NU Online
Keislaman
Advertisement Banner
600×80

Humor

Kumpulan artikel kategori Humor

Menampilkan 12 artikel (Halaman 93 dari 106)
Ahli Gramatika tapi tak Tahu Budaya
Humor

Ahli Gramatika tapi tak Tahu Budaya

Pada suatu hari diselenggarakan pengajian kitab Manahijul Imdad, di sebuah pesantren dengan menggunakan sistem bandongan, kiainya membaca para santri menyimak. Di akhir pengajian  Sang kiai menguji kemampuan para santri membaca kitab tersebut. Santri yang dipilih yang paling senior yang tampak kemempuan gramatika Arabnya sangat tinggi. Seorang santri yang disuruh membaca dengan sangat lancar, tetapi mengalami kesulitan ketika menjumpai kata Al-JMPSY, kemudian dibaca dengan Al-Jumfusy, kiainya bilang, “Salah!”

Bola Pimpong Kiai Soleh
Humor

Bola Pimpong Kiai Soleh

Beberapa kiai di kampung pesantren Sidoresmo tidak begitu tertarik dengan jenis-jenis obat di pasaran. Padahal, suatu ketika dibutuhkan. Barangkali sakit gigi datang mendadak, maka selain bisa disuwuk, juga bisa diobati dengan membeli jenis-jenis obat di pasaran tadi. Kali ini sakit gigi itu menimpa istri seorang kiai, sebut saja Kiai Soleh. Karena sakit giginya tidak ketulungan, sang istri merengek pada suaminya. Dia minta dibelikan Pak Pung, sejenis obat masuk angin, berbentuk cairan minyak dalam botol kecil.

Nyasar Aja Alhamdulillah
Humor

Nyasar Aja Alhamdulillah

Jika Anda berkunjung ke Gedung PBNU yang terletak di Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Anda akan menemui hal yang barangkali asing atau tidak biasanya. Di gedung berlantai delapan itu ada dua buah lift yang tiap kali pintunya terbuka, maka akan terdengar suara sapaan secara otomatis dari mesin penyapa pada lift tersebut, "Assalamualaikum... Anda berada di lantai satu (misal, kalau Anda berada di lantai satu dan hendak naik menuju ke lantai tertentu)". Begitu juga sebaliknya, "Alhamdulillah... Anda telah tiba di lantai tiga (misal, kalau Anda telah sampai di lantai yang dituju)" Suatu hari, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi, usai menggelar konferensi pers di lantai delapan hendak turun ke lantai tiga, di mana ruangannya berada.

Radio di Mata Kiai
Humor

Radio di Mata Kiai

Seorang kyai sepuh mengharamkan Radio karena dianggap banyak mudaratnya. Semua kyai segan kepadanya sehingga tak ada seorang pun yang berani menentang. Membantah langsung dianggap bukan cara yang bijak. Maka Kyai Bisri Mustofa membuat sebuah rekayasa. Satu hari kyai sepuh itu diundang makan-makan ke rumahnya. Kyai Bisri sengaja memilih waktu malam jumat sesudah maghrib karena sebuah stasiun radio di Surabaya menyiarkan acara pembacaan Alquran. 

AS Hikam dan Kitab Hikam
Humor

AS Hikam dan Kitab Hikam

Saat masih sangat dekat dengan Gus Dur dulu, Suatu kali AS Hikam diajak Gus Dur berkunjung ke Pesantren  pada sebuah acara pengajian. Kisah ini terjadi sebelum Gus Dur menjadi presiden. Selesai ceramah, Gus Dur pamit kepada kyai  tuan rumah untuk meneruskan kunjungan ke pesantren berikutnya. Sambil pamit, Gus Dur bilang, “Aku titip Hikam di sini.” Kata Gus Dur kepada Kiai tersebutWaktu itu AS Hikam belum kondang nian seperti sekarang. Sang kyai menyangka “Hikam” adalah nama sebuah kitab. Ia pun mengiyakan begitu saja pesan Gus Dur.