Cara Bersikap saat Doa Tak Kunjung Terkabul
Imam Abu Bakr al-Thurthusyi mengutip beberapa riwayat tentang pentingnya keyakinan penuh dalam berdoa, dan jangan terburu-buru menyimpulkan ketika doa tak kungjung dikabulkan.
Kumpulan artikel kategori Doa
Imam Abu Bakr al-Thurthusyi mengutip beberapa riwayat tentang pentingnya keyakinan penuh dalam berdoa, dan jangan terburu-buru menyimpulkan ketika doa tak kungjung dikabulkan.
Sekali waktu kita dihadapkan pada situasi sumpek, jenuh, dan buntu dalam berpikir. Dalam situasi ini kita juga menemukan doa yang dapat dibaca ketika kita menghadapi situasi demikian. Doa ini diharapkan dapat membuat terang pikiran. Doa ini diharapkan dapat membuka jalan pikiran yang macet dan buntu serta membuka jalan bagi inspirasi-inspirasi yang cemerlang.
Imam Abu Bakr Muhammad bin al-Walid al-Thurthusyi al-Andalusi (450/451-520 H) menulis sebuah kitab berisi kumpulan doa dari Rasulullah, al-Du’â al-Ma’tsûrât wa Âdâbuhu wa Mâ Yajibu ‘alâ al-Dâ’î Ittibâ’uhu wa Ijtinâbuhu. Kitab ini ditulis sekitar satu setengah abad sebelum al-Adzkar karya Imam Abu Zakariya Yahya bin Syaraf al-Nawawi (631-676 H).
Dalam berbagai literatur fiqih dan buku-buku tuntunan shalat banyak ditemukan amalan dan do’a-do’a keseharian. Dari yang bersifat umum hingga do’a istimewa. Diantara do’a yang banyak ragamnya adalah do’a yang disediakan untuk shalat hajat. Akan tetapi kebanyakan penyebutan do’a-do’a itu tidak menyertakan sumber asalnya. Baik yang berasal dari ulama shalihin maupun langsung dari hadits Rasulullah saw.
Kita lebih sering mendengar lafal “Allāhumma innad dhuhā’a dhuhā’uka, dan seterusnya” sebagai doa shalat Dhuha. Sebenarnya ini hanya satu dari dua versi doa shalat Dhuha yang diajarkan oleh para ulama. Syekh Nawawi Al-Bantani menceritakan bahwa kita memiliki dua riwayat atau versi doa shalat Dhuha.
Kita sering kali dihadapkan pada dua atau beberapa pilihan (dalam hal yang mubah atau sunnah menurut agama, seperti aktivitas jual, beli, perkawinan) yang menyulitkan. Dalam situasi ini, kita dianjurkan untuk melakukan shalat istikharah agar diberikan pilihan terbaik.
Zakat fitrah merupakan kebaikan. Orang yang membayar zakat fitrah adalah orang yan telah berbuat baik. Orang yang menerima zakat fitrah adalah orang yang menerima kebaikan orang lain. Menurut adabnya, orang yang menerima kebaikan harus membalas kebaikan orang tersebut, setidaknya dengan doa.
Shalat Dhuha dikerjakan sampai gelincir matahari atau waktu Zuhur. Shalat Dhuha minimal dua rakaat dan maksimal delapan rakaat. Setelah itu, kita dianjurkan untuk membaca doa sebagai berikut sebagaimana ditemukan di kitab-kitab fiqih Mazhab Syafi’i yaitu I’anatut Thalibin, Tuhfatul Muhtaj, Hasyiyatul Jamal.
Sahur atau menyantap hidangan menjelang Subuh merupakan sunnah Rasulullah untuk kepentingan puasa. Sahur dapat dilakukan pada dini hari, tetapi disunnahkan menjelang Subuh dengan mempertimbangkan waktu imsak. Rasulullah SAW mengatakan bahwa santapan hidangan sahur itu mengandung berkah.
Penentuan awal bulan Ramadhan di Indonesia diawali dengan aktivitas rukyatul hilal di banyak titik. Hasilnya dilaporkan ke Kementerian Agama RI untuk diolah dalam sidang itsbat. Sedangkan berikut ini adalah doa yang dibaca oleh Rasulullah SAW ketika melihat hilal Ramadhan sebagaimana riwayat Imam An-Nasai:
Ketika awal bulan Ramadhan diumumkan oleh pemerintah atas hasil laporan aktivitas rukyatul hilal di banyak titik di Indonesia, kita telah memasuki bulan baru yaitu Bulan Ramadhan. Di awal Bulan Ramadhan ini kita dianjurkan untuk memohon kepada Allah sebagaimana beberapa doa Rasulullah SAW berikut ini.
Berbakti kepada kedua orang tua dapat dilakukan dengan menghadiahkan doa kepada Allah untuk kedua orang tuanya, sekalipun telah meninggal.