Tangisan Umar bin Khattab
Di balik perangainya yang begitu ‘keras’, Umar bin Khattab ternyata memiliki hati yang lembut dan mudah tersentuh. Bahkan, ada sebuah peristiwa berhasil membuat Umar bin Khattab menitikkan air mata.
Kumpulan artikel kategori Hikmah
Di balik perangainya yang begitu ‘keras’, Umar bin Khattab ternyata memiliki hati yang lembut dan mudah tersentuh. Bahkan, ada sebuah peristiwa berhasil membuat Umar bin Khattab menitikkan air mata.
Hari yang ditetapkan pun tiba. Panitia telah datang dan menunggu sang kiai untuk bersama menuju ke pesantren tempat acara diselenggarakan. Apa yang semestinya dilakukan oleh seorang pembicara dalam sebuah acara pengajian pun dilakukan oleh Kiai Subhan. Beliau sampaikan mau’idhah kepada para hadirin. Dan usai acara panitia kembali mengantar beliau pulang ke rumah.
Di tengah kelemahan Barsisha ini, dengan licik sang Iblis kembali memanfaatkan keadaan untuk menjerumuskan lebih dalam lagi ke lembah kekufuran.
Tidak hanya alim di bidang qira'ah sab'ah saja yang terkenal atas terbitan karyanya kitab Faidlul Barakât fî Sab'il Qirâ'at yang aplikatif dan mudah dicerna untuk orang yang belajar mendalami Al-Qur'an melalui tujuh imam qira'at, Kiai Arwani juga cakap di bidang keilmuan-keilmuan lain seperti nahwu, sharaf, balaghah, fiqih, ilmu falak, dan lain sebagainya.
Sekelompok sahabat datang menemui Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam. Mereka adalah para sahabat yang secara ekonomi tidak tergolong mampu. Kepada beliau mereka menyampaikan, betapa enaknya menjadi orang yang kaya raya, bisa mendapatkan begitu banyak pahala.
Usai shalat isya', Kiai Siroj ternyata tidak lekas beranjak dari tempat sujudnya. Ia tidak hanya shalat beberapa rakaat ba'diyah atau shalat witir. Ia menyambung dengan shalat-shalat sunah. Dua kiai lain, Kiai Dardiri dan Kiai Munajat hanya menunggu sambil berbincang bersama di luar.
Bila ada yang beniat mengamalkan Al-Qur’an, mulailah dengan mengamalkan ayat pertamanya, yaitu basmallah dalam setiap aktivitas. Tanpa fondasi basmalah, maka ayat-ayat selanjutnya akan susah diamalkan. Ibarat akan membangun rumah, kuatkan dulu fondasinya. Untuk itu, kuatkanlah pemahaman dan pengamalan bismi-Llâhir rahmânir rahîm.
Dukungan Hawking untuk bangsa Palestina tidak hanya itu. Ia juga melakukan penggalangan dana di akun Facebooknya untuk disumbangkan ke Sekolah Tinggi Fisika Palestina (Palestinian Advanced Physics School). Dengan menggalang dana, Hawking juga berupaya untuk mendirikan sekolah-sekolah fisika lainnya di Palestina.
Orang-orang sekitar pun merasakan juga apa yang dicium oleh Kiai Uci. Padahal ketika itu bukan musim durian. Mereka langsung mencari kemana-mana tentang bau durian tersebut karena barangkali ada seseorang yang memakannya. Namun tak seorang pun ditemukan. Pencarian pun berakhir nihil karena memang tidak ada yang memakan buah durian di sekitaran area itu.
Selain kelima cerita di atas, tentu masih banyak lagi kisah-kisah yang menceritakan tentang karomah Rabi’ah al-Adawiyah. Namun satu yang perlu diketahui bahwa karomah yang diberikan kepada Rabi’ah adalah tanda bahwa Allah memberkahinya.
Adalah Syekh Muhammad Irfa’i Nahrowi, kiai enerjik yang belakangan hari sering “turun gunung” ini, mewanti-wanti agar tetap teguh menghadapkan hati pada kebenaran. Mursyid tarekat Naqsyabandiyah Kholidiyah ini berpesan agar tidak ikut-ikutan menjadi reaksioner terhadap wacana-wacana publik yang kerap memancing-mancing dalam ketenangan kita.
Kalau seandainya Kiai Sahal mau, maka ia bisa saja mendapatkan pelayanan level wahid dengan mudah karena pada saat itu Kiai Sahal menjabat sebagai pimpinan tertinggi (Rais 'Aam) di organisasi yang berlambangkan bola dunia itu. Namun nyatanya ia tidak melakukannya.