NU Online
Keislaman
Advertisement Banner
600×80

Humor

Kumpulan artikel kategori Humor

Menampilkan 12 artikel (Halaman 100 dari 106)
Lembaga penghisap darah
Humor

Lembaga penghisap darah

Salah satu yang nggak bisa dihilangkan dari kiai adalah sense of guyonannya yang tinggi. kondisi yang tegang dan berdesak-desakan pun, mereka tidak kehabisan bahan guyonan.  Itulah  yang terjadi saat klinik Avicena yang dikelola Lembaga sosial Mabarot NU menyelenggarakan medical chek-up  yang komperehensip secara gratisan pada kiai dan warga NU lainnya.  mulai dari tensi darah , rontgen, kadar gula, jantung dan organ dalam lainnya (general check up) semua di periksa secara medis.

Kiai Qodir
Humor

Kiai Qodir

Semua pasti tahu. dalam hal tawadhu' (sopan santun) pada kiai,orang maduralah contohnya, walaupun kadang-kadang kebablasan. Alkisah pada sebuah pesantren di sumenep yang dipimpin oleh kiai Qodir, terdapat sekitar 100 santri. setiap ba'da subuh, kiai mengajar ngaji (alquran) satu persatu santrinya dengan sabar. mulai dari makhorijul hurufnya, tajwid dan irama lagunya, semua di simak dengan teliti. memang pesantren ini dikenal dengan ilmu alqurannya

Op cit dan Loc cit
Humor

Op cit dan Loc cit

membicarakan tentang susahnya menemukan penulis penulis buku akhir akhir ini, ada yang berpendapat karena hak karya intelektual kita di Indonesia kurang dihargai, buktinya pembajakan buku sudah dianggap hal yang wajar, biasa bukan tindak kriminal. begitulah tema diskusi mahasiswa sebuah perguruan tinggi pada suatu sore. "tunggu dulu, kita jangan apriori. kalau tadi dikatakan bahwa kita krisis penulis, karena salah satu faktor penyebabnya adalah kurang dihargainya hak karya intelektual, sehingga pembajakan buku-buku yang best seller sekalipun sudah biasa, tapi tidak semua pengarang buku seperti itu. ada pengarang buku yang paling banyak menghasilkan karyanya. mari itu kita hargai", ungkap agus, yang dikenal dengan dugem (dunia gelamor)nya ."siapa penulis buku yang kamu maksudkan itu,gus", tanya Arif ingin tahu."itu lho, Op Cit sama Loc cit  yang biasanya disebut pas catatan kaki, dia kan hebat, produktif,  bisa menghasilkan banyak buku dan bukunya menjadi rujukan semua orang.",jawabnya mantap bersemangat.peserta diskusi lainnya cuma saling berpandangan."sudah Gus,jangan diteruskan , nanti kamu sebut lagi, Op cit & Loc cit itu  perempuan atau laki-laki."sahut eli gemes memotong pembicaraan si Agus.

judul skripsi
Humor

judul skripsi

seorang mahasiswa IAIN,  yang sering dijuluki ketua MAPALA (mahasiswa paling lama) karena sudah semester 14 belum kelar kelar, sedang mengajukan judul skripsinya kepada pembimbing."wah,judul keduaku ini pasti diterima",katanya penuh keyakinan pada temen satu kos.esoknya dia nampak lesu dan temannya pun tanya kenapa lesu"judul skripsiku yang pertama "peranan khulafaur rasyidin dalam penyebaran islam" ditolak, judul skripsiku yang kedua "peranan sahabat dlm penyebaran islam" juga ditolak alasannya sudah banyak dibahas mahasiswa sebelumnya",jelasnya loyo tak bersemangat."jangan putus asa gitu dong, coba cari judul lagi.siapa tahu judul ketigamu diterima", kata temannya"saya sarankan agar kamu angkat judul yang belum dibahas yang lain" tambah temannyaesoknya pagi pagi sekali dia berangkat ke kampus dengan bawa kertas pengajuan judul skripsi"sudah nemu judul",tanya temennya "sudah,doakan diterima yaa",katanya"apa judulnya",tambah temannya penasaran koq cepat nemu judulnya."pokoknya mirip dengan yang kemarin tentang siapa yang berperan menyebarkan islam",jawabnya masih rahasia"lengkapnya"tanya temannya"peranan onta dalam penyebaran agama islam"jawabnya sembari ngeluyur pergi.(alf)

cara diet ala pesantren
Humor

cara diet ala pesantren

 Seorang santri bertanya pada kiainya “ kenapa Pak Kiai badan kami tidak ada yang kegemukan atau terkena penyakit akibat kelebihan lemak makanan. Sebaliknya malah kurang, sudah begitu makan kok masih terus disuruh diet, apakah tidak akan semakin kurus dan membahayakan kesehatan para santri”.“Saya tahu betul kondisi kalian, karena kondisi saya sendiri juga begitu, tetapi saya menganjurkan kalian agar terus diet, agar kalian bisa bertahan belajar di pesantren ini, tanpa harus memberatkan orang tua kalian yang miskin-miskin itu”“Tapi kan tidak haus diet Kiai, kita kan tidak kelebihan lemak?”“Oh ya saya lupa menjelaskan saya menganjurkan kalian diet itu agar segala pengeluaran terutama untuk makanan itu  (diperhitungkan) jangan boros agar bekal bisa cukup sebulan. itu tho maksudnya ?Kalau gitu ya oke saja kiai !” (Breg)

kisah Kiai Tunggul wulung
Humor

kisah Kiai Tunggul wulung

saat study tour ke Yogyakarta. rombongan 3 bus santri dari sebuah pesantren di ujung jawa timur  menyempatkan mampir ke keraton Yogyakarta.beberapa santri melihat lihat arkeologi dan benda bersejarah lainnya dg bersemangat . "Pak, dimana tempat kiai tunggul wulung", Tanya 3 santri setelah lihat nama kiai tunggul wulung pd penjaga keraton"oh dari sini belok kanan, terus lurus dan belok kiri ke pojok,nah disitu atau ikuti tanda panah ", jelas penjaga"kenapa Kiai koq ada di keraton, kapan ngajar ngajinya", kata salah seorang temannyakemudian mereka berembug, bagaimana kalau udah sampai ke kiai tunggul wulung"aku ingin sowan dan cium tangan, minta barokah seorang kiai" kata salah seorang diantaranya"karena kita jauh jauh dr jawa timur saya nanti minta wasiat dan wirid beliau" tukas lainnya.

Kiai dan Sopir Bus
Humor

Kiai dan Sopir Bus

Alkisah terjadi pada saat seleksi penerimaan penghuni surga. Sampai akhirnya tiba pada 2 anggota peserta terkhir yang akan terseleksi, yakni seorang Kiai dan seorang sopir bis Lorena yang terkenal suka ngebut dan ugal-ugalan dalam mengemudikan kendaraaannya sewaktu masih hidup. Alhasil ternyata yang masuk menjadi penghuni surga adalah si Sopir Bis Lorena. Sang kiai akhirnya protes keras kepada Allah, kenapa tidak dirinya yang masuk surga, padahal sewaktu di dunia dia terkenal sebagai mubaligh yang giat menyebarkan agama islam dan mengisi khutbah jum'at? Kenapa kok malah yang masuk surga seorang sopir yang record ugal-ugalannya tertinggi di catatan kantor polisi? Akhirnya Allah menjawab " Kamu tidak saya masukkan surga adalah karena sering ketika kamu berkhutbah di dunia kamu  tidak pernah memperhatikan yang mendengarkan, kamu terlalu panjang dalam berkhutbah yang akhirnya banyak yang mendengarkan menjadi tertidur dan terlupa kepadaKU, wahai Pak Kiai , Sedangkan si Sopir Bis Lorena justru karena ugalan-ugalannya dan ngebutnya sehingga menyebabkan para penumpangnya ketakutan sehingga tidak henti-hentinya menyebut namaKU."       

yogya pangkal pandai jakarta pangkal kaya
Humor

yogya pangkal pandai jakarta pangkal kaya

bagi seorang aktivis,hidup berpindah-pindah dari satu kos ke kos lainnya,dari satu sekretariat ke sekretariat lainnya,bahkan satu kota ke kota lainnya adalah hal biasa.malah kalau menetap di satu tempat,sepertinya diragukan ke-aktivisan-nya.konon, kader NU yang memulai merantau ke ibu kota Jakarta adalah kader NU Yogyakarta. gerbong anak muda NU pertama ini bisa dilihat seperti Slamet Efendi Yusuf, Masdar F. Mas'udi, Enceng Shobirin Dan lainnya. kemudian disusul oleh gerbong kedua.  dan sejak itulah sangat banyak sekali kader NU Yogya yang berduyun-duyun datang mengikuti jejak seniornya yang rata-rata menuai kesuksesan dirantau. memang, banyak kader Yogya yang berhasil di Jakarta, tapi ada juga yang masih bertahan  di Jakarta walaupun  makan saja masih harus numpang senior. nah, biasanya untuk memotivasi mereka, muncul guyonan dari seniornya."Yogya pangkal pandai, Jakarta pangkal kaya, di Yogya nggak pandai-pandai di Jakarta nggak kaya-kaya, jadinya ya seperti kalian ini.                

Politik Dagang Kiai
Humor

Politik Dagang Kiai

Melihat perkembangan politik terakhir ini seorang kiai muda merasa sangat prihatin  kemudian mengadu pada kiai sepuh yang selama ini menjadi tumpuan dalam mencurahkan isi hati ketika menghadapi permasalahan.“Bagaimana Romo Kiai kita mesti bersikap, sebab perpolitikan kita telah berkembang sedemikian buruk, penuh dengan money politic dan politik dagang sapi, dan semua ini telah menjalar semua politisi.” Demikian keluhnya.“Wah kalau politik dagang sapi sih tak apa-apa, walaupun itu pelanggaran moral politik tetapi masih tergolong lumrah, sebab sapi sih memang barang dagangan, tetapi ada politik yang lebih jahat lagi “ ujar sang Kiai.“Benar Romo ada politik lebih jahat dari dagang sapi, politik apa itu Kiai” tanyanya keheranan.“Ah masak sampeyan tidak tahu, sekarang ini khan berkembang politik dagang kiai, ini lebih jahat, sebab kiai kan bukan barang dagangan   tetapi diperjual belikan”“Kiai mana yang sudah dijual belikan” tanyanya.“Lho… ya kita-kita ini oleh beberapa politisi telah diperjualbelikan tanpa sepengetahuan kita… !”“Wah jahat betul politisi itu” keluh sang Kiai muda. (NVA)

Minyak Wangi
Humor

Minyak Wangi

Kiai yang satu ini memang sangat memegangi sunah Nabi yang satu ini yaitu menggunakan wewangian dalam situasi apapun, maka para santripun dianjurkan selalu menjalankan Sunnah Nabi itu. Demikian pula santri lain yang sowan kepadanya juga dianjurkan memakai wewangian bila ingin diterima dengan tangan terbuka. Syahdan beberapa orang santri dari pesantren lain ingin menghadap sang kiai karena ada satu urusan agama, para santri tamu itupun berangkat dengan melumuri tubuhnya dengan berbagai minyak wangi, dengan demikian merekapun makin percaya diri bahwa kehadirannya akan diterima dengan senang hati.

Tukar Pendapatan
Humor

Tukar Pendapatan

Kenapa kalian masih porters terhadap ustaz yang saya pilih, katanya pingin ustaz yang progresif, liberal, kalian mau apa lagi , ustaz tersebut kan bisa berdiskusi, bahkan bisa diajak berdebat dan tukar pikiran secara terbuka”“Justeru di situ masalahnya kiai !” jawab santri“Kalian ingin kembali ustad yang konservatif”“Bukan Kiai, memang Ustaz kita bisa berdiskusi dan mau bertukar pendapat “‘Lalu yang kalian inginkan yang bagaimana?” tanya kiai“Sebaiknya ustaz yang yang liberal dalam berpikir dan radikal dalam bertindak ?“Bagaimana konkretnya?” kembali kiai bertanya menyelidik“ Sebaiknya Pak Kiai mengangkat ustadz yang bisa bertukar pendapat dan sekaligus mau bertukar pendapatan, biar para santri sedikit makmur !”“Ah kalian ini ngawor, tanya sendiri sana, kalau memang mau!” (Breg)