Diceritakan, pada suatu hari, Siti Asiah mengajak Firaun bermain-main atau tebak-tebakan. Tapi Peraturannya, tidak main-main biasa.
<>
Siapa yang kalah harus keluar dengan telanjang sampai pintu kerajaan, begitu peraturan yang disepakati Siti Asiah dan Firaun.
Singkat cerita Siti Asiah menang. Tak lama kemudia, ia menuntut Firaun yang kalah, agar lekas menepati janji yang disepakati.
Namun, Firaun memohon ada ralat perjanjian. Raja yang mengaku sebagai Tuhan terseut ingin mambangun gedung intan sebagai ganti keluar telanjang.
Namun Siti Asiah menolak seraya berkata, "Bilamana Engkau adalah Tuhan, tepatilah janjimu. Sesungguhnya menepati janji adalah syarat ketuhanan."
Dengan amat terpaksa dan penuh kemarahan, Firaun pun membuka seluruh pakaiannya, lalu berjalan keluar.
Para selir kerajaan, dayang-dayang, dan penjaga keraton, semuanya melihat buruknya rupa sang raja. Dan seketika mereka langsung beriman pada Allah, Tuhan yang maha Tunggal.
Siti Asiah bingung, karena berkali-kali ia berdakwa, mengajak mereka beriman, tapi selalu ditolak. Susahnya dakwah minta ampun. Namun, tak dinyana, dengan permainan, iman dapat ย berhembus. (Abdul Majid Subang, dari Sulamul Munajat)
Terpopuler
1
RAPBN 2027 untuk Program MBG Capai Rp240 Triliun, Setara 29 Persen dari Anggaran Pendidikan
2
Gus Ipul Targetkan DPT Muktamar Ke-35 NU Rampung 17 Agustus 2026, Sebut Progres SK 95 Persen
3
Kompensasi kepada Pemilih dengan Dalih Transportasi atau Ongkos Kerja untuk Memengaruhi Pilihan adalah Haram dan Suap
4
Jusuf Kalla Buka Suara soal Kerusuhan di Aceh: Konflik Internal, Bukan ke Pemerintah Pusat
5
Enam Ruko di Lokasi Pembukaan Muktamar Ke-35 NU Dibongkar, Pedagang Dapat Kompensasi
6
Jusuf Kalla Imbau Masyarakat Aceh Jaga Kondusivitas usai Kerusuhan dan Pengibaran Bendera GAM Sabtu
Terkini
Lihat Semua