LAZISNU Depok Himpun Dana ZIS Rp1,7 Miliar Selama Ramadhan 1447 H
NU Online · Ahad, 22 Maret 2026 | 15:00 WIB
Depok, NU Online
NU Care-LAZISNU Depok mencatat capaian penghimpunan dana sebesar Rp1.790.406.470 (satu miliar tujuh ratus sembilan puluh juta empat ratus enam ribu empat ratus tujuh puluh rupiah) selama Ramadhan 1447 H. Dana tersebut berasal dari zakat, infak, dan sedekah masyarakat yang dihimpun melalui berbagai kanal layanan serta gerakan sosial di Kota Depok.
Capaian tersebut tidak lepas dari peran jaringan pengelola zakat di tingkat akar rumput. Tercatat, penghimpunan dana didukung oleh 53 jaringan JPZISNU dan UPZISNU yang tersebar di berbagai wilayah Depok.
Ketua LAZISNU Depok Muhtar Said menegaskan bahwa capaian ini merupakan bukti nyata kuatnya solidaritas dan kepedulian warga Nahdlatul Ulama di Depok.
“Alhamdulillah, capaian ini bukan sekadar angka, tetapi mencerminkan kekompakan warga NU Depok. Ini adalah bukti bahwa semangat dari umat untuk umat benar-benar hidup dan berjalan,” ujarnya, kepada NU Online, pada Ahad (22/3/2026).
Said menekankan pentingnya tata kelola lembaga yang profesional dan akuntabel. Ia menyampaikan bahwa seluruh dana yang dihimpun berasal dari zakat, infak, dan sedekah masyarakat yang tercatat dengan baik, serta dikelola secara tertib.
“Seluruh penghimpunan dana tercatat dengan baik, begitu juga dengan proses penyalurannya. Ini bagian dari komitmen kami untuk menjaga amanah dan memastikan akuntabilitas pengelolaan dana umat,” jelas Dosen Fakultas Hukum di Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (FH Unusia) itu.
Ia juga mengungkapkan bahwa kepercayaan masyarakat, khususnya dalam penyaluran zakat mal melalui LAZISNU Depok, terus mengalami peningkatan.
“Kepercayaan masyarakat Depok untuk menyalurkan zakat mal melalui LAZISNU terus meningkat. Ini menjadi bukti bahwa LAZISNU Depok bekerja secara profesional, amanah, dan transparan dalam mengelola dana umat,” tegasnya.
Dana yang berhasil dihimpun telah disalurkan melalui berbagai program Ramadhan, antara lain santunan dhuafa, bantuan guru ngaji, penyaluran fidyah, pembagian paket sembako, hingga dukungan kepada pekerja informal seperti tukang gali kubur. Selain itu, sebagian dana dialokasikan untuk sektor pendidikan dan penguatan kelembagaan keumatan.
Dalam bidang pendidikan, lanjut Said, LAZISNU Depok menunjukkan komitmen nyata terhadap kesejahteraan para pendidik keagamaan. LAZISNU Depok juga secara rutin memberikan gaji kepada guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang dikelola oleh Muslimat NU, serta menyalurkan bisyarah kepada 250 guru ngaji yang tersebar di Kota Depok.
"Program ini menjadi bentuk penghargaan atas peran penting para guru ngaji dalam membina generasi serta menjaga nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat," katanya.
Tidak hanya itu, sebagai langkah penguatan pendidikan ke depan, LAZISNU Depok merencanakan pembangunan satu PAUD Muslimat NU pada tahun 2026 guna memperluas akses pendidikan usia dini yang berkualitas.
Di sisi lain, LAZISNU Depok terus mengembangkan program pemberdayaan ekonomi melalui zakat produktif. Hingga saat ini, LAZISNU Depok tercatat telah membina sebanyak 53 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang mendapatkan dukungan permodalan serta pendampingan usaha.
Menurut Said, program ini menjadi bagian penting dalam upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
“Kami tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi juga berupaya menghadirkan solusi jangka panjang melalui pembinaan UMKM. Harapannya, para penerima manfaat dapat tumbuh mandiri dan bahkan menjadi muzakki di masa depan,” jelasnya.
Ke depan, Said memastikan bahwa LAZISNU Depok bertekad untuk terus memperluas jangkauan program, baik dalam bidang sosial, pendidikan, maupun pemberdayaan ekonomi, agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
"Dengan semangat dari umat untuk umat, LAZISNU Depok berharap gerakan kepedulian ini terus tumbuh dan menjadi budaya kolektif dalam membangun kesejahteraan umat," harapnya.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Istiqamah Pasca-Ramadhan, Tanda Diterimanya Amalan
2
Khutbah Idul Fitri 2026: Makna Kemenangan dan Kembali Ke Fitrah
3
Muslim Arab dan Eropa Rayakan Idul Fitri 1447 H pada Hari Jumat, 20 Maret 2026
4
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
5
Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa: Idul Fitri Dinten Ganjaran lan Kabingahan
6
Penjelasan Kiai Afifuddin Muhajir Soal Hadis Rukyatul Hilal dari Perspektif Ilmu Nahwu
Terkini
Lihat Semua