Khutbah Jumat: Hikmah Manasik Haji
Naskah khutbah Jumat di bawah ini mengajak kita merenungi makna dan nilai luhur yang terkadung dalam ibadah haji, persaudaraan dan kesetaraan.
Temukan semua artikel keislaman terbaru
Naskah khutbah Jumat di bawah ini mengajak kita merenungi makna dan nilai luhur yang terkadung dalam ibadah haji, persaudaraan dan kesetaraan.
Alkisah salah seorang waliyulah bernama Ali bin Muwaffiq bercerita bahwa pada suatu masa ia menunaikan ibadah haji. Ketika sampai pada malam Arafah, ia tertidur di Mina tepatnya di Masjid Khif karena keletihan.
Khutbah Jumat ini menyadarkan kita bahwa Allah swt merupakan penentu kehidupan kita di dunia. Allahlah yang telah menganugerahkan kenikmatan dan rezeki kepada manusia yang tidak bisa dihitung satu per satu.
Ibadah haji memiliki syarat-syarat wajib yang harus dipenuhi. Hal ini untuk memastikan bahwa seseorang terkena kewajiban haji. Syarat-syarat ini juga menentukan masuk atau tidaknya seseorang dalam kewajiban haji.
Ibadah haji memiliki rukun yang membentuk ibadah tersebut sebagaimana ibadah lain pada umumnya. Ibadah haji yang diselenggarakan pada bulan Syawwal, Dzulqa’dah, dan Dzulhijjah dan juga rukun Islam ini mengharuskan jamaah haji untuk melaksanakan rukun haji secara sempurna.
Banyak keutamaan haji disebutkan, di antaranya ampunan bagi jamaah haji dan orang-orang yang dimintakan ampun olehnya, pengabulan doa, surga, hak member syafaat kepada keluarga.
Rasulullah saw tidak segan mencium anak-anak dan cucunya sebagai bentuk kasih sayangnya sebagai orang tua terhadap anak keturunannya.
Pola hidup babi yang jorok juga sering dikemukakan sebagai alasan yang memperkuat keharaman mengonsumsi babi.
Artinya: “Siapa saja yang beriman kepada Allah hendaklah bertutur kata yang baik atau diam.” (HR Al-Bukhari dan Muslim).
Nabi Muhammad saw tidak hanya membawa akhlak mulia, kepemimpinan yang kuat, dan pribadi yang halus, tetapi beliau juga memiliki keterampilan dalam menyusun kata yang ringkas dan jelas sehingga dakwah Nabi Muhammad dapat diterima oleh umat. Tamsil-tamsil atau perumpamaan-perumpamaan yang beliau sampaikan juga turut memberikan perhatian menarik sehingga mudah diterima.
Orang sering mendengar istilah “haji mabrur.” Haji mabrur merupakan amal paling utama yang memiliki ganjaran luar biasa istimewa. Keutamaan haji mabrur dapat ditemukan pada banyak hadits. Tetapi kita jarang mendengar umrah mabrur atau umrah mabrurah.
Perang ini pada hakikatnya dilatarbelakangi oleh pengkhianatan yang dilakukan oleh kelompok yang ada di perkampungan Bani Quraizhah, oleh karenanya Rasulullah mengambil langkah untuk berperang sebagai solusi terakhir sekali pun bertepatan dengan bulan haram.