Doa dari Rasulullah agar Terlepas dari Bingung dan Utang
Utang adalah salah satu tanggung jawab yang harus diselesaikan selama hidup di dunia. Mengabaikan hal ini berisiko memberatkan beban seorang hamba di akhirat kelak.
Kumpulan artikel kategori Doa
Utang adalah salah satu tanggung jawab yang harus diselesaikan selama hidup di dunia. Mengabaikan hal ini berisiko memberatkan beban seorang hamba di akhirat kelak.
Saat kemarau panjang terjadi pada tahun 18 H sehingga tanah berdebu karena kekeringan. Kemarau panjang terus mendera. Hingga lewat sembilan bulan, masyarakat tidak tahan. Mereka melaporkan bencana kekeringan ini kepada Sayyidina Umar bin Khattab.
Pada saat kemarau panjang, kita dianjurkan untuk berdoa minta hujan dengan bertawasul melalui orang-orang saleh yang ada di zamannya. Tawasul saat minta hujan ini pernah dilakukan oleh Sahabat Umar bin Khattab RA.
“Ya Allah ratakanlah hujan di bumi kami, tebalkanlah gumpalan awannya, yang petirnya menggelegar, dahsyat, dan mengkilat; sebuah awan darinya Kauhujani kami dengan tetesan deras hujan yang kecil, rintik-rintik, yang menyirami bumi secara merata, wahai Dzat yang Maha Agung lagi Maha Mulia,” (HR Abu Awanah).
Di musim kemarau, potensi kebakaran lebih besar dari musim lainnya. Salah satu contohnya adalah kebakaran hutan di Kalimantan. Karena itu, Rasulullah mengajarkan kita beberapa doa agar selamat dari kebakaran.
Meyakini bahwa Allah penyelesai masalah itu sangat penting sehingga apa pun masalahnya, kita akan mengadukan kepada Allah subhanahu wa ta’ala sebagaimana pula yang dilakukan oleh Nabi Ya’qub
Imam Abu Bakr al-Thurthusyi al-Andalusi (450-520 H) menyusun kitab kumpulan doa Nabi Muhammad, al-Du’â al-Ma’tsûrât wa Âdâbuhu wa Mâ Yajibu ‘alâ al-Dâ’î Ittibâ’uhu wa Ijtinâbuhu, jauh sebelum al-Adzkâr ditulis oleh Imam al-Nawawi (631-676 H).
“Paceklik (kemarau) itu bukan kalian tidak diberi hujan, melainkan paceklik adalah kalian diberi hujan dan hujan, tapi bumi tidak menumbuhkan apa pun.” (Imam Abu Bakr al-Thurthusyi, al-Du’â al-Ma’tsûrât wa Âdâbuhu wa Mâ Yajibu ‘alâ al-Dâ’î Ittibâ’uhu wa Ijtinâbuhu, Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 2002, h. 173).
Doa Afiyah yang Selalu Dibaca Rasulullah Pagi dan Sore
Setelah usaha fisik, doa juga penting sebagai bentuk ikhtiar spiritual.
Walau seseorang sudah menikah, terkadang hatinya masih belum bisa beranjak dari mantan yang pernah dicintai atau mencintai dirinya. Anak-anak muda sekarang menyebutnya “belum bisa move on.”
“Dari Al-Barra bin Azib bahwa seseorang mengadu kepada Rasululah saw perihal kerisauannya. Rasulullah memerintahkan, ‘Bacalah, ‘Subhānal malikil quddūs, rabbil malā’ikati war rūh, jallaltas samāwāti wal ardha bil ‘izzati wal jabarūt.’ Orang itu kemudian mematuhinya sehingga kerisauan itu pergi,’”