NU Online
Keislaman
Advertisement Banner
600×80

Humor

Kumpulan artikel kategori Humor

Menampilkan 12 artikel (Halaman 99 dari 106)
Belajar Bahasa Arab
Humor

Belajar Bahasa Arab

Bagi pesantren, menguasai bahasa arab seolah-olah menjadi kewajiban yang sifatnya fardhu ‘ain supaya santri mampu membaca kitab kuning. Sehingga pelajaran di pesantren hampir dipastikan pasti ada Nahwu shorof (Gramatikal Arab) atau sering kita sebut “ilmu alat”. Begitu juga santri di Pesantren Islamiyah, sore itu terlihat  para santri putra pada berangkat ke madrasah diniyyah, di salah satu kelas persiapan (Shifir) terlihat si Ustadz membuka kitab Al-Jurumiyah (nahwu) dan mulai menerangkan tentang kalimat verbal .

Kisah Jamaah Haji membeli sorban
Humor

Kisah Jamaah Haji membeli sorban

Setelah melakukan Thawaf wada' yang berarti thawaf selamat tinggal tanah suci Mekkah, para Jamaah haji mulai berkemas-kemas, tapi tidak dengan Pak Tukiman, jamaah haji asal Indonesia ini, malah bergegas ke pasar membeli oleh-oleh, karena oleh-oleh yang kemarin ia beli masih kurang. Sebagaimana tradisi yang berkembang di masyarakat kita bahwa bagi siapapun yang pulang dari menunaikan haji di Tanah suci pasti akan kebanjiran tamu baik dari kerabat dekat, teman kerja, tetangga, bahkan dari masyarakat sekitar. mereka berbondong-bondong melakukan ziarah haji untuk meminta doa, pun tak ketinggalan pulangnya mereka dibawai oleh-oleh seperti air zam-zam, tasbih, sorban, sajadah dll dari tuan rumah atau Pak Haji.

Running text
Humor

Running text

Setelah rampungnya tim formatur yang terdiri dari Rais Aam Syuriah, wakil Rais Aam dan Ketua PBNU terpilih serta perwakilan dari PWNU, ketua PBNU terpilih bertanggung jawab mengumumkan ke masyarakat umum tentang Jajaran kepengurusan PBNU baik pengurus Syuriyah maupun Tanfidziyah.   Seperti biasanya para wartawan baik dari media cetak maupun elektronik memadati ruang pertemuan di lantai 5 gedung PBNU, bagi media massa, mungkin informasi ini punya nilai news yang tinggi karena rumor yang berkembang bahwa kepengurusan kali ini akan mengakomodasi berbagai pihak . Dengan diawali prakata moderator, giliran Ketua Umum PBNU mulai membacakan jajaran pengurus mulai dari tanfidziyah, syuriah hingga Mustasyar.

Al-fatihah
Humor

Al-fatihah

Bagi umat islam, nama adalah bagian dari doa. termasuk bagi kalangan warga NU. tak heran, untuk memberi nama anaknya sendiri mereka sowan (datang) ke kiai, ustadz. biasanya sang kiai akan mengutipl dari ayat alqur'an dan hadis atau mengambil nama pejuang-pejuang  NU tempo dulu dengan harapan sang anak kelak bisa meneladaninya. Pak Makruf, seorang kepala rumah tangga yang berusia 65 tahun, juga melakukan hal yang sama untuk memberi nama anak-anaknya. pada kelahiran anak pertama sampai anak ke enam, ia selalu sowan dari satu kiai ke kiai lainnya,hingga tercatat 6 kiai yang di sowani untuk nama ke enam putranya. putra pertama ia mendapat nama dari kiai soleh, terus putra kedua dapat dari Kiai Ahmad dan seterusnya.

Pasangan Amien dan Hamidah
Humor

Pasangan Amien dan Hamidah

  Amien dan Hamidah adalah sosok pasangan suami-istri yang harmonis. Namun karean sebuah kesalahpahaman, pasangan itu bertengkar keras, bahkan sudah tidak saling sapa, atau saling tegur nama masing-masing. Anehnya, dalam urusan Sholat mereka tetap selalu berjamaah, walau masih dalam puncak kemelut.  Waktu sembahyang Maghrib tiba, Amien menjadi Imam, mulailah dengan  membaca Surat Al-Fatihah, saat menjelang akhir bacaan; Walladhollieen, dibalas sama Hamidah keras2, kamu. Si Amien mulai dongkol mendapat balasan itu, saat Ruku’ tiba Amien mengucapkan samiallahuliam Kamu. Demikian seterusnya sampai sholat mereka berakhir.*******  

Pisang Goreng Aktual
Humor

Pisang Goreng Aktual

Saat ramai-ramainya gerakan penjatuhan Gus Dur dari kursi Presiden Tahun 2001. Orang-orang NU di Madura, terus mengawasi berita-berita di TV, untuk mengikuti perkembangan. Hampir tiap detik, TV mereka awasi. Termasuk Kyai-kyai Madura, sambil melihat TV kyai-kyai berdiskusi, lalu menerangkan pada santrinya ; pesan kyai” Para santriku kalian jangan sampai meninggalkan berita aktual tentang Gus Dur ini, harus selalu diawasi” pinta kyai berulang-ulang. Setelah acara usai, H Mardun salah seorang santrinya, bertanya: apa artinya aktual itu kyai? Saya kok ngung bingung Kyai? Ooh , actual itu artinya sedang panas-panasnya atau sedang hangat-hangatnya” oooh begitu ya kyai jawab H Mardun. Seminggu kemudian, H Mardun menjadi tuan rumah Istighosah dalam rangka memanjatkan doa pada Allah SWT, agar bangsa Indonesia diberi kesalamatan, termasuk Gus Dur. Setelah Acara selesai, segera hidangan dikeluarkan, termasuk pisang goreng. Lalu sebagai tuan rumah H Mardun, mempersilahakan para tamu memakan hidangan kecil” monggo poro kyai, para bapak, pisang Gorengnya dimakan mumpung masih aktual”. Para Kyai serempak tertawa.*******  

Hantu Kopi  ‘Nescafe’
Humor

Hantu Kopi ‘Nescafe’

Sejak tayangan TV dipenuhi, acara reality show mengungkap misteri dunia Hantu. Hasan salah seorang santri disebuah pesantren Di Jombang, sering mengalami ketakutan. Apalagi Kamar asrama yang dia tempati memang agak jauh dari kompleks induk. Makin membuat nyali Hasan Ciut. Hasan terkenal seorang santri yang suka bangun malam untuk qiyamullail serta belajar. Suatu malam disaat teman-temannya tertidur lelap, Hasan memberanikan diri bangun, seperti biasanya dimembuat kopi panas di dapur kamarnya. Sambil menunggu kopinya adem, ia kembali kekamar membaca buku, saat kembali kedapur mau meminum kopi tiba-tiba kopinya tinggal separo. Siapa yang meminum? Teman-temannya tidur pulas semua, mana mungkin mereka meminumnya? Tanyanya dalam hati. Hati Hasan makin was-was, jangan-jangan? Namun ia tetap nekad,  membuat kopi panas lagi, sambil menunggu dingin, ia kembali kekamarnya. Saat kembali kedapur Hasan makin terkejut, kembali kopinya tinggal, separo. Wah dia semakin yakin, kopinya diminum Hantu, belum sadar sepenuhnya, sekonyong-konyong muncul bayangan hitam mau mencekik Hasan dari belakang. Dengan sigap Hasan menantang, Hai Hantu, Saya tidak takut! Kalau kamu mau Kopi nih Sisanya kamu minum! Sambil menyiramkan sisa kopi panasnya kearah hantu. Tiba-tiba si Hantu menjawab “ Kalau NESCAFE saya mau ^^^. Hasan : Haaaa?. ******

Barokah KARTANU
Humor

Barokah KARTANU

Sebagai organisasi islam terbesar di Indonesia, tak heran dalam tiap event yang di selenggarakan pasti dipadati ribuan orang, baik yang NU deles (Tulen), simpatisan atau bahkan yang ngaku NU, semua tumplek blek jadi satu. Seperti yang terjadi Saat diselenggarakan  harlah  NU  di Alun-alun sidoarjo 31 Januari 2004, ribuan orang berduyun-duyun memadati areal tengah kota itu. Meski penyelenggaranya adalah PCNU sidoarjo tapi hadirin banyak juga yang dari luar kota. Walhasil hadirin terpaksa berdesak-desakan sehingga terlihat semrawut. Karena kondisi yang semrawut tersebut, salah seorang Nahdlyin dari pasuruan yang bernama sholeh tidak sadar kalau dompetnya dicopet dari belakang. 

cara membaca orang arab
Humor

cara membaca orang arab

Di pasar tanah abang ada seorang penjual "sarung" dari Jazirah Arab. untuk menarik perhatian pembeli, dia berkata; sarung murah, awet, tahan lama, dijamin sepuluh tahun warna tidak luntur. kalau tidak terbukti boleh dibalikin.Karena tertarik, seorang pembeli datang untuk menawar, setelah terjadi kesepakatan harga,ahirnya sarung itu pun jadi dibelinya.Setelah dibawa pulang  dan dipakai beberapa hari, kemudian sarung itu dicuci, eh...ternyata sarungnya luntur dan warnannya berubah. Si pembeli berkata: Arab brengsek....!, kurang asem, kurang garam, kurang ajar, kurang-kurang...., setelah itu  dia bergegas mengembalikan sarung tersebut.Sambil brontak, dia berkata pada orang arab tersebut, hai arab gimana disarung ini tertulis "Dijamin Tidak Luntur", tapi setelah saya cuci sarung ini, eh.. luntur. pokoknya saya mintak dikembalikan uang saya.Dengan santai orang arab tersebut menjawab, aku kan orang arab kalau baca tulisan kan dari kanan jadi,  "Dijamin Tidak Luntur", aku baca "Luntur Tidak Dijamin  ", gitu...indo..Sialah...!!! sambil ketawa terbahak-bahak, eh gak jadi marah. (Ars LC)

Kisah Empat orang Dermawan
Humor

Kisah Empat orang Dermawan

Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), selama ini dikenal sebagai kota seribu masjid, seolah mau menandingi Bali sebagai pulau dewata dengan seribu pura. Pembanguan masjid di Mataram memang banayak disumbang baik kalangan kaya maupun rakyat biasa, biarpun rumah gubuk, yang penting mesjidnya megah, itu moto mereka. Pada suatu hari di sebuah daerah di kota Mataram dibangun sebuah masjid besar, biayanya ditanggung oleh empat pengusaha besar kota itu, yaitu H. Ibrahim, H. Musa, H. Salam dan H Yahya, mereka itu sebenarnya bukan muslim yang taat, bahkan predikat haji baru saja mereka peroleh.