Daerah

Aksi Banser di Trenggalek Bantu Pengamanan Shalat Id Warga Muhammadiyah

NU Online  ·  Sabtu, 21 Maret 2026 | 19:00 WIB

Aksi Banser di Trenggalek Bantu Pengamanan Shalat Id  Warga Muhammadiyah

Personel Banser Munjungan, Trenggalek ikut berjaga bantu pengamanan shalat Id Muhammadiyah, Jumat (20/3/2026). (Foto: NOJ))

Jakarta, NU Online
​​​​​
Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek Jawa Timur terlibat langsung dalam pengamanan pelaksanaan shalat Idul Fitri warga Muhammadiyah di Lapangan Desa Munjungan pada Jumat (20/3/2026) pagi.

 

Kepala Satuan Koordinasi Rayon (Kasatkoryon) Banser Munjungan, Nur Rohmat, menyampaikan bahwa pihaknya menerjunkan sedikitnya 15 personel untuk membantu kelancaran kegiatan.

 

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab sosial sekaligus menjalankan instruksi organisasi.


"Kami turun langsung untuk bahu-membahu bersama aparat kepolisian guna mengurai alur lalu lintas kendaraan di jalan serta melakukan pengamanan di sekitar lokasi shalat Id," ujarnya sebagaimana diberitakan NU Online Jatim.

 

Ia menjelaskan, pelaksanaan shalat Idul Fitri berlangsung dengan lancar dan kondusif. Situasi yang tertib tidak lepas dari sikap saling menghormati yang dijunjung tinggi oleh seluruh pihak.

 

Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Munjungan, Abdul Latif, menambahkan bahwa kegiatan pengamanan ini merupakan tradisi yang terus dijaga setiap terjadi perbedaan penentuan awal Syawal.

 

"Persaudaraan sesama umat Islam, kebangsaan, dan kemanusiaan menjadi konsepsi dasar kami dalam berinteraksi sebagai organisasi, bagian dari masyarakat, dan elemen negara dalam bingkai NKRI," tuturnya.

 

Banser, kata dia, berpegang pada prinsip Tri Ukhuwah, yakni ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah, sebagai landasan dalam menjaga persatuan dan keharmonisan sosial.


Idul Fitri bukan sekadar ritual tahunan
Sementara itu Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) momentum Idul Fitri 1447 H ini diharapkan menjadi ajang pembaruan diri menuju kehidupan yang lebih baik.

 

Dia  menekankan bahwa perayaan Idul Fitri tidak sekadar menjadi tradisi tahunan, tetapi juga momentum spiritual untuk kembali kepada fitrah sebagai manusia yang bersih dari dosa.

 

Menurutnya, perjalanan mudik yang dilakukan masyarakat pada momen Lebaran diharapkan mampu menghadirkan kebahagiaan lahir dan batin.


“Semoga mudik tahun ini sungguh menjadi kebahagiaan lahir batin bagi kita semua, menjadi momentum kita terlahir kembali sebagai manusia-manusia baru yang telah dibersihkan dari segala dosa oleh Allah Subhanahu wa ta'ala,” ucapnya dalam tayangan YouTube NU Online.


Gus Yahya menutup pesannya dengan doa dan harapan agar seluruh amal ibadah umat Islam selama Ramadhan diterima oleh Allah Swt.