9 Hadits Nabi tentang Tetangga
9 Hadits Nabi tentang Tetangga
Kumpulan artikel kategori Ilmu Hadits
9 Hadits Nabi tentang Tetangga
Banyak orang mengira hubbul wathan minal iman sebagai hadits nabi. Padahal hubbul wathan minal iman bukan hadits
Imam Zakiyuddin Abdul Azhim Al-Mundziri dengan mengutip sejumlah hadits tersebut memotivasi umat Islam untuk menanam pohon mengingat kebesaran manfaatnya baik untuk diri sendiri maupun untuk makhluk lainnya.
Bagaimana status riwayat hadits ”Rajab adalah bulannya Allah, Sya’ban bulanku dan Ramadhan bulan umatku?”. Bagaimana pula seharusnya cara menuturkan riwayat suatu hadits?
Sanad secara bahasa adalah al-mu’tamad (tempat bersandar atau bergantung), dinamakan demikian sebab hadits disandarkan kepada sanad atau bergantung kepadanya. Secara istilah, sanad adalah silsilah para perawi yang menyambung hingga ke matan
Memaknai Hadits ‘Tidak Pernah Jihad Berarti Munafik’
Tidak ada amalan seorang pun yang bisa memasukkannya ke dalam surga, dan menyelematkannya dari neraka. Tidak juga denganku, kecuali dengan rahmat dari Allah.
Dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu ia berkata: “Rasulullah saw berkata, ‘Siapa pun yang akhir ucapannya (ketika menjelang ajal) kalimat La ilaha illallah maka ia masuk surga’.”
Takhrij Hadits: Pengertian dan Sejarah. Kerja-kerja ilmiah di bidang takhrij sebenarnya sudah berlangsung di masa ulama mutaqaddimîn, namun penyusunan takhrij dalam satu kitab tersendiri, atau dicantumkan di kitab selain fan hadits, baru berlangsung di masa ulama muta'akhkhirîn setelah tahun 500 H
Keutamaan Ilmu dan Ulama dalam Hadits Nabi. Imam Al-Ghazali dalam kitab Mukasyafatul Qulub menyebutkan keutamaan Al-Qur’an, ilmu dan ulama pada bab tersendiri. Al-Ghazali mengutip beberapa hadits yang menerangkan keutamaan ilmu dan ulama pada bab ini dari sejumlah perawi hadits.
Relevansi Kajian Ilmu Hadits dan Faedahnya. Ilmu hadits termasuk ilmu yang tidak banyak ditekuni orang, diminati pun tidak terlalu. Bahkan, sebagian orang ada yang beranggapan bahwa belajar ilmu hadits tidak memberi faedah secara konkret dan tidak begitu relevan untuk zaman sekarang. Bukankah kitab-kitab hadits sudah ratusan atau mungkin ribuan jumlahnya?
Relasi Ahli Fiqih dan Ahli Hadis, dari Kritik Pedas hingga Saling Melengkapi. Bagi orang yang berpikir jernih, sebenarnya tidak ada yang perlu dipertentangkan antara ahli fiqih dan ahli hadis, justru keduanya saling membutuhkan dan saling melengkapi. Syekh Abdul Fattah Abu Ghuddah dalam catatan kakinya atas kitab ar-Raf'u wat Takmîl mengutip statemen Syekh Ali al-Qari dalam karyanya yang berjudul Adillatu Mu'taqai Abî Hanîfata fî Abawaiyir Rasûl, yang mengibaratkan relasi ahli fiqih dan ahli hadis laksana relasi dokter dan penjual obat