Yang Membuat Abu Bakar Marah
Abu Bakar adalah orang yang tidak suka mengedepankan kekerasan dan amarah. Ia hanya akan berubah menjadi keras dan marah apabila ajaran Islam dipermainkan.
Temukan semua artikel keislaman terbaru
Abu Bakar adalah orang yang tidak suka mengedepankan kekerasan dan amarah. Ia hanya akan berubah menjadi keras dan marah apabila ajaran Islam dipermainkan.
Penyerupaan jual beli secara kredit ini pernah juga dilakukan oleh orang-orang kafir jahiliyah pada masa risalah kenabian Baginda Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, namun hal itu secara tegas dibantah oleh Allah lewat Surat al-Baqarah ayat 275.
Kedudukan orang menyamakan keuntungan jual beli dengan kompensasi denda pelunasan, atau menyamakan jual beli dengan riba, sama dengan orang yang kelak akan dibangkitkan dari kubur dalam kondisi gila, sebagaimana permulaan Al-Qur’an Surat al-Baqarah ayat 275.
Kami menyarankan mereka yang berniat memelihara anak anjing untuk berkonsultasi kepada pakar hewan terkait anak anjing yang akan dirawat dan dipelihara. Kami juga menyarankan mereka untuk menimba informasi kepada ahli fiqih terkait cara bersuci dari najis anak anjing di badan, pakaian, dan di tempat lain di rumah mereka.
KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur tampak tengah memperluas makna dan lingkup perhatian pendidikan Islam yang umumnya sekadar dipahami sebagai belajar "ilmu-ilmu keislaman". Ketika disebut "ilmu keislaman" maka yang terbayang tak jauh-jauh dari berbagai disiplin fiqih, teologi, akhlak dalam pengertian sangat terbatas.
Saat belajar, kita selalu berharap agar mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Berbagai doa, perilaku, bahkan kiat-kiat tertentu kita lakukan untuk mendapatkan hal ini. Bagaimanapun inti dari hasil belajar kita adalah ilmu yang bermanfaat. Sebanyak apapun ilmu yang kita dapatkan jika tidak bermanfaat, maka hal itu tidak akan ada gunanya.
Dalam kehidupan, terkadang kita mendapatkan beberapa kesulitan. Kesulitan ini menghambat ibadah kita kepada Allah SWT. Dalam kajian fiqih, kesulitan seperti ini biasanya disebut dengan masyaqqah. Karena kesulitan yang kita alami ini, Allah terkadang memberikan keringanan dalam pelaksanaan hukum (rukhsah).
Imam Jalaluddin As-Suyuthi dalam kitabnya, Al-Ayatul Kubra fi Syarhi Qisshatil Isra menjelaskan beberapa alasan mengapa Allah menjadikan malam sebagai waktu terjadinya peristiwa Isra dan mi‘raj. (Jalaluddin As-Suyuthi, Al-Ayatul Kubra fi Syarhi Qisshatil Isra, (Kairo: Darul Hadits, 2002 M), halaman 59).
Syekh Ibnu Athaillah dalam salah satu hikmahnya mengatakan bahwa setiap momentum apapun mesti ada kewajiban manusia terhadap Allah. Dari situ kemudian disimpulkan bahwa momentum inilah yang mengantarkan manusia berjalan menuju Allah. Momentum ini teramat banyak dan beragam.
Kita sering mendengar selentingan orang-orang tertentu bahwa hadits-hadits dalam Kitab Ihya Ulumiddin banyak yang dhaif bahkan maudhu. Selentingan itu tetap terdengar meski Imam Al-Ghazali sendiri pernah menyebutkan bahwa hadits yang ia tulis selalu ditanyakan secara langsung kepada Rasulullah SAW, baik melalui mimpi maupun terjaga (bertemu dalam keadaan sadar).
Seiring haramnya riba, maka semua pihak yang berhubungan dengannya dihukumi sebagai haram dan berdosa. Tidak hanya pemakannya, orang yang mewakilkan, saksi dan penulisnya juga dihukumi sebagai haram disebabkan unsur ta’âwun (tolong menolong) dalam perkara batil.
Lagi-lagi memang rasa malas mudah menyerang saat kedua kondisi di atas berlangsung, saat sehat kita malas bersyukur, saat memiliki waktu luang kita malas memanfaatkannya.