Humor: Nama Istri Idaman
Tiga orang pemuda sedang berbincang-bincang merencanakan masa depan. Mereka membahas berbagai hal di antaranya kriteria istri solehah. Pembahasan mereka sangat detail, sampai-sampai nama istri idaman pun dibahas.
Kumpulan artikel kategori Humor
Tiga orang pemuda sedang berbincang-bincang merencanakan masa depan. Mereka membahas berbagai hal di antaranya kriteria istri solehah. Pembahasan mereka sangat detail, sampai-sampai nama istri idaman pun dibahas.
Seorang wartawan bertanya kepada Gus Dur tentang isu hantu Pondok Indah. Padahal, wartawan lain sudah siap dengan pertanyaan seputar isu sosial, politik, dan keagamaan.
Gus Yahya melempar candaan bahwa acara pengukuhan pengurus PBNU tak ubahnya acara Muktamar NU karena banyak pejabat negara yang hadir. Termasuk Presiden Jokowi sekaligus Wapres KH Ma’ruf Amin.
Gus Dur kembali berseloroh, “Begini, waktu saya jadi Presiden, saya tidak pernah cuti. Kalau lelah ya tidur meski lagi sidang kabinet”.
Gus Dur bercerita, pada waktu muda, saat ia di Jombang, tepatnya di Pondok Pesantren Tebuireng, memiliki kebiasaan pergi ziarah dan berdoa di kuburan atau makam.
Tidak seperti biasanya istri Dul banyak diamnya. Padahal hampir setiap hari, Dulmakmun kena 'omelan' istrinya mulai dari tidak menutup pintu atau lupa mengembalikan handuk ke tempatnya.
Dalam pemaparannya terkait prinsip-prinsip menulis, sang jurnalis menegaskan bahwa untuk bisa meningkatkan keterampilan menulis dengan baik, maka seseorang harus terus menulis.
Gus Dur ditanya oleh seorang wartawan terkait maraknya ‘pengantin’ bom bunuh diri ini. Sebab dalam pandangan masyarakat umum, bagaimana bisa dikatakan syahid dan mendapat bidadari surga jika manusia tak berdosa ikut menjadi korban.
Mulai dari jurus bahwa dia punya kerabat yang dikenal luas di Madura hingga alasan-alasan lainnya. “Ya sudah 200 ribu aja,” kata Sunanto yang awalnya menyodorkan tawaran 500 ribu.
Setelah hobi nonton sinetron ‘Benang Putus’, sikap Markonah sedikit berubah. Biasanya ia tak begitu posesif pada suaminya. Namun setelah 10 episode berlalu, ia terus mengawasi gerak-gerik suaminya. Ia pun sering menelpon atau SMS untuk sekedar menanyakan di mana posisi Dulsaman, suaminya, jika tak terlihat di rumah.
Singkat cerita, si penumpangnya itu menawar ongkos. Padahal Sunanto sudah pasang tarif 500 ribu. “Mahal amat bang, Cendana Satu kan kelihatan dari Sarinah,” kata si penumpang.
Di tengah ketiadaan makanan, Nasrudin justru membuang-buang roti di sekeliling kampung. Roti-roti tersebut ia sebar memutar kampung. Hingga seketika beberapa sahabat dan tetangganya bertanya.