kita semua.

 

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa alihi wa sahbihi ajma’in. Shalawat beserta salam tak lupa semoga tercurahkan bersama kepada baginda kita, Nabi Muhammad saw, juga kepada para keluarganya, sahabatnya, dan semoga melimpah kepada kita semua selaku umatnya. Aamiiin ya Rabbal ‘alamin.


Khatib juga tak lupa untuk memberikan wasiat dan mengajak pada jamaah sekalian sekaligus diri pribadi agar selalu meningkatkan takwa kepada Allah Swt dengan cara menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

 

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt,

 

Pada tahun 2026 ini, Indonesia genap memasuki usia ke-81 tahun kemerdekaannya. Usia yang tentu tidak lagi muda bagi sebuah negara.

 

Namun, di usia yang sudah begitu panjang itu, Indonesia masih dirundung pilu oleh perilaku sebagian pejabatnya. Hampir setiap hari, kita menyaksikan berita di televisi maupun di media sosial tentang kejahatan sebagian pemangku jabatan yang mengorupsi uang rakyat.

 

Padahal, sebagian besar uang tersebut berasal dari pajak yang dibayarkan oleh rakyat. Seharusnya, uang itu digunakan untuk pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

Namun, sebagian justru diselewengkan untuk kepentingan dan keuntungan pribadi. Akibatnya, korupsi tidak hanya merugikan negara dan rakyat. Dalam perspektif Islam, korupsi juga merupakan bentuk pengkhianatan terhadap amanah.

 

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah Swt.,

 

Korupsi bukan hanya mencederai kepercayaan rakyat. Lebih dari itu, korupsi juga merupakan bentuk pengkhianatan terhadap kemerdekaan Indonesia yang kini telah memasuki usia 81 tahun. Sebab, kemerdekaan seharusnya menjadi jalan untuk mewujudkan keadilan, kesejahteraan, dan kemaslahatan bagi seluruh rakyat.

 

Kemerdekaan bukanlah kesempatan bagi sebagian orang untuk memperkaya diri melalui jabatan yang mereka emban. Sebaliknya, jabatan adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab demi kepentingan rakyat.


Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah Swt.,


Lebih dari itu, dalam pandangan Islam, korupsi termasuk perbuatan dosa besar. Tindakan koruptif juga merupakan tindak pidana yang harus dipertanggungjawabkan dan pelakunya wajib dihukum. Korupsi adalah bentuk penyelewengan harta yang termasuk dalam perbuatan ghulul, yaitu mengambil atau menggelapkan harta yang bukan menjadi haknya. Karena itu, perbuatan ini sangat dikecam dalam ajaran Islam.

 

Orang yang melakukan ghulul juga diancam dengan hukuman yang berat. Harta yang diselewengkannya akan dibawa pada hari kiamat sebagai bentuk pertanggungjawaban atas perbuatannya. Sebagaimana firman Allah swt dalam Surat Ali Imran Ayat 161:

 


وَمَا كَانَ لِنَبِيٍّ اَنْ يَّغُلَّۗ وَمَنْ يَّغْلُلْ يَأْتِ بِمَا غَلَّ يَوْمَ الْقِيٰمَةِۚ ثُمَّ تُوَفّٰى كُلُّ نَفْسٍ مَّا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُوْنَ


 

Artinya: “Tidak layak seorang nabi menyelewengkan (harta rampasan perang). Siapa yang menyelewengkan (-nya), niscaya pada hari Kiamat dia akan datang membawa apa yang diselewengkannya itu. Kemudian, setiap orang akan diberi balasan secara sempurna sesuai apa yang mereka lakukan dan mereka tidak dizalimi”. (QS. Ali Imran: 161)

 

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt,

 

Ayat yang baru saja khatib sampaikan merupakan ancaman bagi orang-orang yang berlaku ghulul dengan menyelewengkan harta umat Islam. Allah swt mengancam bagi siapa saja pelaku yang menyelewengkan harta umat untuk kepentingan pribadinya akan dibebankan di pundaknya harta selewengannya pada hari kiamat kelak.


Terkait hal ini, Syekh Wahbah Az-Zuhaili dalam Tafsir al-Munir, Juz 4, halaman 151, menjelaskan bahwa suap, gratifikasi, korupsi, dan perbuatan sejenisnya termasuk dalam kategori ghulul, yaitu penyelewengan terhadap harta yang menjadi amanah.

 

Menurut Ulama besar asal Suriah ini orang yang melakukan perbuatan tersebut akan menghadapi pertanggungjawaban yang berat di akhirat. Harta yang diselewengkannya akan menjadi beban yang harus dipikul pada hari kiamat.

 

Simak penjelasan Syekh Wahbah Az-Zuhaili berikut:

 


وَمِنَ الْغُلُوْلِ: هَدَايَا الْعُمَّالِ أَوِ الْوُلَاةِ، وَحُكْمُهُ فِي الْفَضِيْحَةِ فِي الْآخِرَةِ حُكْمُ الْغَالِّ


 

Artinya: “Termasuk perilaku ghulul (penyelewengan harta) ialah memberi hadiah (gratifikasi) terhadap pegawai negeri atau pemerintahan. Hukumnya sama seperti pelaku ghulul akan ditampakkan di akhirat harta yang ia selewengkan”.

 


Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt,


 

Dalam hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, Rasulullah saw sangat mengecam pelaku ghulul (korupsi) dan menganggapnya persoalan yang berat. Imam Muslim dalam kitab Shahih Muslim ala Nawawi meriwayatkan:


  عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَامَ فِينَا رَسُولُ اللهِ ﷺ ذَاتَ يَوْمٍ، فَذَكَرَ الْغُلُولَ فَعَظَّمَهُ وَعَظَّمَ أَمْرَهُ

 


Artinya: “Dari Abi Hurairah, berkata: Kami bersama Rasulullah Saw pada suatu hari, lalu Rasulullah menyebutkan Ghulul, Rasul menganggapnya berat dan menganggap persoalan terkait Ghulul adalah sesuatu yang berat". (HR. Muslim).

 

Hadits di atas menjelaskan betapa beratnya dosa pelaku ghulul (korupsi). Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim juz 12, hal 217 bahkan menjelaskan bahwa ghulul bukan hanya termasuk dosa besar namun bagi pelaku yang tertangkap maka diwajibkan mengembalikan harta yang ia selewengkan.

 

Imam An-Nawawi berkata:

 


وَأَجْمَعَ الْمُسْلِمُونَ عَلَى تَغْلِيظِ تَحْرِيمِ الْغُلُولِ وَأَنَّهُ مِنَ الْكَبَائِرِ وَأَجْمَعُوا عَلَى أَنَّ عَلَيْهِ رَدَّ مَا غَلَّهُ فَإِنْ تَفَرَّقَ الْجَيْشُ وَتَعَذَّرَ إِيصَالُ حَقِّ كُلِّ وَاحِدٍ إِلَيْهِ
 

Artinya: "Umat Islam sepakat bahwa perilaku ghulul sangat diharamkan dan termasuk ke dalam dosa besar. Ulama sepakat bahwa pelaku ghulul wajib mengembalikan harta yang ia selewengkan meski para tentara sudah berpisah dan sulit untuk mengembalikan hak kepada setia dari mereka".

 

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt,

 

Demikianlah khutbah Jumat spesial kemerdekaan pada hari ini. Semoga kita semua senantiasa dijauhkan dari sifat-sifat buruk, terutama sifat yang merugikan dan menzalimi orang lain. Sebab, setiap perbuatan buruk bukan hanya merusak kehidupan sesama, tetapi juga semakin menjauhkan diri kita dari Allah Swt.


Di momentum kemerdekaan Indonesia yang ke-81 ini, marilah kita bersama-sama mendoakan bangsa dan negara kita. Semoga Indonesia menjadi bangsa yang semakin baik. Dijauhkan dari segala marabahaya dan bencana. Diberikan pemimpin yang amanah, adil, dan mampu menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya.

 


Semoga para pejabat yang mengkhianati amanah, terlebih mereka yang mengambil dan memakan uang rakyat, dapat diproses secara adil dan dihukum dengan semestinya sesuai ketentuan yang berlaku.

 


Semoga Allah Swt. menjaga negeri kita, memberikan keberkahan kepada bangsa Indonesia, dan menjadikan negeri ini aman, damai, adil, serta sejahtera. Amin.

 


بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَيَا فَوْزَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَيَا نَجَاةَ التَّائِبِيْنَ


Khutbah II

 

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ . اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ


 

أَمَّا بَعْدُ. فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى اِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

 

 اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِي الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ. وَعَنْ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ. وَالتَّابِعِبْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَتَابِعِهِمْ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ.


اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.

 

رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاۤئِ ذِى الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ


----------
Alwi Jamalulel Ubab, Penulis Keislaman Nu Online