Warga Pengungsi Banjir Bireuen Rayakan Idul Fitri di Tenda, GP Ansor Harap Perhatian Serius Pemerintah
NU Online · Ahad, 22 Maret 2026 | 17:30 WIB
Potret warga pengungsi di Bireuen yang merayakan Hari Lebaran Idul Fitri di tenda darurat. (Foto: Helmi Abu Bakar)
Helmi Abu Bakar
Kontributor
Bireuen, NU Online
Suasana Idul Fitri di Kabupaten Bireuen tahun ini terasa berbeda. Sejumlah pengungsi terdampak banjir terpaksa merayakan Lebaran Idul Fitri di tenda darurat yang dipasang di halaman Kantor Bupati Bireuen, Sabtu (21/3/2026).
Meski jauh dari rumah dan dalam kondisi serba terbatas, para pengungsi tetap berusaha menghadirkan suasana Lebaran dengan penuh kebersamaan. Mereka saling menguatkan dan berbagi, menjadikan momentum Hari Raya Idul Fitri sebagai penghibur di tengah cobaan yang masih mereka hadapi.
Jamilah, warga Gampong Kapa, Kecamatan Peusangan, mengaku telah mencoba mengikhlaskan kondisi yang dialaminya. Ia menyebut suasana di pengungsian justru terasa lebih nyaman dibandingkan kondisi di kampungnya yang masih terdampak banjir.
“Memang bukan di rumah sendiri, tapi di sini kami merasa lebih nyaman. Tenda ini adem, tidak seperti di kampung yang panas. Kami ingin tetap merayakan Lebaran walau dalam keadaan begini,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca, kepada NU Online, Ahad (22/3/2026).
Hal senada disampaikan Suratin, yang juga berasal dari Gampong Kapa. Ia mengatakan bahwa kebersamaan menjadi kekuatan utama bagi para pengungsi dalam menghadapi situasi sulit.
“Kami saling menguatkan. Lebaran kali ini di tenda pengungsian, tapi kami tidak sendiri. Yang penting anak-anak masih bisa tersenyum,” ucapnya lirih.
Sementara itu, Ramadhan, warga Gampong Alue Kuta, Kecamatan Jangka, menyampaikan bahwa dirinya bersama keluarga memilih bertahan di lokasi pengungsian hingga hak-hak korban banjir dipenuhi.
“Kami sudah pasrah. Lebaran di tenda pun tidak apa-apa, asalkan dalam suasana kebersamaan. Kami tetap bertahan di sini sampai ada kejelasan dari pemerintah,” katanya.
Para pengungsi dari sejumlah wilayah lain, seperti Gampong Raya Dagang, Kecamatan Peusangan, dan Gampong Salah Sirong Jaya, Kecamatan Jeumpa, juga menyampaikan bahwa kondisi tenda di halaman Kantor Bupati Bireuen dinilai lebih layak dibandingkan tenda darurat di kampung mereka yang panas dan minim fasilitas.
Di tengah keterbatasan tersebut, semangat gotong royong tetap terlihat. Para pengungsi bersama-sama membersihkan dan menata area tenda agar lebih rapi dan nyaman. Suasana Lebaran pun terasa dengan hadirnya pakaian baru dari para dermawan, serta kue-kue sederhana yang dibagikan kepada warga, terutama anak-anak.
Ketua GP Ansor Bireuen, Khaidir, menyampaikan keprihatinan atas kondisi para pengungsi yang masih bertahan di tenda hingga hari raya.
Ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih serius terhadap kebutuhan para korban banjir, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
“Kami berharap para pengungsi ini segera mendapatkan solusi yang layak, baik terkait tempat tinggal maupun pemenuhan hak-hak mereka sebagai korban bencana,” ujarnya.
Menurutnya, momentum Idul Fitri seharusnya menjadi waktu bagi masyarakat untuk merasakan kebahagiaan bersama keluarga di rumah masing-masing, bukan dalam kondisi darurat di pengungsian.
“Ini menjadi perhatian kita bersama. Di hari raya, mereka masih berada di tenda. Ini menunjukkan masih ada persoalan yang harus segera ditangani,” tambahnya.
Khaidir juga mengajak berbagai pihak, termasuk masyarakat dan lembaga sosial, untuk terus memberikan dukungan kepada para pengungsi.
“Solidaritas sosial harus terus kita jaga. Bantuan dari masyarakat sangat berarti, tetapi tentu kita berharap ada langkah konkret dari pemerintah agar mereka bisa segera kembali ke kehidupan yang normal,” katanya.
Ia menegaskan bahwa GP Ansor Bireuen siap terus berkontribusi dalam membantu para korban, baik melalui penyaluran bantuan maupun pendampingan di lapangan.
Khaidir menegaskan bahwa di tengah suasana Idul Fitri yang sederhana, para pengungsi tetap menyimpan harapan besar agar kondisi mereka segera membaik. Menurutnya, kebersamaan yang terjalin di antara mereka menjadi kekuatan untuk bertahan, sembari menunggu kepastian masa depan yang lebih layak.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Istiqamah Pasca-Ramadhan, Tanda Diterimanya Amalan
2
Khutbah Idul Fitri 2026: Makna Kemenangan dan Kembali Ke Fitrah
3
Muslim Arab dan Eropa Rayakan Idul Fitri 1447 H pada Hari Jumat, 20 Maret 2026
4
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
5
Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa: Idul Fitri Dinten Ganjaran lan Kabingahan
6
Penjelasan Kiai Afifuddin Muhajir Soal Hadis Rukyatul Hilal dari Perspektif Ilmu Nahwu
Terkini
Lihat Semua