Abu Nawas dan Nazar Sembelih Kambing Bertanduk Besar
Hamid si kaya raya berharap bisa menemukan kambing dimaksud atau minimal Abu Nawas bisa memberikan solusi atas nazarnya itu.
Kumpulan artikel kategori Humor
Hamid si kaya raya berharap bisa menemukan kambing dimaksud atau minimal Abu Nawas bisa memberikan solusi atas nazarnya itu.
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang dibesut Gus Dur saat itu adalah satu dari sekian partai yang mengasosiasikan diri sebagai partainya NU.
Karena kedua pemuda tersebut jurusan filsafat, mereka berusaha memaknai gelas yang isinya setengah secara filosofis.
Sambil makan, tampak Abu Nawas berpikir serius. Setelah habis makanan, wajah Abu Nawas tampak ceria, pertanda ia punya pemecahan masalah tersebut.
Dua pemuda Madura bernama Sontri dan Bono berbincang soal itu. Mereka mengenang beberapa lelucon Gus Dur. Karena Gus Dur kerap melontarkan humor-humor khas Madura.
Ceritanya, suatu hari majikannya datang membawa kendi berisi madu. Karena khawatir madu tersebut diminum oleh Abu Nawas, sang majikan berbohong.
Tiba-tiba di pertengahan pelaksanaan shalat jenazah, seluruh jamaah dikejutkan oleh ulah Abu Nawas yang tiba-tiba saja bersujud.
Saluran aspirasi masyarakat dari segala sisi terbatasi bahkan tertutup. Sehingga mengundang sorotan banyak pihak, terutama para aktivis demokrasi, Gus Dur yang paling vokal.
Dengan sangat berani, Rohman kembali bertanya. Namun pertanyaan ini agak logical fallacy yang mengarah ke ad hominem atau pertanyaan yang langsung menuju pribadi sang kiai. Ia bertanya, “Lalu kalau Pak Kiai sendiri ikut mazhab shalat yang mana?”
Suatu hari, dalam forum bahtsul masail yang rutin dilakukan pada malam Senin di aula pesantren, Mahfud mengeluarkan pernyataan kontroversial yang menyebutkan bahwa tidak semua minuman keras haram.
Menurut satu riwayat, ketika Abu Nawas meninggal dunia, Imam Syafi’i tidak mau menshalati jenazahnya. Namun, ketika jasad Abu Nawas hendak dimandikan, di kantong baju Abu Nawas ditemukan secarik kertas bertuliskan syair
Ternyata ada banyak indikator tingkat korupsi di seluruh dunia dalam bentuk jam yang mewakili tiap negara. Dua diplomat dari Kazakhstan bernama Benkova dan diplomat Nepal bernama Baburam berbincang soal indikator korupsi di beberapa negara.