Sang suami terutama, terlihat sangat konsentrasi menikmati momen bermunajat kepada Allah subhรขnahu wataโรขlรข. Sambil menengadah tangan dan menutup rapat kedua bola mata, laki-laki itu berkomat-kamit merapalkan untain harapannya.
Betapa kagetnya ia saat selesai bermunajat dan kembali membuka matanya. Sang istri yang sangatย ia cintai, mendadak hilang dari pengamatannya. Pandangannya semakin terbatas karena berjubel dengan lalu lalang jamaah dari seluruh dunia. Ia begitu bingung. Gelisah nan gundah gulana begitu menyelubung dalam relung hatinya. Maklum, manusia manakah yang tidak akan gelisah ketika seseorang yang dicinta tiba-tiba menghilang entah ke mana.
Ia bergegas melangkah gontai berbalik arah menuju maktab penginapannya. Di tengah perjalanan, nalurinya memberikan isyarat untuk meminta pertolongan kepada seorang kiai yang juga satu daerah dengannya. Ya, itu adalah Kiai Ahmad Baedlowi Syamsuri, putra keempat dari pendiri Pesantren Sirojuth Tholibin Brabo, Kiai Syamsuri Dahlan.
"Yai, tolong saya. Saya kehilanganย istri," adu suami tersebut pada Kiai Baidlowie
Setelah mendengar bagaimana kronologi hilangnya sang istri dengan seksama. Kiai Baidlowie lantas memberikan ijazah:
โโฆDan Allah hendak menyingkapkan apa yang selama ini kamu sembunyikan." (QS al-Baqarah: 72)
"Sekarang kembalilah ke Masjidil Haram. Selama di perjalanan, ayat itu bacalah berulang-ulang. Dibuat dzikiran. Sesampainya di sana laksanakanlah shalat hajat,"ย jelas Kiai Baidlowie.
Dengan penuh harap, bapak itu kemudian kembali menuju Masjidil Haram sembari merapalkan ijazah dari Kiai Baidlowie. Sesekali, matanya menelisik meraba pemandangan kerumunan manusia yang sedang melakukan ibadah haji. Dengan harapan, mungkin saja ia bisa menemukan bayangan istri tercintanya di antara jutaan orang tersebut.
Dan benar, ia berhasil menemukan istrinya di pelataran Masjidil Haram. Betapa bahagianya ia. Pasangan pasutri ini kemudian bergegas menuju ke maktab kiai guna mengucapkan terima kasih dan meluapkan kebahagiaannya.
Kiai Baidlowie terlihat juga ikut senang atas kejadian tersebut. Namun sebelum beranjak pamit, sang kiai lantas berujar:
"Oh ya, lha tadi juga sudah shalat hajat?" selidik Kiai.
"Ehm... Ya tidaklah kiai. Saya tidak jadi shalat hajat. Kan, hajat saya sudah terkabul. Istri saya sudah ketemu."
Sontak mereka semua tertawa begitu lepasnya mendengar jawaban lugu dari bapak-bapak yang sempat kehilangan istri itu. (Ulin Nuha Karim)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: 5 Dosa yang Sering Diremehkan, tetapi Berat Pertanggungjawabannya
2
Khutbah Jumat: Bahaya Hoaks dan Dosa Menyebar Informasi Palsu
3
Sejumlah Bakal Calon Ketua Umum PBNU Hadiri Peluncuran Buku Kiai Ma'ruf Amin
4
5,7 Juta Jamaah Haji Tunggu Terima Nilai Manfaat dari BPKH Senilai Rp2,06 Triliun
5
454 Kasus DBD di Tapanuli Tengah, 5 Warga Meninggal Dunia
6
Meneguhkan Khidmah NU untuk Keadilan Ekologis
Terkini
Lihat Semua